Sabtu, 23 April 2011

T a u s i a h :


ISTIGHFAR, AYO ISTIGHFAR ...
Oleh: Arie Rachmawati


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pada suatu pagi berniat mencari file laporan keuangan majelis ta'lim Uswatun Hasanah, yang terselip diantara klipinganku, saya menemukan file ini. Tanpa bermaksud menggurui, izinkanlah saya berbagi untukmu, karena saya sayang kamu..saudara-saudaraku seiman. Semoga bermanfaat dan kita segera mengamalkan tanpa untuk menundanya..ah besok saja.

Bismillahirromanirohim

Istighfar berasal dari akar kata Ghafara yang artinya menutupi atau menghalangi. Dari lafadz Gahafara, lahir kata al-ghafuur yang berarti Maha Pengampun terhadap kesalahan hamba-Nya. Sebesar apapun kesalahan dan dosa yang diperbuat hamba-Nya tersebut. Sedangkan Al-Ghafaar adalah Maha Pengampun kepada hamba-Nya yang secara terus menerus berbuat kesalahan dan dosa.

Lafadz Istigfar artinya seorang hamba meminta ampun kepada Allah atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Seorang mengucapkan Istigfar berarti dia meminta kepada allah SWT supaya kesalahan dan dosanya ditutupi dan diampuni. Al-Khatib berkata : "Al-Ghafaaar artinya yang mengampuni hamba-Nya berkali-kali, setiap taubat diulangi atas satu dosa, maka berulang kali pula Allah memberi ampunan atasnya."

Allah Ta'ala berfirman : "Maka katakanlah kepada mereka mintahlah ampunan Tuhan kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun." (QS.71 :10)
WAKTU-WAKTU ISTIGHFAR :

1. Setiap selesai mengerjakan ibadah.
Tujuan dari Istighfar ini adalah untuk menutupi kekurangan dan menjadi penyempurnaan dari ibadah. Nabi Muhammad SAW menganjurkan supaya setiap habis sholat fardhu untuk membaca Istighfar 3 kali (HR.Jam'ah). Sedangkan setiap selesai ibadah haji, Allah Ta'ala berfirman : "Kemudian bertolaklah kamu dari bertolaknya orang-orang banyak dan mohon ampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.2:199)

2. Di Waktu Sahur.
Allah SWT berfirman :"Di waktu pagi mereka meminta ampun kepada Allah." (QS.51:19) Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda : "Tuhan kita setiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir." Allah berkata : "Orang yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Orang yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Orang yang meminta ampunan kepada-Ku, maka aku akan mengampuni-Nya." (HR.Bukhari & Muslim)

3. Sewaktu meninggalkan suatu majelis.
Rasulullahu SAW tidak akan berdiri dari suatu majelis melainkan membaca doa : Subhanaka wabihamdika, Laa Ilaha Illa annta, Astaqfiruka wa atubu ilaika Artinya : "Maha Suci Engkau, aku memuji-Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau, aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu." (HR.Hakim)

4. Membacakan Istighfar untuk orang meninggal.
Setelah menubur mayat, Nabi bersabda : "Beristighfarlah untuk saudara kalian dan berdoalah untuknya...sekarang dia sedang ditanya." (HR.Abu Dawud)


PENGARUH & MANFA'AT ISTIGHFAR :

1. Membaca Istighfar wujud dari ketaat perintah Allah SWT
Firman Allah SWT : " Mintalah ampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 73 : 20)

2. Membaca Istighfar membuka pintu rezeki
Firman Allah SWT : " Maka aku katakan kepada mereka,"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu untukmu dengan lebat, dan membahayakan harta dan anak-anaakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai," (QS.71 : 10-12)

Nabi Muhammad SAW bersadba : "Orang yang memperbanyak istighfar maka Allah akan menjadikan kemudahan dalam setiap kesusahannya, memberikan jalan keluar dari setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR.Ahmad)

3. Membaca Istighfar dapat menghapus dosa dari kesalahan
Firman Allah SWT : "Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau ,emganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dai pada Allah? dan mereka tidak menruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sunga-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah sebaik-baiknya pahala." (QS.3 : 135-136)

4. Membaca Istighfar dapat menolak siksa
Firman Allah SWT : "Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (Rasullah) berada di antara mereka dan tidaklah (pula) allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun." (QS.8 :33)

5. Membaca Istighfar dapat meninggikan derajat seseorang
Rasul SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang di surga. hamba itu bertanya, "Kenapa ini bis terjadi ya Allah?" Maka Allah menjawab, "Ini adalah buah dari istighfar anakmu untukmu." (HR.Ahmad)

SAYYIDUL ISTIGHFAR
Allahumma anta robbi
Laa ilaaha illa anta khalaqtanii
Wa anaa a'la ahdika
Wawa'dika maatatho'tu
Wa au'dzdzubika min syarrimaa shona'tu
Abuu u laka bini'matika a'layya
Wa abuu u bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudzdzunu illa anta
Artinya :
Ya Alllah Engkau adalah Tuhanku.
Tidak ada Tuhan selain Engkau.
Engkau telah menciptakanku.
Dan aku adalah hamba-Mu.
Dan aku berada di atas sumpah dan janjiku kepadamu sesuai kemampuanku.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku.
Aku mengakui nikmat-Mu.
Dan aku mengakui dosa-dosaku.
Maka ampunilah dosa-dosaku.
Maka sesungguhnya tidak ada yang memberi ampun terhadap dosa dan kesalahan selain Engkau." (HR.Muslim)

"Barang siapa membacanya di waktu permukaan siang dengan penuh keyakinan dan dia meninggal pada siang itu sebelum masuk waktu sore, maka dia termasuk ahli surga. Barang siapa yang membaca pada permukaan malam dengan penuh keyakinan dan dia meninggal pada malam itu sebelum masuk subuh, dia termasuk ahli surga." (HR.Bukhari)

Catatan :
* QS. 2 ~ Al-Baqarah ~ Sapi Betina
* QS. 3 ~ Ali Imron ~ Keluarga Imron
* QS.71 ~ Nuh ~ Nabi Nuh
* QS.73 ~ Al-Muzzammil ~ Orang-orang yang berselimut

* Pembelajaran pengajian majelis ta'lim Uswatun Hasanah pada hari Rabu, 12 Desember 2007, oleh Ustadz Addausi. Alhamdulillah


Wassalamualaikum Wr.Wb
arie rachmawati

Kangen Jember (Aku Ingin Pulang)



Pengamen khas Jember - Gaya Bul-Bul
photography by Agus 'Hadhie' Supriadi


Kemarin aku menemukan satu kotak berisi surat-surat yang ditulis tangan oleh orang-orang terdekat yang teramat sayang kepadaku. Di antaranya ada surat dari Bapak, di tulisnya di tahun 1994, 17 tahun yang lalu. Tulisan itu masih rapi dan tidak luntur tintanya. Ada juga tulisan ketikan dari Mama yang saat itu bekerja sebagai wartawati ibu kota, bahkan sempat menjadi sekretaris redaksi majalah, sebelum mengakhiri masa baktinya.Terselip pula tulisan tangan pak Christian Fatholon, guru Fisika dan Matematika saat sekolah di farmasi, dan beberapa teman sahabat pena.

Setumpuk tulisan usang itu ternyata menyimpan segudang cerita dan membawa lamunanku menembus lorong waktu. Aku rindu kota kelahiranku, Jember. "Aku ingin pulang," batinku. Terinspirasi judul lagu Ebit.G.Ade, aku memilih judul untuk catatanku kali ini. Sudah lama aku meninggalkan kota itu. Tahun 1984 saat aku melanjutkan sekolah ke Madiun. Tiga tahun kulepas Jember-ku. Perlahan teman-teman melupakanku. "Nang ndih kowe saiki,Rie?" Begitu pertanyaan yang sempat mereka tanyakan kepadaku. Waktu itu aku bertemu dengan Nine Santi (ex SDN Pagah) dan Andy Suparwanto (ex 3C/SMP1Jbr), saat dipertemukan dalam satu gerbong kereta api.

Sekitar Mei 1987 hingga Juli 1992 aku tinggal di Jember dengan suasana berbeda. Setelah lulus SMF bekerja di Apotik Bima, kemudian aku berkeluarga. Beberapa tahun kemudian suamiku memboyong kami ke Jambi. 16 Agustus 1002 untuk keduakalinya aku meninggalkan Jember. Dalam perantauan serasa dalam pengasingan. Hidup dengan beberapa suku daerah yang dulu aku mengenalnya dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Beradaptasi menjadi nilai pengalaman yang berharga.

