Minggu, 21 Agustus 2011

Edisi Ramadhan (7)

Ia Masuk Surga, Padahal Tak Pernah Shalat
(dari buku dengan judul yang sama karya Badiatul Muchlisin Asti)


Assalamulaikum Wr.Wb,
Diriwayatkan, tatkala Rasulullah saw mengadakan pengepungan terhadap beberapa benteng Khaibar, datang seorang pengggembala yang berwajah hitam bersama kambing-kambing gembalaannya. Ia adalah seorang pekerja yang bekerja dengan orang-orang Yahudi di benteng itu sebagai orang upahan. Ia berkata kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah, paparkan kepadaku apa itu islam?"  Lantas, Beliau memaparkannya seara panjang lebar tentang seluk beluk Islam. Karena kagum, maka orang itu pun masuk Islam.

Tatkala sudah masuk Islam, ia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini seorang upahan yang bekerja pada pemilik kambing-kambing ini sebagai amanat bagiku. Apa yang seharusnya aku perbuat?"

"Lemparkan pasir kewajah-wajahnya, pasti ia akan kembali ke tuannya,"  jawab Rasulullah.
Maka, si penggembala berkulit hitam ini mengambil segenggam kerikil, lalu melemparkannya ke wajah kambing-kambing tersebut seraya berkata, "Pulanglah, pulanglah ke tuan kalian. Demi Allah. aku tidak akan pernah sudi lagi menemani kalian."  Maka, secara ajaib kambing-kambing itu pun pertgi secara bergerombol seakan ada orang yang menggiringnya, hingga semuanya masuk ke benteng itu.

Setelah itu, si penggembala maju ke arah benteng itu untuk ikut serta berperang bersama kaum muslimin. Namun ia terkena lemparan batu keras yang kemudian merengut nyawanya, padahal ia belum sempat shalat untuk Allah walaupun satu rakaat pun.

Kemudian jenazah si penggembala itu dibawa ke samping Rasullulah saw dalam keadaan kondisi tertutup dengan pakaian yang terlilit. Lalu, Beliau yng ketika itu bersama sebagian para sahabatnya menoleh ke arahnya kemudian berpaling. Para sahabat heran dan lantas berkata, "Wahai Rasulullah, kenapa engau berpaling darinya?"

Beliau segera menjawab, "Sesungguhnya ia sekarang bersama istriya, bidadari jelita yang sedang menggerak-gerakkan badannya untuk menghilangkan debu yang menempel." 

Mudah-mudahan kisah ini bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk kita semua. Amin YRA.

Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat menunaikan ibadah puasa hari ke 18
Semoga amal ibadah kita diridhoi oleh Allah swt, amin yra.


Wassalamualaikum Wr.Wb
arie rachmawati
Posting Komentar