Jumat, 06 November 2015

Aktivitasku


Dua Tahun Merajut
(Anniversary Yoando Crochet)

Yoando Chrocet by Rie (Arie Rachmawati)


Merajut hobi terbaru yang mencuri perhatianku sejak 5 November 2013, tanpa terasa sudah dua tahun berlalu. Selama itu sudah banyak karya yang terlahir walau masih nyaman dengan ilmu kardi (kardi kependekan dari kareba dhibik =  karepe dewe = semau gue) alias jurus yang tercipta seketika saat merajut walau kadang menemui kesulitan namun itu salah satu bentuk tantangan sebagai perajut pemula. Setiap kali menyimak tayangan Youtube atau pola/diagram yang kudapatkan dari berbagai bentuk browsing-an di internet selalu timbul ide-ide baru yang mendorongku untuk berimprovisasi menciptakan rajutan baru, baik memakai haken atau breien.

Merajut awal jatuh cinta-nya pun pernah kutulis di blog ini, boleh klik link ini http://rachmarie-riritemaram.blogspot.co.id/2014/09/menikmati-waktu-3.html  disana bisa dibaca kembali proses mengenal rajutan. Berangkat dari nol dan benar - benar awam soal dunia rajutan hingga mengerti dan mengenal seluk beluk rajutan adalah proses yang menyenangkan, karena setiap hari menemukan hal baru yang ingin aku pelajari baik melalui tayangan tutorial rajutan, obrolan sesama perajut dan mendatangi toko rajutan dengan bertanya langsung. 


Teh Lina & Teh Defi
Crayon Craft Co
Saat membeli benang pun melalui beberapa info dan banyak menemui berbagai macam orang, ada yang bersedia memberitahukan ilmunya dengan cuma-cuma ada pula yang tergolong 'medit' alias pelit walaupun aku sudah membeli barang daganganya, Itulah manusia dengan berbagai karakter, namun paling nyaman dan bikin betah belajar hanya kudapatkan di tempat Crayon & Craft Co di jalan Aceh 15 (Kebun Sirih belakang Balkot) Bandung. Ngomong - ngomong soal tempat itu kutemukan dari hasil googling kemudian mendatanginya. Toko itu menjual berbagai macam keperluan yang berhubungan dengan prakarya. Toko itu dibagian depan memang banyak mengutamakan pajangan untuk clay. Selanjutnya dibagian belakang menyediakan peralatan urusan jahit-menjahit dan ruang belajar sesuai bagiannya. Setiap pembelian dengan nilai nominal tertentu mendapatkan free belajar merajut atau knitting bisa juga ketrampilan lainnya (sesuai keinginan). Free itu hanya berlaku sampai tiga bulan masa pembelian (dari struk belanja), otomatis aku sangat memanfaatkan hal tsb, bukan semata berbelanja saja tetapi sekalian mendapat ilmunya juga. Teteh Defi dan Teteh Lina adalah dua mentor yang sangat sabar & ramah dalam memperagakan cara belajar. 

Toko benang kedua yang memberiku rasa senang dan nyaman adalah Micky Mochko berada di dua tempat, yang satu di Blok M Plaza dan satunya lagi di rumah pemiliknya di dekat pasar Tebet. Pemiliknya sepasang kakek & nenek sangat ramah dan suasana tokonya asri menyenangkan. Datanglah kesana pasti kau akan merasakan seperti yang kurasakan saat menginjakkan kakiku disana. Imajinasiku pun menginginkan suatu saat aku ingin mempunyai toko seperti itu dihari-tuaku, selain menjual juga berbagi ilmu rajutan. 


Ningsih - Aku - Melanni
Ada juga toko benang di daerah Bogor, tempatnya aku peroleh dari Google, sayangnya saat kudatangi toko tsb bahkan tiga kali membeli benangnya keberadaan sang pemilik toko sangat kurang bersahabat. Mestinya sebagai pembeli tak harus diperlakukan sebagai raja walau itu mungkin wajib karena seorang pelanggan adalah tamu, layaknya tamu tetap dihormati dilayani. Barang yang dijual termasuk berbeda dari toko benang kebanyakan yang ada di pasar Anyar Bogor atau Pasar Bogor (daerah Surya Kencana) tetapi karena pelayanan yang bikin ilfil membuatku enggan kesana kembali. Itulah sebagian cerita tentang toko dan pemilik toko berserta barang dagangannya, mungkin bisa dijadikan referensi untuk berburu benang.