Selama tiga belas tahun di Jambi, kepulanganku bisa dihitung dengan jari. Dan nyaris aku melupakan segala tradisi Jember-ku seperti TAJEM yaitu gerak jalan menempuh 36 Km antara Tanggul - Jember yang menjadi rangakaian penutup perayaan acara HUT RI. Bahkan dulu aku yang akrab dengan pasukan Drum Band SMP1 Jember. Jember kini terbenan dalam kenangan.

Mesjid Jami' yang berada di pusat kota, dan depan alun-alun kota Jember adalah bangunan kuno yang hingga kini masih tegar berdiri. Mengingatkan diriku saat melintas dalam sapaan pagi sewaktu berangkat sekolah.Dalam foto kiriman kakaku itu masih terlihat seperti dulu.Waktu menggulung menjadi keping-keping memori dan diletakkan pada satu kotak masa lalu.

Delapan belas bulan yang lalu saat aku sudah nongkrong di facebook, aku seperti surfing seorang diri. Jagat maya ini begitu luas, hanya aku temukan segintir manusia dari masa dulu dengan identitas baru. Bahkan hampir semua penghuni kota Jember memadati daftar pertemananku. Jagat maya-ku pun penuh sesak mereka-mereka yang pernah tinggal di Jember dan kini bertaburan di muka bumi ini.

Memoriku berloading, please wait...

Lintasan kenangan itu membawa ke masa lalu. Saat aku masih kelas 6 SD, bapak pengamen ini memiliki tubuh tinggi besar, dengan dua kaki yang besar dan bulu kakinya lebat. Gaya Bul-bul ini mempunyai ciri khasnya yang bergaya wanita seksi dengan kustom beraneka ragam. Hari ini tampil dengan kebaya, lengkap bantalan empuk untuk pengganti payudara dan pantatnya biar kelihatan semok. Sementara rambutnya berkonde besar. Besok beliau bergaya ibu rumah tangga memakai daster dan masih berkonde. Lusa beliau memakai rok mini. Khasnya yang lain adalah bibir merah merakah, make-up kontras bin menor dan gaya megal - megolnya itu dengan membawa kecek-kecek sejenis perkusi untuk irama dangdut. Aku ingat pernah juga ia membawa semacam gitar yg dibuatnya sendiri dari kotak kayu bekas dengan senar. Nadanya? Ah..jangan kau tanyakan. Nada dan iramanya pun kadang merdu kadang fals. Sepertinya banyak falsnya yang penting adalah mengihibur.

Gaya Bul-Bul, jangan bilang tak kenal. Aku yang sudah lama meninggalkan Jember-ku untuk yang satu ini aku masih ingat jelas. Cengkokan suara dan gayanya itu. Intro : Jreng..jreng lalu masuk lagu, "Guantengnya pacarku..oik...Guantengnya pacarku..oik" dan anak-anak kecil yang mengelilinginya pada ikutan njoget. Ibu-ibu mereka ikut senyum sumringah, dengan senang hati tangan-tangan kanan mereka meraih dompet, mencari kepingan logam untuk berpindah tangan pada beliau. Seikhlasnya menukar rupiah dengan hiburan ringan dan jarang. Pada kunjungan berikutnya belum tentu aku, kamu, kita dapat melihat aksinya. Kedatangannya tak diduga namun selalu bikin gemes. Lagu-lagunya pun mengikuti trend tangga lagu ala MTV Ampuh. Tapi seingatku yang tak lekang oleh waktu lagu favoritnya adalah Sekuntum Mawar Merah

Semoga di waktu mendatang aku bisa dipertemukan kembali dengan beliau yang berumur panjang itu. Akan kuajak untuk berfoto bersama itu niatku. Beliau juga seorang seniman tak mesti mengejar popularitas. Kepentingan utama adalah mengejar setoran untuk kelangsungan hidupnya. Dan tentu Beliau akan mengejar tangan-tangan yang usil bila mengganggu privacy-nya.

Terakhir aku melihat aksinta si Gaya Bul-Bul itu waktu anak sulungku sekitar 2,5 tahun (kini Ryo berumur 20 tahun,4 bulan). Ryo kecil bersama Nita sepupunya ikutan goyang dombret, sambil tertawa geli. Si Gaya Bul-Bul nggak pernah marah bila dipanggil wadam. Beliau menjalankan profesinya dengan ikhlas sebagai penghibur dari kampung ke kampung, dari gang ke gang. tat rias diwajahnya tak pernah luntur meskipun make-up telah terhapus peluh keringat. Panas dan hujan adalah sahabat dalam perjalanan. Semangat pengalamen jalanan si Gaya Bul- Bul tak memudar, seperti itu semangatku.untuk bisa pulang ke Jember.

Lagu AKU INGIN PULANG
Cipt : Ebit .G.Ade


Kemanapun aku pergi
Bayang-bayngmu mengejar
Bersembunyi di mana pun
Slalu engkau temukan
Aku merasa letih dan ingin sendiri

Kutanyakan pada siapa tak ada yang menjawab
Sebab semua peristiwa
hanya di rongga dada
Pergulatan yang panjang dalam kesunyian

Aku mencari jawaban di laut
Ku sadari langkah menyusuri pantai
Aku merasa mendengar suara
Menutupi jalan
Menghentikan pertualangan
Du..du..du..

Kemanana pun aku pergi
Selalu ku bawa-bawa
Perasaan yang bersalah, datang menghantuiku
Masih mungkinkah pintu-Mu ku buka
Dengan kunci yang pernag kupatahkan
Lihatlah aku terkapar dan luka
Dengarkanlah jerita dari dalam jiwa

Aku ingin pulang...uhu..
Aku harus pulang...uhu..
(diulang hingga habis)



Pulang meluangkan waktu mencari puzzle kenangan masa lalu yang tertinggal di sudut waktu. Menyelusuri jalanan yang pernah kulalui saat berangkat dan pulang sekolah. Menikmati lagi sentuhan kuliner di pelosok tempat tersembunyi penuh memori. Mencari teman - teman yang tercerai-berai keberadaannya. Membungkus oleh-oleh khas Jember. Menyapa sosok khas melegenda yang belum terbidik kamera kakakku. Menyusun segudang angan yang masih tersangkut dimimpi, Insha Allah saya pulang ke Jember. 


Medio, Bogor 14 April 2010 / 23 :13


Salam
Arie Rachmawati

Sabtu, 16 April 2011

P u i s i k u :

Kumpulan Puisiku 2010




Lelaki Malam 
by Arie Rachmawati

...
menangis tanpa air mata
pedih
merindu tanpa bayang
nelangsa
merambah tanpa alas
semu
melumat tanpa bibir
hampa
membunuh tanpa belati
perih
itulah kau lelaki malamku
pada malam-malam panjang yang lalu
...
medio:amarilis, 05.maret.2010 jam 19:27


Rinduku
by Arie Rachmawati
...
rinduku meradang
lalu menjerit
seperti tercabik-cabik
ah...keburu luka

rinduku menggumpal
lalu menumpuk
kemudian menggulung
dibawa orang
ah...keburu kabur

medio:amarilis, 22.maret.2010 jam 19:32:35


Ini Bukan Puisi
by Arie Rachmawati
...
kau pinta aku jangan pergi
namun kau sendiri suka pergi tanpa pamit
kau curi hatiku diam-diam
namun saat kuberi 1/32 *bagian terindahnya kau menghindar
kau selalu puji karyaku hingga aku tertegun
namun karyamu lebih istimewa dari smua untaian yg pernah kutemui
kau dan kau lagi kini menyusup namamu penuhi ruang hatiku
kau buatku tersanjung seakan langkahku tiba di tangga kaki langit ketujuh
kau dan kau lagi
saat kuingin menemuimu dalam nyata tawaranku tak terjawab
dan kau biarkan itu terbawa air hujan
aku malu padamu,benar !
aku tak pantas diperlakukan istimewa
dalam puisimu itu mengundang beberapa mata menatapku tak bersahabat

medio:amarilis,21 maret 2010 jam 13:50

note :
*1/32 adalah sepertigapuluh-dua judul lagu dalam album TRAPESIUM - SYMPHONY



Seperti ...
by Arie Rachmawati

...
seperti awan putih empuk
seperti langit biru jernih
seperti desiran angin syahdu
seperti lambaian nyiur kelapa menyibak hari
seperti jajaran bukit bergandengan
seperti itu lukisan hatiku...kemarin,
bukan hari ini
...
medio:amrilis 05.maret.2010 jam 18:30





