Minggu, 21 Agustus 2011

Edisi Ramadhan (9)

KEUTAMAAN TAUBAT
(diambil dari buku "Kisah-Kisah Orang Bertaubat"
karya Ali Mir Khalaf Zadeh)



Assalamualaikum Wr Wb
Orang yang paling dicintai Allah SWT adalah orang yang bertaubat dari dosa-dosanya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat " (QS.Al-Baqarah : 222)

Rasulullah saw, bersabda, "Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah."  Imam Muhammad Al-Baqir -salam atasnya- berkata, "Apabila seseorang kehilangan seekor unta beserta perbekalannya di kegelapan malam, kemudian dia menemukannya kembali, alangkah bahagianya dia. Ini sama seperti manusia yang kehilangan jalan kebenaran, melakukan perbuatan dosa serta kemaksiatan, dan sekarang bertaubat kepada Allah SWT. Maka, Allah SWT jauh lebih senang kepadanya daripada orang-orang bertaubat lainnya."

Dalam kesempatan lain, beliau berkata, "Allah SWT, lebih senang kepada taubatnya hamba-Nya ketimbang senangnya seorang pria mandul yang akhirnya beroleh anak, orang yang menemukan kembali barangnya yang hilang, atau orang yang kehausan dan mendapat barangnya hilang, atau mendapatkan air (alangkah bahagianya mereka yang beroleh keturunan, menemukan kembali barangnya yang hilang, atau mendapatkan air minum). Begitu pula dengan Allah SWT ketika melihat hamba-Nya bertaubat; Dia jauh lebih senang, melebih kesenangan mereka. sebab, Allah sangat mencintai hamba-Nya.

Syahid Ayatullah Dasteghib-semoga ridha Allah tercurah atasnya-dalam kitabnya al-Isti'adzah mengisahkan :

Setelah melaknat umatnya dan semua orang kafir ditelan banjir, datanglah kepada Nabi Nuh as berprofesi sebagai pembuat tembikar. Beliau selalu membuat tembikar dari tanah liat dan menjualnya setelah kering. Malaikat itu lantas membeli satu demi satu tembikar itu dan memecahkannya di hadapan beliau. Melihat itu, Nabi Nuh as tidak terima dan marah kepada sang pembeli seraya berkata, "Apa yang kau lakukan?"  Malaikat itu berkata, "Ini tak ada hubungannya dengan-mu. Aku telah membelinya dan terserah akan kuapakan barang ini!"

Nabi Nuh berkata, "Benar, tapi tembikar itu aku yang membuatnya."
Malaikat itu berkata, "Tembikar-tembikar ini memang engkau yang membuatnya, tapi bukan engkau yang menciptakannya. Begitu barang-barang ini kupecahkan, engkau marah padaku. Lantas, mengapa engkau melaknat umatmu sehingga semuanya binasa, padahal Allah telah menciptakan hamba-hamba-Nya dan mencintai mereka."  Setelah peristiwa ini, belaiua senantiasa menangis dan karena itulah beliau disebut Nuh.

Maksud kisah ini, Allah SWT sebagi Pencipta menyayangi makhluk-Nya. Allah SWT menegur nabi-Nya, "Mengapa engkau laknat umatmu, sehingga mereka binasa?"  Allah melakukan ini sebagai bentuk kasih sayang kepada hamba-Nya. Dalam Al-Qur'an, Allah mengingatkan dengan berpesan kepada umat manusia agar tidak termakan tipudaya setan. Benar, dunia adalah tempat tipu muslihat, dan setan adalah musuh (manusia).

Ayat dan riwayat ini mengisahkan bahwa Allah SWT senang kepada manusia yang setelah berdosa dan bermaksiat, menyesali perbuatanya serta datang ke "rumah" al-haq dan bertaubat. Sebab, Dia sangat mencintai manusia dan tak senang melihat hamba-Nya ini tergelincir ke dalam api neraka.
Andai luthf-Mu tiada, maka pancarkanlah sinar-Mu
Di manakah pikiran dan harta karun rahasia itu?
Harta karun rahasia itu menyimpan rahasia-Mu
Menyimpan beratus misteri di dadanya.
Namun pabila luthf-Mu tiada
Seseorang takkan mendapatkan harta karun itu
Selain beratus derita berupa uang recehan
Karna di tiap harta karun, Kau punya beratus simpanan
maka aku tak ingin Kau biarkan aku kecewa
Di jalan harapan nan berliku ini
Aku hanya berharap luthf-Mu, bukan selainnya

Semoga tulisan kali ini bermanfaat untuk kita. Senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan bertaubatlah sebelum malaikat maut menjemput kita. Semoga kita termasuk dalam kasih sayang-Nya, amin yra.

Marhaban Yaa Ramadhan

Wassalamualikum Wr Wb
arie rachmawati
Posting Komentar