Aku suka menulis. Menulis bagian dari kenikmatan menjalani rutinitas hidup, dengan menulis aku bercerita tentang apa saja kegiatanku, terutama tentang rajutan. Info ini pernah kubagikan kepada sesama perajut yang mantan teman sekolah saat duduk di bangku sekolah menengah farmasi di Madiun, namanya CH. F. Nugrohorini ternyata ia merasakan hal yang sama denganku. Entahlah chemistry yang terbangun dengannya bisa sama, baik benang yang kami beli dan selera rajutan padahal selepas sekolah 1987 lalu kami berdua tidak pernah sekali pun bertemu. Ia tinggal di Cikarang dan aku di Bogor hanya kontak komunikasi melalui BBM danWhat'sApp saja. Menurutku ia termasuk tingkat rajutannya lebih profesional walau tetap merendahkan hati.

Masih teman sekolah selain Rini ada Shinta Indrasworo dan Syamsiati Ningrum yang merasa tertular rajutan, bedanya mereka denganku adalah mereka telah mengenal rajutan semenjak remaja sedang aku baru memulai dua tahun yang lalu. Itu teman ex SMF sementara teman semasa SMP adalah Melanni Widjaja, Sugihartatik dan Ida Suryani sesama orang Jember. Menurutku hasil rajutannya Melannie lebih terfokus kepada tas dan taplak. Levelnya setara Rini jam terbangnya lebih lama beberapa tahun yang lalu. Walau tergolong baru aku tak pernah merasa terlambat untuk memulai. Aku senang bahkan bisa menumbuhkan minat lama menjadi kegiatan baru setelah kita melepas rutinitas sebagai ibu rumah tangga.
Oleh-oleh dari Amsterdam


Toko Simple Style Tokyo Tower Japan
Toko yang di Bandung itu mungkin terbilang agak mahal barang disana, namun menjamin kepuasan berbelanja dan barangnya bagus. Diatas adalah cerita sebagian toko benang yang ada di Jakarta, Bandung dan Bogor belum berbagai kota lainnya. Serruu abiiiss dah ! Berburu benang itu bagian dari keseruan perjalanan saat traveling. Kusinggahi setiap kota ketika aku sedang berpergian, hingga sampai ke toko Simple Style di Kyoto Tower Japan dan Spootlight Singapore. Bahkan terakhir aku mendapatkan delapan benang import dari Amsterdam sebagai buah tangan dari Ibu Hedy Ornel. Berburu benang itu menyenangkan belum lagi bila hasilnya sudah berbentuk sesuatu yang kita inginkan lebih menyenangkan lagi.


Selesai merajut masih berlanjut dengan aktivitas menata kemudian memotret layaknya seorang fotografer profesional, mengambil beberapa sudut pemotretan. Usai itu mengedit dengan memilih foto untuk dibentuk dalam kolase dengan berbagai aplikasi yang ada. Hasil akhir adalah menayangkan di laman media sosoal seperti akun Facebook, Pinterest terakhir menjadikan hasil rajutan sebagai inspirasi menulis.


Berburu benang di 11 Kota
Hijab Galon
Hasil rajutanku bermacam -macam seperti : dompet kecil untuk hape, hijab (tutup) galon, taplak, alas mug dan pemanis mug, gantungan kunci, jepit rambut, magnetik kulkas, bros bunga, bandana, dan topi berserta syal (satu stel). Minatku lebih memfokuskan kepada rajutan syal baik dikerjakan dengan haken maupun breien. Syal dengan berbagai motif benang dan model rajutannya, karena ini termasuk handmade jadi untuk mengulang yang sama sangatlah sulit karena menurutku kehilangan kebebasan bereksperimen. 

Barakallah ! Menurutku itu proses kegiatan yang sangat mensumringahkan hati karena aku bisa menjadi apa saja, perajut, juru potret, tata busana sekaligus penulis. Seiring waktu inilah aktivitas terakhirku, karena merajut membuat hariku kian berwarna. Ternyata yang bermula dari sekedar mengatur pins di akun Pinterest hingga timbul minat ingin merajut dan akhirnya aku ingin menjadi perajut terkenal nantinya yang bisa memamerkan hasil karya sendiri, syukur - syukur bisa sampai keliling dunia. Wallahualam dan semoga Allah SWT mengistijabah doaku. Amin YRA. Terima kasih.


Salam
Arie Rachmawati
Posting Komentar