Hanya Kamu
by Arie Rachmawati

...
secarik kertas kutulis namamu
namamu penuhi secarik kertas itu
secarik kertas kugambar wajahmu
wajahmu penuhi secarik kertas itu
namamu dan gambarmu
penuhi secarik kertas itu
tak ada namaku
tak ada gambarku
hanya kamu
dan kamu saja
penuh
penuh sekali
hingga tak jelas lagi
...

medio:amarilis,05.maret.2010 jam 19:06





Di Antara Gerimis
by Arie Rachmawati

...
di antara gerimis ada butiran bening mengalir dari sudut mata
di antara gerimis ada tatapan sendu
di antara gerimis ada pertautan lirih
di antara gerimis ada dekapan kasih
di antara gerimis ada bayanganmu menari
di antara gerimis ada rindu...
aku kehilangan kau,ketika kau pergi
(Ich hab' Dich Vermißt)
dan
aku rindu kau kemarin,hari ini dan esok
...

medio:amarilis,05.feb.2010 jam 08:28



Sehari
by Arie Rachmawati
...
kemarin
pagi menyapaku ramah
menebarkan mewangian
menghantar nada rindu
matahari tersenyum sumringah
mengusir embun dengan lembut
menyibak pagi penuh asa

l a l u

dalam hitungan menit berganti
langit pucat
mendung menggantung
rinai gerimis bagai tirai basah
guntur pun memekik
sehari dalam putaran waktu
ada terang,ada gelap
ada suka,ada duka
sehari hanya sehari bersamamu
...

medio:amarilis,17 juni 2010 jam 17:17


Rabu, 13 April 2011

P u i s i k u :


Kumpulan Puisiku 2011




J A N J I
by Arie Rachmawati
. . .
bila suatu saat aku ingin menemuimu
masihkah kamu punya waktu untukku?
bila suatu saat aku merindukanmu,
masihkah kamu sediakan waktumu?
pasti aku senang ada kamu meski dalam maya
dan
sangat bahagia kalau bisa peluk kamu dalam dunia nyata
. . .
medio: 05.07.2009 (22:10:19)





Sebaris Angka
by Arie Rachmawati

. . .
kau tanyakan sebaris angka padaku
dadaku berdegup kencang
seorang dewa membuatku terpesona
hingga tak ingat lagi sebaris angka itu
sebaris angka memuat nomor selulerku pun tak ingat!
. . .
medio:awaljuli 2009



Jumpa Pertama
by Arie Rachmawati

...
kuberanikan diri,
melangkah kearahmu
dengan sisa gemuruh di hati
kuingin,
sapamu penuh kehangatan
di antara senyum yang tersimpan
kujabat,
tanganmu penuh keakraban
tawaran sederhana
kusimpan,
cerita yang tercipta
dalam mem0ri tanpa batas
kutunggu,
jumpa kamu lagi
di hari nanti tanpa pasti
...
medio:amarilis,17.06.2009 (23:00)



Selintas Lalu
by Arie Rachmawati

...
petang bermain jingga
langit begitu cerah
satu per satu
terjalin cerita indah
tapi,
tak juga membuatmu luluh
mungkin ini bagimu
hanya selintas lalu
...
medio:puncak,24.03.2009/17:19



Seratus Puisi
by Arie Rachmawati

...
ia akan datang dengan seratus puisi
ia akan datang tawarkan sebuah mimpi indah
ia akan datang menerbangkan angan
justru sekarang
ia datang memberiku air mata
...

medio:amarilis,25.05.2010



H E N I N G
by Arie Rachmawati

...
hening,
malam pun tenggelam dalam luruh
nafas nafas bersatu dalam mimpi

hening,
berbaris doa memenuhi malamku
kupinta hadir-Mu Yaa Rabb
menyentuh doaku dekat di dekatnya

hening,
membelaiku dalam air mata
atas nikmat sgala nikmat-Mu
hadirkan impian menjelma nyata

hening,
di antara ayat-ayat-Mu
kini sujudku
kupersembahkan untuk-Mu
...

medio:bintaro,21.05.2010 (02:15)




Cinta Yang Dewasa
by Arie Rachmawati

...
matamu berbinar
saat kau temukan cinta
cinta yang kau cari lebih dari separuh usiamu
teriakmu bahagia
senandungmu ceria
aku butuh cinta
(bisikmu)
cinta yang dewasa
(bisikmu lagi)
cinta yang dewasa 100 kali kau serukan pada alam semesta
riuhnya desiran angin
gemulainya dedaunan menari
teduhnya langit
adalah tanda alam memberi selamat
cinta yang dewasa?
seperti apa?
(tanyaku)
diam,diam,diam
lalu kau beranjak meninggalkan aku...

medio, amarilis,07.06.2010



Ajari Aku Mengenalmu
by Arie Rachmawati

...
ternyata aku tak mengenalmu
meski kau dekat di dekatku
dan kita slalu bersama
ternyata aku sering membuatmu marah
dan tak kusadari itu
kau terlalu baik untukku
maafkan aku
semua terlambat sudah
dan kini kau meninggalkanku
andai kau ajari aku mengenalmu
semua ini tak akan terjadi
...
medio, amarilis,09.09.2010



Subuh Bersamamu
by Arie Rachmawati
...
adzan subuh berkumandang
kemarin, hari ini juga esok
subuh adalah bayi pagi
memekik teriakan tangisnya
subuh,
subuh,
dan subuh lagi
tumpukan subuh menggiring pada
langkah kian menepi di ujung hari
waktu telah menggulungmu
Allahu Akbar...
di subuh ini akhirnya kutemukan dirimu
...

medio : amarilis, 14.07.2010 / 04:59:18



Merengkuh Sepi
by Arie Rachmawati

...
sendiri berteman sepi
bermain hening
melumat rindu
tak ada lagi yang menemani diri
kau telah beranjak dan pergi
kita berjalan sendiri-sendiri
biarlah,
aku tak ingin berbagi hati
sendiri kutuntaskan sepi
merengkuh sepi
...

medio : amarilis, 14.07.2010 / 16:11:56

C e r p e n k u :



DI INTERLUDE AKU JATUH CINTA

Oleh : Arie Rachmawati
(dimuat di tabloid "Gema Publik" edisi no1/ Senin 28-02-2011)


Senja merah merona jatuh di ujung kaki langit Jakarta, indah sekali di antara birunya langit yang bersih dan awan berarak berganti rupa. Saat itu lamunanku tersadar oleh dering ponsel. Teringat aku setahun lalu, saat gitaris itu datang menempati tempat favoritnya diujung koridor. Hampir tiga bulan ia dengan beberapa temannya sesama musisi sering mengunjungi tempatku bekerja sebagai waitress di lounge.
Semula kehadirannya kuanggap biasa saja, layaknya pengunjung-pengunjung lounge lainnya. Datang dan pergi menikmati suasana lounge yang terletak jauh dari keramaian kota dan selalu menawarkan sesuatu yang berbeda pada setiap akhir pekan.
Ia selalu duduk sendiri memojok pada sudut ruangan, saat teman-temannya satu per satu meninggalkan dirinya. Ia senantiasa memetik gitar dan di atas meja selalu berserakan kertas-kertas berisi partitur lagu. Aku tahu hal itu karena dulu aku sempat belajar musik walau tak mengenal not balok hanya notasi lagu saja, selebihnya harus berani bermain improvisasi.
Ia adalah sahabat dari pemilik lounge ini, meski di antara majikanku dengannya jarang bertemu muka. Aku juga baru mengetahui kalau ia seorang musisi senior yang di jaman kejayaannya menghasilkan lagu-lagu yang menyentuh dan meledak di blantika musik.

