Senin, 26 Maret 2018

M u s i k




Kumpulan Melodi Terbaik 
Tono Supartono
Oleh Arie Rachmawati




Kiriman paket berupa CD karya musik yang tak biasa berjudul Kumpulan Melodi Terbaik dari Mr. Tono Supartono dan Dimas Supartono Presents, telah saya terima dengan senang hati. CD ini berisi tujuh buah lagu dan boleh dibilang mewah. Sebagaian besar lagu - lagu tsb sudah akrab di telinga saya, lewat album Moving On karya Tono Supartono. Lagu Jujur Saja berada di urutan pertama, sebelumnya lagu ini pernah dilantunkan oleh Ira Batti, sekarang didendangkan kembali lewat suara indah Nania. Keduanya  masing - masing mempunyai pesona suara, yang membedakan sentuhan aransemen-nya, disini terdengar lebih nge-pop dibandingkan di album Moving On.

Lagu Seandainya dinyanyikan oleh tiga ibu - ibu muda bersuara emas, mereka BE3 adalah Nola-Chyntia-Widi. Sentuhan aransemen terkini menjadikan lagu ini lebih nge-beat sehingga keceriaan BE3 tergambar dalam lagu ini serasa menjadi lagu baru karena bisa keluar dari lagu Seandainya di album Moving On yang dinyanyikan oleh Wisha Sofia-Ira Batti-Annisa Pantja, nada irama-nya lebih slowly.

Urutan lagu ketiga ditempati Kau dan Aku Satu dihadirkan dengan suara khas Sammy Simorangkir. Penyanyi ini pernah sukses membawakan lagu Kau Seputih Melati featuring dengan Dian Pramana Putra di album "Fariz RM & Dian PP IN Collaboration With" kini ia mendapat kepercayaan dari penulis dan komposer lagu tsb yaitu Bapak Tono Supartono. Bicara lagu Kau dan Aku Satu, beberapa tahun kebelakang lagu ini sangat akrab ditelinga saya lewat lantunan suara merdu (klasik) Keenan Nasution. Versi pertama dan versi ini jelas berbeda terutama pada intro lagu dan nada irama-nya lebih syahdu disusul lengkingan Sammy. Selanjutnya mulai berasa kesamaan nada seperti yang versi pertama yang sudah dirasakan sedari intro lagu disusul suara penyanyi latarnya. Nada - nada ceria dari awal hingga akhir serasa menyatakan senandung kebahagiaan.  Menurut saya lagu ini berisi pesan kebaikkan untuk pasangan yang membuka lembaran baru dalam pernikahan, dan pas sekali menjadi CD souvenir pernikahan saat putri beliau menikah. Lagu ini pun ditulis dengan lirik romantis dan komposisi aransemen ulang oleh Magenta Orchestra tetap asyik didengarkan dan menenpati urutan teratas versi saya. Di ujung album ini dapat didengarkan kembali sebagai track bonus.

Lagu keempat Perjalanan dan lagu ketujuh Pergilah dinyanyikan oleh Dendy Miles, ia mempunyai suara rocker menjadi pemanis mewakili pengisi album ini. Menurut saya benar - benar terdengar baru, baik lagunya maupun penyanyinya. Berbeda dengan lagu kelima yaitu Keagungan Tuhan ini pada jaman now dipercayakan kepada pemilik suara lembut Wisha Sofia. Di album Moving On ia ditunjukkan membawakan lagu Kata Hati Seandainya. Menurut sejarah permusikan tanah air yang saya ketahui dari beliau adalah lagu ini pernah dibawakan oleh (Alm) Eddy Silitonnga dalam ajang LCLR sekitar empat puluh tahun yang silam. Lagu bertutur tentang keindahan alam semesta sebagai Maha Karya Sang Khaliq - Allah SWT, sangat tertata apik pada liriknya. 

Lengkaplah sudah suguhan lagu - lagu album ini dengan hadirnya lagu keenam berjudul Berharap dinyanyikan sendiri oleh Bapak Tono Supartono. Lagu berkisah perjuangan seseorang yang tengah melawan penyakitnya dan didalam deritanya  ia pun mengharapkan sebuah harapan baru untuk masa depannya.


BERHARAP
By Tono Supartono

Setelah sekian lama aku sendiri
Menyelusuri jalan hidupku
Terasa lelah kurasakan

Sampai kapankah aku harus begini
Perasaan ku terasa senyap
Salah aku bila berharap

Reff : Seorang yang dapat mengerti akan diriku
Yang selalu dapat mengisi hari-hariku
Membuat ku bahagia dalam kehidupanku
dengan segala kekurangan yang ada padaku

Yang selalu setia ...
Sampai akhir hidupku ...


Kehadirnya putra beliau Dimas Supartono dalam project ini menjadi pelengkap pendengar mewakili kawula muda era kekinian untuk sebuah compact disc terkemas cantik patutlah diacungi dua jempol terbaik. Namun menurut saya yang perlu disimak adalah tulisan lirik lagu dalam booklet tsb kurang terang dan tebal. Secara keseluruhan suguhan ini sangat special. Tujuh lagu dinyanyikan oleh  barisan penyanyi - penyanyi tanah air, ditambah dengan sentuhan aransemen baru oleh Magenta Orchestra (Andy Rianto) adalah sebuah Kumpulan Melodi Terbaik yang saya terima.

Terima kasih atas kepercayaan Bapak Tono Supartono yang berkenan mengirimkan CD ini sehingga saya pun ikut menikmati kumpulan melodi terbaik-nya dalam bermusik. Sukses selalu untuk kedepannya.