Bermula pada suatu malam, saat ia tinggal sendiri di sudut ruangan dekat kolam ikan, tak jauh dari tempatku duduk. Malam itu aku shift malam dan pengunjung satu per satu sudah meninggalkan lounge.
Ia berambutnya hitam sedikit gondrong, kurus, tinggi, dan berkumis hitam yang berbaris penuh. Sebentar–sebentar ia berdiri di ujung koridor mematung, lalu menyulutkan api pada sebatang cerutu yg dipegangnya kemudian mematikan apinya.
Tingkahnya tenang, tetapi matanya gelisah. Bahkan ia tak menyadari bahwa ada sepasang mata mengikuti setiap sudut arah pandangnya. Batang cerutu itu kembali berasap. Ada kenikmatan dalam setiap hisapannya, lalu perlahan dihembuskan asap itu membentuk lingkaran. Aku cukup menyebutnya “Lelaki Bercerutu,” karena cerutu itu tak pernah lepas dari tangan kirinya. Kadang aku merasa dekat, saat mengantarkan segelas Inca Cola pesanannya.
Empat mata itu bertemu dalam satu pandang. Ketika mata itu semakin dekat aku melihat keseluruhan sosoknya dan mulai terpikat. “Ah, sialan aku tertangkap basah,” gumamrku dalam hati. Aku menyadari ternyata ia tersenyum dan itu membuatku lupa menanyakan menu tambahan untuk pemesanan berikutnya. “Terima kasih,” balasnya singkat.
Suatu hari, tidak seperti biasanya, kali ini aku menjumpainya di siang hari, kemudian ia melempar senyum kepadaku. Aku tertegun sejenak melihat sosok yang selama ini kukenal ternyata kini jauh berbeda. Ia berada di depanku dengan potongan rambutnya rapi, bahkan wajahnya ada yang beda yaitu tanpa berkumis. Gitar klasik itu masih dalam pangkuannya dengan gaya khasnya memetik gitar dan mengalun lagu demi lagu.
Ditengah terangnya hari tiba-tiba gerimis turun, jatuhnya air dari langit seakan mengikuti ketukan birama lagu. Di luar dugaan, ia menahan tanganku, saat itu aku baru menaruh pesanan menu di atas meja, karena aku terkejut maka segelas orange juice itu tumpah mengenai kertas–kertas bertuliskan not balok menjadi luntur tak terbaca lagi.
“Maaf pak, maaf saya tidak sengaja, maaf,” ucapku berulang kali memohon maaf. Wajahnya tanpa ekspresi marah sedikit pun, bahkan ikut membantu membenahi barang–barang yang berantakan di atas meja.
“Nggak apa–apa. Aku yang salah. Semestinya aku tak membuatmu terkejut, jadi maafkan aku ya?” pintanya lembut. Tangannya menyentuh punggung tangan kananku, seketika wajahku serasa tersiram air dan mengangguk pasrah.
Syukurlah kejadian itu tak diketahui pegawai lain. Aku mengambil langkah seribu dan bersembunyi di balik rak piring di dapur. Dadaku berdegup kencang. Kedua telapak tanganku pun menjadi dingin seketika. Sentuhan sesaat itu telah membuat sekujur tubuhku seperti mendapat sengatan listrik yang dahsyat. Aku tersipu malu.
Semenjak itu ia menawarkan jalinan pertemanan meski tak banyak bicara. Dan seperti biasa ia masih setia duduk di kursi yang sama di ujung koridor lounge ini. Tangannya tak pernah lepas memangku gitar akustiknya. Nada dan irama masih seperti yang kemarin, sepertinya valse itu masih belum tergeser. Dan setiap petikan gitarnya seolah–olah membuatku menjadi kenikmatan tersendiri kala kepenatan mulai memenuhi jadwal kerjaku.
Sudah seminggu lebih aku tak pernah melihatnya lagi, bahkan rombongan teman–teman musisi itu juga sudah lama tak singgah ke lounge ini. Berita yang beredar mereka tengah menggarap album baru. Untuk kebangkitan kembali grup bandnya itu. Aku membetulkan letak kacamata minusku dan kembali merajut benang wol berwarna hijau toska itu menjadi sebuah syal. Beberapa rajutan lagi kelar tinggal membuat rumbai–rumbainya saja. Aku berharap syal sederhana itu bisa bermanfaat buatnya. Ada sebersit rasa ragu, akankah keinginanku itu bisa diterimanya.
Rupanya malam itu sang Dewi Amor tengah berpihak padaku. Ia datang menghampiriku dan duduk tepat di depanku melantunkan satu lagu. Hingga pada sebuah musik tengah sebuah lagu atau interlude, serasa aku terhipnotis. Interlude itu sering kudengar beberapa waktu yang lalu. Rasa haru menyeruak dan berhasil aku sembunyikan beningan cair itu yang membuncah di sudut mata.
Ketika aku beranjak, tiba-tiba tangannya menahanku. Ia menyuruhku bertahan seraya berkata, “Duduklah, nikmati satu lagu lagi untukmu,” pintanya. Intro itu mengalun dengan syahdu. Aku duduk berhadap-hadapan dengannya, pandangan mata kami saling beradu dan saling berbicara tanpa satu kedipan. Hatiku bergemuruh, sedang mulut dan bibir terkunci diam. Suasana hening hanya terdengar petikan gitar itu merajai suasana tenggelam sampai petikan terakhir. Serasa dalam mimpi dan tak ingin terbangun.
“Siapa namamu,” sapanya.
“Denyar,” jawabku singkat.
“Denyar..., Denyar? Hmm..., nama yang unik,” jawabnya seperti tengah berpikir.
“Hanya itu?” ulangnya lembut.
“Yaa...” jawabku mengangguk pelan.
“Kamu tahu arti namamu?” tanyanya lagi.
“Ya, artinya semacam firasat,” jawabku pendek.
“Benar. Denyar semacam serabut halus yang ada di dalam hati. Kita bisa merasakan sebagai pertanda semacam firasat, intuisi, atau ilham. Ya begitulah, kreatif juga orang tuamu,ya?” balasnya dengan senyum.
“Denyar, boleh aku panggil kamu dengan panggilan, Ar saja?” ucapnya memohon.
“Namaku James Wong. Panggil aku Jim saja!. Tanpa pak, ya?”ucapnya sambil mengulurkan tangan.
“Iya, terima kasih, pak Jim. Maaf, saya pamit banyak perkerjaan yang harus diselesaikan. Maaf, mungkin lain kali kita bisa ngobrol banyak,” balasku dengan santun menyudahi pembicaraan itu. Aku segera menghilang di balik tembok yang memisahkan ruangan tengah dan ruang samping. Suaranya serak dan berat, namun lembut ada kedamaian saat ia berkata, benar-benar telah membuatku mabok kepayang.
Hari itu aku baru selesai shift sore, pak Jim sudah menunggu di beranda. Malam itu kami menghabiskan waktu untuk mengobrol dan sesekali ia memainkan gitar akustiknya. Kali ini interlude itu dalam kesempurnaan. Interlude yang pernah dipersembahkan untukku. Ada senyum kepuasaan terlihat di wajahnya. Dan aku menikmati suasana itu.
“Maaf, sebelumnya saya tidak mengetahui siapa bapak. Teman–teman disini mengatakan bapak dulu musisi dan pencipta lagu. Saya lebih suka merajut, sambil mendengarkan musik intrumentalia. Maaf saya, kurang pergaulan,” kataku membuka pembicaraan.
“Ha ha ha, seleramu bagus juga. Jarang gadis seusiamu menyukai pekerjaan tangan semacam itu. Salut!! Oya aku dengar, kamu suka menulis. Selain menulis cerpen, menulis apa lagi?” tanyanya menyelidik.
“Menulis?” tanyaku ulang.
“Siapa yang mengatakan demikian, Pak?” Pikiranku langsung tertuju pada ibu Mia pemilik lounge ini. Hanya beliau yang mengetahui aku suka menulis cerpen. Kebetulan malam itu tiba–tiba Ibu Mia muncul dan ikut bergabung dalam pembicaraan.
“Wah, rupanya kalian sudah akrab, ya? Syukurlah tak perlu lagi saya mengenalkan kalian masing-masing.” Aku menjadi salah tingkah namun situasi itu segera terkendali.
“Duduklah Denyar, tugasmu sudah selesai, bukan? Menemani dan membuat nyaman para tamu adalah servise lounge kita, bukan?” ucap Ibu Mia mempersilahkanku. Kami bertiga larut dalam canda, meski dalam keadaan itu aku hanya sebagai pendengar baik saja. Kemudian, Ibu Mia segera pamit dan tinggallah kami berdua.
“Ar, besok malam aku kembali ke Amersfoort.”
“Amersfoots? Di mana itu?”
“Dekat Belanda.”
“Apakah itu dalam waktu lama atau sebentar saja?”
“Apa kau tak tahu aku tinggal di sana. Kunjunganku ke Indonesia karena teman-teman akan membuat album lagi, sekedar reuni dan nostalgia dalam bermusik.” Aku mengangguk, karena memang tak tahu beradaannya selama ini.
“Secepat itu? Aku merasa baru mengenalmu.”
“Ya. Tapi aku sudah menundanya hingga besok. Semestinya dua minggu lalu aku kembali ke Amersfoort. Kamu tahu kenapa, Ar?” Aku tentu saja menggelengkan kepala dan tak meningkahi pembicaraan itu. Gemuruh di dadaku mulai bangkit, menantikan ia melanjutkan cerita.
“Karena, tiga minggu terakhir ini aku merasa dekat denganmu. Dan, aku diam–diam mengamatimu dengan bantuan Mia. Aku sudah membaca tulisanmu di buku bersampul jingga itu. Aku tertarik dan suka caramu menulis. Liar, bebas dan polos. Mungkin suatu saat kita bisa duduk bersama menulis lirik lagu. Teruskan Ar dan aku akan berdoa untukmu. Aku yakin kamu kelak akan menjadi seorang penulis terkenal,” tuturnya dengan panjang lebar.
“Benarkah? Musisi sehebat kamu menawarkan itu untukku? Ah, jangan membuatku melayang,” kataku dengan becanda dengan hati berbungah.
“Kenapa harus dipungkiri bukankah di bukumu itu bercerita tentang perasaanmu terhadapku. Justru akulah yang merasa tersanjung, Ar.”
“Akulah yang tersanjung, orang sehebat kamu peduli dan perhatian padaku, aku hanya seorang waitress, tak lebih.”
“Huuush..., kamu ngomong apa sih?. Aku melihat sesuatu yang lebih dalam dirimu yang belum terungkap, percayalah.” Kemudian ia duduk merapat dan aku jatuh dalam pelukannya. Sementara malam kian tengelam dan larut hanya bintang gemintang bertaburan di langit gelap. Semilir angin malam menyapu keheningan.
“Tinggalkan sebaris angka nomor selulermu, biar kita tetap berhubungan walau jarak memisahkan kita.” bisiknya ditelingaku.
“Sebentar ya, aku punya sesuatu untukmu.” Segera aku mengeluarkan bingkisan dari tas. Kuberikan itu kepadanya. Aku berharap cemas saat ia membukanya dengan perlahan dengan sorot matanya sesekali tertuju padaku.
“Maaf, aku belum sempat membungkusnya dengan rapi, baru tadi pagi syal ini kelar. Aku berharap kau menyukainya.”
“Terima kasih ya, Ar.” Satu helaan nafas panjang. Ia memberikan kembali bingkisan itu kepadaku dan aku melilitkan syal hijau toska itu pada lehernya, kemudian ia membalasnya dengan satu kecupan di keningku. Kali ini aku benar–benar tak bisa lagi membendung rasa mengharu-biru itu. Dan membiarkan keadaan berlaku. Malam itu adalah malam terindah sepanjang hidupku.
Waktu bergulir, menggulung hari demi hari. Pertautan itu telah berjalan setahun lebih. Aku tak lagi bekerja di lounge itu, sejak ia pamit kembali ke Amersfoort. Komunikasi kami terbatas jarak dan waktu, hanya lewat facebook-lah alat satu-satunya yang bisa membuat ruang rindu itu semakin penuh angan dan impian.
Menjalin kata dalam status dan meng-upload foto baru darinya adalah kegiatan yang amat kunantikan. Hingga suatu hari, aku baru mengetahui keberadaannya setelah sekian lama tidak aktif. Berita merebak bahwa ia tengah mendapat perawatan khusus karena penyakitnya rada serius. Beberapa support dan ucapan dari sahabat-sahabatnya memenuhi dinding facebook-nya. Tentu hal itu amat membuatku tak tenang.
Seperti awan gelisah berganti rupa dan pepohonan menggugurkan daun-daun kering, melayang jatuh ke tanah dan terbuang. Beberapa kali aku menghubungi seluler-nya pun tak berbalas. Satu-satunya orang yang bisa kuhubungi adalah Ibu Mia, sayang nomor itu sudah tak aktif lagi. Jalan satu-satunya mendatangi tempatku bekerja dulu.
Bersamaan itu langkahku membawa ke lounge itu menghadirkan sekelebat wajahnya yang teduh, tengah memetik gitar akustik. Wajah yang pernah akrab dengan sentuhan interlude yang selalu diulang untuk hasil akhir yang sempurna.
Ibu Mia tiba-tiba berdiri di depanku dengan sepasang mata yang sembab dan memeluk diriku. “Maafkan aku ya Denyar, sudah lama ia menitipkan ini padaku. Aku terlalu sibuk hingga aku nggak sempat menghubungimu. Dan aku ganti nomor. Ia, Jim sudah berpulang seminggu yang lalu. Aku kehilangan seorang sahabat,” ucapnya panjang lebar di antara isak tangisnya.
“Meninggal dunia? Kapan, Bu?“

“Ia dimakamkan di mana, Bu?“ tanyaku gamang.
“Di Amersfoort, bersebelahan dengan mendiang istrinya.“ Aku hanya diam terpaku, serasa tak percaya berita duka itu. Kini sebuah compact disc berpindah tangan kepadaku. Dalam genggamanku aku membaca sebuah tulisan, “Buat Teman Malamku.”
Ada rasa haru yang amat dalam yang menguasai relung hatiku. Aku berusaha pasrah bahwa seseorang yang pernah melewati malam-malam panjang bersamaku, kini telah menuju sang Pencipta kembali kepada-Nya.
Aku baru mengenalnya dan merasa dekat dengan sosoknya yang bersahaja. Namun kedekatan itu serasa aku telah mengenalnya sekian waktu yang lama. Petikan gitarnya dalam album soft launching itu sebagai penawar rindu, dalam interlude aku pernah jatuh cinta pada lagu itu. Mengalun dalam keheningan, sebuah senandung malam dalam petikan gitar akustik mengantar pada akhir perjalanan hidupnya.
“Selamat Jalan James Wong, petikan gitarmu mengalun abadi dalam kalbuku.“


SEKIAN.
(Buat : Alm.Jimmy Paais /SYMPHONY-JRS)

Selasa, 15 Februari 2011

Fariz Roestam Moenaf

Lima Satu Lima Satu Untuk Fariz RM
by Arie Rachmawati on Thursday, January 21, 2010 at 1:27am





Dear temans,
Maaf bila pada hari ini,aku baru bisa menampilkan Note ULTAH FARIZ RM,setelah hari melangkah kedepan enam belas hari dari hari ultahnya yang jatuh 5 Januari 2010 lalu.
Tak apalah, kita kembali merunut kejadian itu. Yang mempertemukan kita para fans Fariz RM berakrab ria di inbox seolah-olah kita sudah saling mengenal pribadi masing-masing. Kemudian atas dasar niat maka kita semua dapat berkumpul bersama Idola kita, mengenal lebih dekat seorang Fariz RM.



*Lima Satu Lima Satu*


Pada hari ke 5 bulan ke 1 usiamu 51
Serangkai Matematika yang indah bukan?
Dan hanya terjadi tahun ini
Hidup pun tak seakurasi aritmatika
Dengan cinta para sahabat, warna-warni dunia
menghiasi usiamu
Kami jadi saksi cinta dan harapanmu
sejak "Nada Cinta" sampai "Your Smile"
Takkan terlupa hingga usia tua
Cintalah yang memelihara keindahan rasa
Tiada duka tanpa ujung selama ada cinta
Cinta membuat kita tak sendirian
Tak luput pula pada hari bahagiamu
Pada hari ke 5 bulan ke 1 hanya di almanak
kini usiamu 51,
Kami yang hadir atau yang terpaut jarak
berdoa untukmu dengan rasa cinta :
Selamat Ulang Tahun Fariz RM

Itu Puisi dari Kurnia Effendi yang dititipkan kepadaku untuk Fariz RM sebagai kado ultahnya ke 51. Sore itu sehari sebelum perayaan ulang tahun idola kami, Kef menghubungiku untuk menitipkan kado. karena ia tak bisa hadir. "Maaf,aku ada acara di Kedailalang" katanya.
Ia bertanya padaku, "Faiz ultah ke berapa,Rie?"  "Ia lahir 5 Januari dan ultah ke 51." jawabku.
Fariz RM membaca Puisi 5151 Karya Kef

Sebuah kado disertai selembar kertas merah jambu berisi puisi terbungkus dalam balutan kertas krep setrip hijau-putih berhias pita kuning emas. Kadoku dengan corak yang berbeda,kertas biru tua berhias daun berwarna perak dan daun itu berserakan. Yang membuat tampil beda dibanding kado ultah untuk Fariz RM sebelumnya (aku pernah diundang di Ambara Hotel Jakarta,Sabtu 07.01.2006 lalu)

"Sakura" tembang pembuka saat ULTAH Fariz RM ke 47 thn di Arios,Ambhara Hotel Jkt
adalah: aku mempersiapkan cerpen POPICE. Tidak ada yang istimewa hanya sebuah cerpen sederhana. Dan yang membuat nilai lebih saat aku memberikan padanya,ia berkata,"Terima Kasih Arie,tak banyak orang sepertimu menangkap sisi lain yang tidak diperhatikan orang lain"

Sabtu 9 Januari 2010, lalu bersama kami penggemar beratnya yang rata-rata tak berusia muda lagi namun tetap berjiwa muda. Semuda percikan Cakrawala Senja lagu pertamanya yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Keenan Nasution dalam album.“Di Batas Angan-Angan”. Itulah awal berkecimpungnya seorang Fariz RM remaja saat bergabung di Badai Band. Kemudian,lahirlah album perdana "Selangkah Ke Seberang" dengan sampul kaset yang menarik dan suara syahdu penyanyi Iis Sugianto turut mewarnai album itu. Sentuhan aransemen untuk dekade itu adalah terobosan baru.