Salam, Bogor 26 Maret 2018
Arie Rachmawati

Rabu, 08 November 2017

Bukuku

Arie Rachmawati

DANDELION
DALAM
RINDU



Sebuah KUMPULAN CERITA PENDEK
DANDELION
DALAM
RINDU

Penulis : Arie Rachmawati
Tata letak : Ersta Andantino
Editor DANDELION DALAM RINDU dan  PIANOKU TERCINTA : Kurnia Effendi.

Editor CINTA SEBATAS ANGAN : Rudi Pekerti


SAJIAN PEMBUKA

     Suatu kehormatan bagi saya diajak mengantar kumpulan delapan cerpen karya Arie Rachmawati berjudul  Dandelion dalam Rindu, saya  dekati  dengan peminatan saya pada ranah lirik lagu, film dan neurosains. Ada dua cerpen  tentang tokoh perempuan jatuh cinta dengan pemusik - pencipta lagu atau karyanya. Ada rasa liar, bebas,  disisipi rasa sendu. Ada rasa haru biru ketika dua insan menjalin cinta seputar lagu tema seperti Ain’t No Sunshine.
     Sutradara kondang Hong Kong, Wong Kar Wai  pemenang Cannes Film festival karya filmnya menggunakan  pendekatan cerita terjalin pekat  lagu tema berulang dikumandangkan,  menjadi judul film, As Tears Go By,  In the Mood for Love, California Dreaming, Blueberry Night ada Norah Jones. Upaya sisip – menyisip, cut to cut  gambar bercerita terjalin lantunan irama dan syair lagu, music score  saling memperkuat keutuhan film menuju puncak cerita.      
     Ada tokoh  wanita bernama “Denyar“  yang artinya firasat atau terilhami.  Ada pula cerita  Shafira, tokoh yang terbelit cinta,  sedangkan  cerita Syira dan Widya, kisah  kakak - beradik cantik yang memegang serumpun bunga dandelion, bunga kering rerumputan di padang ilalang. Dandelion tergambarkan di facebook dan alam nyata ketika cinta dengan ceria menjelajah nuansa kehidupan keluarga.
    Salah satu buku neurosains berjudul The Emotional Brain ditulis Joseph Ledoux menggunakan nama judul lagu pada setiap judul bab isi buku, contohnya: What ‘s Love Got to Do with It, The Way We Were, Blood Sweat and Tears. Syair dan musik lagu yang dicipta penulis merupakan karya utama. Suatu modal pokok ketika lagu dilantunkan sepenuh jiwa oleh si penyanyi. Bila terjadi klik, cocoklah getar rasa penyanyi menggoyang bulu kuduk para pendengarnya. Menurut Le Doux pusat emosi insan, rasa penikmat terletak di otak, walau secara kiasan sering kita sebut bersemayam di hati.  
     Ada juga isi kumcer bercerita  tentang sosok Lia mengunduh “datangnya cinta, tak diundang”. Simak akankan cerita berlabuh dengan happy ending alias bahagia, akhirnya? Keith, Rania, Arie mengisahkan perjalanan cerita segi tiga  dengan sepenggal puisi dan sepenggal pesan yang tersisipkan di liang batang pohon tempat janjian bersua.  
     Sosok perempuan bernama indah Tiraini ceritanya ditulis dari aneka  jalinan ilham yang datang dari lagu: Secangkir Teh Sebelum Ku Pergi , Hasrat dan Cita, Semua Perasaanku. Wow, alangkah kaya pengendapan terjadi sebelum cerita tercipta.   
     Arie sosok penggiat Kelompok Pencinta Musik Indonesia berlatar ibu rumah tangga yang hemat saya yang sekaligus menjadi kekuatannya  dalam menggali cerita keseharian bersuasana cinta. Ada film keluarga di Paris yang berjudul “Peppermint Soda” skrip dan sutradara Diane Kurys mengisahkan keseharian dua gadis remaja beranjak dewasa, ada ciuman, ada menstruasi, ada kehilangan sahabat pertama  dan komunikasi kasih dengan ibu tunggal, 
     Arie aktif merambah ke penulisan cerita, blog, membuat reportase  acara pagelaran musik, melukis dan membuat video klip serta turut mengelola fans club Fariz RM “Komunitas Fantastic Fariz RM” untuk era kini. Arie  pun setia menyiapkan sarapan keluarga ditengah aneka kesibukannya. Kita sebagai penikmat cerita sangat beruntung, karena Arie mendedikasikan diri menulis karya kumcer yang menarik untuk kita baca. Arie piawai memadukan suasana informasi komunikasi tokoh protagonis - perempuan  bersnding tokoh antagonis – pria.  Kedua tokoh fasih berkomunikasi via perangkat multi media internet, facebook, telepon genggam, BB, seakan semua tak lagi berjarak. Cerita  pun dipadu bangunan simbolik di laptop dengan suasana  pohon - alam laras  suasana hati serta aneka cuplikan peristiwa penanda zaman dengan gaya bahasa  masa kini.
      Oke mengenai akhir cerita mungkin akan membuat pembaca tercengang, lalu kita sebagai pembaca menjadi penasaran, koq begitu akhirnya, surprisesurprise !   Selamat menikmati. Salam sehat sejahtera di penghujung  2013                                                                                                                                                                                                                                                                                                    
Rudi Pekerti
rpekerti@gmail com - penulis syair lagu Nuansa Bening 

                                            

Kisah-kisah

1.  Di Interlude Aku Jatuh Cinta
2.   Dandelion Dalam Rindu
3.  Cinta Sebatas Angan
4.  Wajah Di Balik Kerudung
5.  Surat Untuk Keith.
6.  Nyanyian Malam Hati Perempuan
7.  Pianoku Tercinta
8.  Meniti Asa