Ah...,bicara tentang bermusik seorang Fariz RM tak pernah habis untuk diulas. Aku hanya penikmat musik sejati tak pandai mengulas sedetail para pengamat musik.Yang akan kuhadirkan disini adalah campur tanganku tanpa sengaja membuat jalinan pertemanan,persudaraan sesama fans beratnya dengan beliau yang membuat sebagian penggemarnya merasa bahagia. Berbagi bahagia terlebih di hari jadinya di usia 51.

Sebuah ulang tahun yang tak biasa untuk Sang Maestro yang tak pernah berhenti menciptakan nuansa bermusik dengan berbagai macam kolaborasi berbagai generasi. Inovasi dan kreativitasnya terus tumbuh seiring waktu berjalan.

Dalam kesempatan itu Fariz RM, banyak bercerita yang tidak diulas oleh para pemburu berita atau luput dari incaran infotaiment. Antara lain perjalanan spirutualnya,bermusiknya bahkan kesediaan waktunya 24 jam untuk para penggemarnya. Sesekali matanya tertuju kearahku. Empat mata itu sempat beradu menyisakan degup di jantung. Ah..

Demikianlah, sepenggal cerita yang langkah di hari ulang tahun Fariz RM ke 51, tanpa alunan musik, tanpa nyanyian Selamat Ulang Tahun atau Panjang Umurnya, tanpa pernak-pernik kaum selebritis, tanpa liputan khusus Infotaiment..namun hanya rinai gerimis di luar dinding berkaca itu. Bahkan ada selingan jerit tangisan balita seorang putra fans kita Beng-Beng yang menyempatkan diri datang dari Bandung. Ada pula seorang fotografer dari kota Semarang. Hanya ngobrol bersama,foto bersama dan berpelukan menambah keakraban diri. Terima Kasih.


Salam
arie rachmawati


Catatan :
Cerpen POPICE adalah Cerpen tentang kehidupan seekor kucing kampung yang secara kebetulan 'nyasar' dan di pelihara oleh si Kembar putri Fariz RM. Popice memiliki 3 buah hati yang bernama Ampy,Owy dan Iggy (nama panggilan)..sederhana saja tapi serruuuu juga lho..?!!

Jakarta Dalam Balutan Rock & Blues


Jakarta Dalam Balutan Rock & Blues
by Arie Rachmawati on Sunday, October 31, 2010 at 2:45pm

Oktober 2010 baru berlalu, penuh semarak musik diawali dengan irama musik cadas full rocker menggementam Carnaval Beach Ancol,Jakarta. Jakarta tiga hari berturut-turut, jum'at sabtu dan minggu di pekan kedua Oktober, tepatnya 8,9 dan 10 Oktober lalu para penikmat musik sehati ini seperti mendapat suguhan mengasyikkan saat bertabur bintang rock musisi kelas dunia dan Tanah Air. Hujan yang mengguyur Jakarta tepatnya lokasi pertunjukkan tak menghalangi mereka untuk menyaksikan para rockers itu bersatu semarakkan Jakarta. Sebuah harian Koran Jakarta menyoroti bahwa musik cadas itu memang tidak ada matinya, meski industri musik didominasi band-band yang lagunya mendayu-dayu, dan musiknya serbaragam. Dalam tajuk "Metamorfosis Musik Cadas" diulas habis.

Hari itu saya batal hadir dikarenakan faktor cuaca yang tak bersahabat. Gagal melihat performance MONTECRISTO sebuah band lokal yang beraliran rock progressive, mereka boleh dibilang bersyukur baru meramaikan permusikan Indonesia langsung larut dalam gemerlap Java Rockin'Land 2010.

MONTECRISTO,bukan karena ini album pertama dan obsesi aja, tapi lebih daripada itu; (1) harus fresh, (2) nggak perlu beda2 amat, (3) musiknya apresiatif (more than entertaining) tapi (4) message...itulah petikan obrolan singkat dengan Fadhil Indra, pianis MC dan KJP, melalui wall to wall, dengan saya. Kebetulan kedua grup band itu mengisi acara JRL di hari terakhir dengan waktu yang hampir bersamaan. KJP (Kadri Jimmo the Prinzes of Rhythym) lebih dulu melempar hits-nya "Indonesia Hebat" ke pasar industri musik. Sedangkan MONTECRISTO membawa bendera "Life In Never Ending Poem" belum berasa sebagai sesuatu rasa yang beda, walau secara lirik dan musiknya patut diperhitungkan nantinya. Mereka jelas tenggelam di antara nama-nama pendahulunya seperti Slank, /rif,Koil dan sederet nama band rock Indonesia. Biarlah waktu yang akan berbicara akankah mereka bisa sejajar dengan seniornya.

Bahkan sebuah majalah wanita ibukota, femina, turut menyoroti pesta rocker itu dengan menurunkan judul "Gemuruh ROCK Di Pantai" yaitu selebrasi musik rock kelas dunia makin mengembangkan sayapnya. Hampir semua harian ibukota beramai-ramai mengupas habis taburan bintang itu di pantai Ancol, Jakarta. Dan dalam waktu selang seminggu kembali Jakarta dalam balutan musik, kali ini festival blues gempitakan Istora Senayan. Jakarta Blues Festival 2010

Dua malam dalam balutan Blues, jum'at dan sabtu 15-16 Oktober 2010 lalu, untuk ketiga kalinya Festival Blues Internasional menyambangi ibukota Indonesia. Istora menjadi saksi keterlibatan beberapa musisi mancanegara.

Jum'at sore saat pintu masuk dibuka pada jam 14:00 para penukmat musik sehati perlahan memadati area Istora Senayan, yang terbagi dalam empat stage, yaitu : Black Stage, Green Stage, Blue Stage dan Red Stage. Di mana setiap stage menampilan performance terbaiknya selama dua hari berturut-turut. Black Stage mengawali pentas dengan penampilan "Lenny The Police" disusul tiga puluh menit berikutnya oleh "The Listener" semua daftar pengisi acara sudah terpampang rapi pada katalog dan sebuah papan pengumuman yang terletak di pintu masuk area dalam Istora.

Dua stage terletak di luar ruangan (Black Stage dan Red Stage) dan dua lagi terletak di dalam ruangan (Green Stage dan Blue Stage). Sore itu untuk performance pembuka di Green Stage adalah Kevin Borich. dengan aksi gayanya yang amat nyantai, gitaris asal Australia itu membiarkan kancing-kancing kemejanya terbuka.

Kevin Borich termasuk legendaris dalam sejarah musik rock Australia. Pada tahun 1995 Kevin pernah meliris "Live di Big Kahuna" bersama dengan rekan-rekannya di Kevin Borich Express dan memenangkan Penghargaan Heritage dalam festival Musik Blues Australia 1999. *

Untuk panggung di dalam atau Blue Stage penampilan perdana adalah Kim Mok Kyung, gitaris blues asala Korea ini juga seorang vokalis. dan dia adalah salah satu gitaris blues-rock terbaik di Asia. Musik yang ia mainkan didasari pada bentuk blues tradisional dengan berbagai elemen dari rock dan musik country. Pada bulan Mei 2003 lalu, Kim Mok Kyung diundang untuk tampil selama tiga hari dari Beale Street Musik Festival, Memphis TN. Pada festival itu, ia menyuguhkan penampilan terbaiknya bersama musisi kelas dunia, seperti Joe Cocker, Willie Nelson, Bob Margolin, Steve Winwood dan Sheryl Crow. *

Bersamaan itu hadir perdana di Red Stage adalah Kartika Wede. Para penikmat musik sehati pun terpencar menuju masing-masing stage yang menawarkan performance terbaiknya. Semua penampilan mereka sebagai penghangat suasana, karena acara resminya belum dibuka yang menunggu kehadirannya bapak Gubenur Jakarta yaitu Bapak Fauzi Bowo beserta rombongannya. Yang memasuki ruang gedung di Blue Stage setengah sholat magrib berlalu. Bapak berkumis lebat itu setelah membuka acara yang ditandai dengan pemukulan gong-nya maka resmilah acara The Jakarta Bleus Festival 2010 itu dibuka dengan penampilan Mahagenta. Dalam festival ini selain menampilan musisi blues terbaik Internasional, panitia juga memberi kesempatan kepada para generasi muda yang bergeliat dalam irama blues memalui ajang kompetisi yang diadakan di tiga kota besar Jakarta, Bandung dan Jogja.* 

Malam itu InaBlues yang dipimpin oleh Oding Nasution, dengan personel gaek yang tak diragukan lagi kemampuannya dalam bermusik di jamannya seperti Raidy Noor (bass), pemain suling dari Chaseiro's Edwin Hudioro, Herman Gelly (keyboard) dan Uce Haryono (drum), dengan seorang penyayi muda cantik dan ekspesif yaitu Riffy Putri Utami. Kemudian hadir bintang tamu sebuah grup band berasal dari Jogjakarta bernama Fonticello. **

Keunikannya mereka lebih didominan alat musik Cello. Ini adalah satu-satunya band cello di Indonesia dan Asia Tenggara sejak mereka dibentuk pada tahun 2005. Formasi ini terdiri atas 4 pemain cello dan 1 drummer. Dengan formasi yang rada unik ini Fonticello berhak untuk mengklaim musik mereka sendiri sebagai "Cello Rock".

Sesuatu yang langkah bila seorang pemain cello bernyanyi, dia adalah Angga dan beberpa temannya Alex, Madey, dan Taufan. Mereka menyihir penonton yang masih betah di bangku Blue Stage.

Kemudian Oding dan teman terus bermain lagi di panggung lain beberapa jam setelah itu, yang menampilkan seorang anggota Chaseiro, Rizali Indrakesuma. Mereka membawa 6 lagu, termasuk "Hidup di Masa Lalu", "Cross Eyed Mary", "Tidak ada Else Matter" Metallica dan Jethro Tull's "Ya Tuhan".**

Inablues mengakhiri performance-nya dengan gemertak tepukan meriah. Lalu dilanjut dengan performance ESQIEF Syaharani featuring Donny Suhendra dan Didit Saad, yang banyak dibidik kamera dan mewarnai beberapa headlines media Ibukota. Syaharani yang malam itu tampil lincah seperti biasa dengan tataan rambut yang selalu berubah-ubah, selalu kelihatan menarik. Terakhir saya melihatnya saat di Jazz Craft Vaganza di Bale Pare, Padalaranng Mei lalu, dengan rambut ala Bob klasik sangat energik sekali. Malam itu semakin cantik dengan balutan blus hijau toska bercelana ala 1001 Malam. Obralan pengantar keakraban antara Syaharani dengan host acara, bahwa sebelum terjun ke jazz, irama blues-lah yang digeluti.

Blue Stage masih menampilkan Syaharanil di sisi lain Red Stagemenampilkan grup band asal India yang disebut-sebut sebagai bintang tamu yang paling dinantikan yaitu Soulmate adalah band blues yang musiknya terinspirasi oleh suara akar dan alur The Blues, Blues-rock, Soul, Rock n 'Roll, Funk dan R&B.

Soulmate terutama terdiri dari Rudy Wallang (gitaris/vokalis/songwriter) dan 'TIPS' Tipriti Kharbangar (vokalis/gitaris). Pada bulan Februari 2007, Soulmate bersama 150 musisi blues dari seluruh dunia tampil pada acara "Internasional Blues Challeng", yang diselenggarakan oleh The Blues Foundation Amerika Serikat. Hingga kini, Soulmate telah merilis dua album, "Shillong" dan "Moving On" (juni 2008). Pada tahun 2009 Tips terpilih sebagai "Best Female Vocalis", sedangkan Rudy terpilih sebagai "Best Guitarist Player" dalam Jack Daniels Rock Award.*


Beberapa pendukung acara dibalik kesuksessan Jakarta Blues Festival 2010 adalah :

* Matt Schofield (United Kingdom)
* Ana Povovic (Yugoslavia)
* Kevin Borich (Australia)
* Kara Grainger (Australia)
* Gary Clark Jr. (United States)
* Soulmate (India)
* Kim Mok Kyung (Korea)
* Oding Nasution and InaBlues Band
* Gugun Blues Shelter
* Rama Satria & The ELectric Mojos with Lance Lopez (United States, TX)
* Endah N Rhesa
* Abdee Slank & Friends feat Candil
* John Paul Ivan
* ESQIEF Syaharani feat Donny Suhendra
* Oppie Andaresta
* Adrian Adieoetomo
* Andre Harihandoyo & Sonic People
* The S.I.G.I.T
* Tjahjo Wisanggeni


Dll TOR-ORE-The Blacksuit-SnR Band-Noor Bersaudara,Yopie Item-Yuyun George & The Jazmint Big Band, Fonticello, Yeah Yeah Boys, Hello Mister, Jakarta Blues Brothers, River Blues, No Generation Gaps, Alligator, Foxy Train, Kartika Wede, The Trees & The Wild.

Usai Rock dan Blues membalut Jakarta pada minggu kedua dan ketiga bulan Oktober,kini giliran Java Soulnation Festival 2010 melilitkan satu gulungan pamungkas sentuhan musik di tubuh Jakarta setelah alunan musik ala David Foster memoleskan suguhan terbaiknya di Ritz Carlton,Pasific Place Rabu minggu terakhir Oktober. Lengkaplah sudah penikmat musik sehati yang berada di kota Jakarta dan sekitarnya larut dalam gemerlap berbagai macam jenis musik. Dan suguhan saya ini sebagai cerita penutup Oktober buat teman-teman di daerah yang jarang sekali menikmati gemerlap lampu beriringan dengan alunan nada gemerancang hingga panggung redup.

Terima kasih banyak buat mas Riandy Kurniawan,yang mengizinkan untuk menyalin hasil reportasenya ke dalam bahasa Indonesia, melengkapi catatan saya. Terima kasih juga kepada mas Unggul Tw, jurnalis musik situs online yang memberi saya setumpuk file tentang JakBluesFest 2010. Tanpa bantuan mereka saya belum tentu dapat menuntaskan catatan ini. Selamat membaca.


Catatan Data Referensi
* Koran Jakarta, Sabtu 16 Oktober 2010
* Kompas, Minggu 17 Oktober
* femina, no 41/XXXVIII-23 s/d 29 Oktober 2010
* www.jazzuality.com
* Reportase Riandy Kurniawan**
* File dari Unggul Tw*

Salam
arie rachmawati

Jumat, 11 Februari 2011

Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm




TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
by Arie Rachmawati on Sunday, September 5, 2010 at 12:56pm

K J P (Kadri Jimmo the Prinzes of Rhythm ) sudah mengibarkan bendera di blantika musik Indonesia, melejit dengan "INDONESIA MEMANG HEBAT". Bermula dari suatu malam menemani sahabat untuk menonton konser musik di Salihara, hampir setahun yang lalu. Benar-benar saya tak tahu siapa mereka. Seperti kata pepatah berkata,"Tak kenal maka tak sayang."

Berjalannya waktu alunan lagu itu terus berdendang menyapa daun telinga hingga lirik demi lirik pun dari sebelas lagu dalam CD KJP serasa melagutkan hati larut dalam sepenggal cerita setiap judul lagunya.

Saat pertama kali saya mendengar lagu kedua dalam konser pertama KJP di gedung Teater Salihara, saya merasa ada sesuatu chemistry dari lagu tsb. Waktu itu saya benar-benar tidak memperhatikan saat pembawa acara bang Denny Sakri membacakan list lagu. Di belakang panggung, saat bertemu vokalis yang jangkung itu saya langsung bilang,

"Aku suka lagu yang nomor dua tadi,judulnya apa yah?"
Diantara bisingnya sound musik dan setengah berbisik, ia menjawab,"Symphony Hati."
"Oh..," ujarku serasa aku menemukan sesuatu yang hilang.

Di dinding facebook milik K J P, saya pernah menuliskan komentar bahwa hentakan drumer berparas ganteng itu (Iyun) itu sebagai pembuka lagu (intro) sangat menggebrak suasana, menghantarkan irama untuk menghentakkan kaki beradu dengan lantai. Entah kebetulan atau tidak, lagu pencuri hati dan pilihan saya itu selalu menjadi lagu pembuka setiap performance KJP On The Stage dalam setiap event.

# SYMPHONY HATI #

Music?Lyric : Siham Fikri
(Minor Edited By Fadhil and Kadri)

Kutatap mega dia lebih tinggi
Tapi dia tak setinggi hatimu juwitaku
meski tiada cinta seputih mega
Suara jiwaku lantunkan symphony
Biar cinta menggetarkan hatimu yang beku
Tuk rasakan cinta kasih
Bukan cantik tubuhmu relakan untuknya
Kuletakkan hatimu di atas bumi ini
Dan dengarlah cinta semuanya
Relakan untuknya
Kuletakkan hatimu di atas bumi in
Dengarlah cinta semuanya semu, keluu...


Kembali suasana digiring dalam lagu senada seirama lagu pembuka itu, hadirlah lagu kedua adalah "Sorry To Say."
Lagu itu dalam CD-nya menduduki urutan keempat adalah garapan si Kapten Kadri Mohamad sendiri musik dan liriknya. Intro dibuka dengan permainan gitaris Rifki dan Fadhil, kemudian begitu masuk pada lagu ada ilustrasi dentingan piano khas-nya Fadhil yang memiliki wajah berkarakter keras dan tegas, namun hatinya selembut gerai rambutnya yang panjang menyibak punggungnya. Simak Kapten Kadri mengungkapkan sesuatu...tentang kesalahannya, hingga tali kasih bersama tambatan hatinya tak sejalan lagi.


# SORRY TO SAY #
Music/Lyric : Kadri
Jimmo Putra Petir


Ku rasakan itu pahit
Namun tak kuasa menahannya
Ini sudah takdir sang Kuasa tak seorang pun dapat menghalangi jalan ceritanya I'm sorry to say
Ku akui mungkin ini semua jadi kesalahanku
Namun ku perlu menjelaskan, tak ada maksud
Yang tak lain ungkapan cinta kasih, kita berdua (kita berdua0
Rasa sayang masih ada
Seringkali kau unjukkan meski kini dirimu
Tak bebas lagi, namun cinta kita tak akan padam...ohh (itu jadi kesalahan ku...sorry to say)..
Bukan itu maksud hati ku...sorry to say
Oh...sorry to say...(2x)...we're not meant to be


Kini audience hanyut dalam irama mellow dengan sentuhan romantic rock progressive.
Lirik lagunya sederhana dan pendek ditulis oleh Jimmo vokalis termuda dalam duet itu yang memiliki suara sengau. Lagu itu bercerita tentang tentang perasaan seseorang kepada seorang kekasihnya yang amat dicintai arti ketulusan perasaan, disajikan dengan kesan penuturan yang amat dalam banget. Lagu "Semua Perasaanku". itu selalu terletak pada urutan tengah setelah dua buah lagu sebelumnya mengajak untuk menggoyangkan kepala. Lebih-lebih petikan gitaris Rifki di interlude lagu ini nyaris hati pun ikut tergerus.


# SEMUA PERASAANKU #
Music/Lyric : Jimmo

Pernahkah kau bertanya tentang semua perasaanku
Perasaanku padamu dan ketulusanaku hatiku
Tidakkah kau melihat semua perasaan hatiku
Semua yang aku punya hanyalah bagimu saja
Aku bisa mencintaimu untuk selamanya, slalu saja mencintaimu untuk selamanya...
Sebelum aku mati, jasadku tak berarti, hanyalah cinta ini yang akan tetap abadi
(dan tak akan pernah hilang semua cinta)


Lagu berikutnya tak jauh beda, senada dengan Semua Perasaanku, masih bergelut dengan suasana mellow romantis, dengan sisipan beberapa lirik berbahasa Perancis menambah puitisnya sebuah lagu berjudul "BERTIGA". Serasa menerbangkan angan untuk bercinta dengan balutan salju dan segelas anggur menghangatkan tubuh dibawah suasana panorama La Tour Eiffel dimanjakan oleh sentuhan syahdu accordion-nya Riza Arshad, hingga diakhir lagu. Bertiga menghanyutkan kisah persahabatan yang dilingkari cerita percintaan segitiga.

# BERTIGA #
Music : Kadri/Jimmo/Fadhil
Lyric : Jimmo/Kadri (Translated To French by Dini Shanti)

Katanlah...lah kepadaku
Tentang semua
Cinta yang engkau rasa
Kali bertemu, mata bercumbu
Segelas beaujolais nouveau
Dibalut salju les deax magots
Kau melangkahlah denganku
Mungkinkah ak
Yang selalu kau tunggu
Mungkinkah kita, akan selalu slamanya
Bertiga...
Bercinta denganku saja
Walau rentang dari waktu, akan sa...kit memisah
Est-ce qu'il est possible un parmi nous (Mungkin diantara kamu)
Serala personne que j'attends (Yang selalu kutunggu)
Est-ce qu'il est possible un parmi nous les trois d'etre ensemble pour toujours
(Mungkinkah kita akan se...lalu...selamanya bertiga)
Les trios (Bertiga)


Kini tibalah pada lagu pertama diurutan CD list menjadi pamungkas dalam setiap ujung performance K J P adalah tembang andalan bercerita seseorang yang ingin bercita-cita sebagai Presiden Indonesia. Energik sekali, baik sebagai penyemangat gairah generasi muda yang mulai tak percaya lagi akan kehebatan seorang presiden kita, siapa pun dia. Miris pandangan terhadap pemimpin negeri ini yang kaya hasil bumi namun tak pandai mengolahnya. Dan lagu ini Indonesia Memang Hebat tepat sekali didengungkan dalam situasi hubungan antara Indonesia dengan negara tetangga yang kian penyulut emosi. Lagu ini menyiratkan pesan siapa pun menjadi presiden haruslah bisa mengatasi persoalan dalam dan luar negeri dengan adil dan bijaksana.


# INDONESIA MEMANG HEBAT #

Music/Lyric : Kadri


Bila...kau pergi menjauh, berpaling dariku dan niscaya hidupmu akan merugi
Kar'na aku ini baik dan selalu beruntung, coba saja lihat garis tanganku
Katanya kau siap setia, k a t a n y a kau mau berkorban
Dan katanya aku calon pemimpin...tetaplah disini, kar'na aku...terbaik untukmu...wo..wo (na na na na)
Hapuslah air matamu, karena itu palsu, namun ,aaf telah kuberikan
Bila kau mau bersabar, yakinlah pada ku masa depan ada di tanganku
Katanya bangsa kita hebat,
Katanya negeri kita kaya
Dan katanya Presiden kita bijak, cobalah hargai...pemimpinmu...
Cintai aku...kar'na akupun calon Presiden...


Setiap event selepas penampilan KJP bersama The Legends : Debby Nasution,Keenan Nasution,Fariz RM dan Eet Syahrani di dua tempat Salihara/Jakarta dan Bumi Sangkuriang/Bandung, saya mengamati mereka KJP tetap mempertahankan aksi panggung yang prima dan vokal yang nggak asal-asalan. Lepas dari itu dalam event kecil atau besar bahkan pertunjukkan bertiket atau konser gratis ala acara pameran di JCC/ 26 Juni 2010 dan di Balairung Ui-Depok di pengujung bulan Juli 2010lalu. Dan sayang ada beberapa performance K J P yang terlewati karena keterbatasan waktu, tapi saya yakin KJP tetaplah HEBAT yang mendahulukan kreativitas dalam bermusik.

Selain lima lagu wajib itu, ada beberapa lagu seperti Ocean Half di mana permainan betotan Ken Bass lebih ngejazzy. Yang berbeda menurut saya adalah selama penampilan KJP di dua tempat bersama para The Legends itu, selalu didampingi pemain keyboards yang tidak terdapat dalam formasi KJP yaiitu Krisna Prameswara kini digantikan oleh seorang keyboardist berkacamata minus asal Malang bernama Popo Fauza. Saya melihat tiga kali penampilan anggota baru KJP itu sejak performance di FX.

Senyum ramah kera ngalam itu membuat saya merasa akrab walau keakraban yang terjalin dengan mereka itu baru berjalan hampir setahun terakhir ini. Tak menampik peranan facebook sangat berpengaruh dalam menjalin pertemanan. Sebut saja vokalis bersuara serak dan berat juga sebagai pencetus terbentuknya KJP itu lebih akrab dengan panggilan Kapten Kadri. Saya menyebutnya demikian dengan satu alasan bahwa Kadri Mohamad adalah seperti kapten pilot dalam suatu penerbangan pesawat terbang (KJP), yang akan menerbangkan sayapnya meluas menjelajahi lapisan masyarakat penikmat musik sehati satu selera, dengan dibantu co-pilot Jimmo Putra Petir beserta awak pesawatnya dan para pramugranya : si pianis berambut panjang menjuntai Fadhil Indra, si putra Matahari Terbit Ken Bass, si penabuh drum ganteng Hayunaji, si kalem Rifki Rachmat dan si senyum ramah Popo Fauza.


Sukses selalu buat KJP...Indonesia Hebat harus benar-benar HEBAT bukan hanya katanya...katanya.


Salam,
arie rachmawati