Selasa, 15 Februari 2011

Fariz Roestam Moenaf



Lima Satu Lima Satu Untuk Fariz RM
by Arie Rachmawati on Thursday, January 21, 2010 at 1:27am

Dear temans,
Maaf bila pada hari ini,aku baru bisa menampilkan Note ULTAH FARIZ RM,setelah hari melangkah kedepan enam belas hari dari hari ultahnya yang jatuh 5 Januari 2010 lalu.
Tak apalah, kita kembali merunut kejadian itu. Yang mempertemukan kita para fans Fariz RM berakrab ria di inbox seolah-olah kita sudah saling mengenal pribadi masing-masing. Kemudian atas dasar niat maka kita semua dapat berkumpul bersama Idola kita, mengenal lebih dekat seorang Fariz RM.



*Lima Satu Lima Satu*


Pada hari ke 5 bulan ke 1 usiamu 51
Serangkai Matematika yang indah bukan?
Dan hanya terjadi tahun ini
Hidup pun tak seakurasi aritmatika
Dengan cinta para sahabat, warna-warni dunia
menghiasi usiamu
Kami jadi saksi cinta dan harapanmu
sejak "Nada Cinta" sampai "Your Smile"
Takkan terlupa hingga usia tua
Cintalah yang memelihara keindahan rasa
Tiada duka tanpa ujung selama ada cinta
Cinta membuat kita tak sendirian
Tak luput pula pada hari bahagiamu
Pada hari ke 5 bulan ke 1 hanya di almanak
kini usiamu 51,
Kami yang hadir atau yang terpaut jarak
berdoa untukmu dengan rasa cinta :
Selamat Ulang Tahun Fariz RM

Itu Puisi dari Kurnia Effendi yang dititipkan kepadaku untuk Fariz RM sebagai kado ultahnya ke 51. Sore itu sehari sebelum perayaan ulang tahun idola kami, Kef menghubungiku untuk menitipkan kado. karena ia tak bisa hadir. "Maaf,aku ada acara di Kedailalang" katanya.
Ia bertanya padaku, "Faiz ultah ke berapa,Rie?"  "Ia lahir 5 Januari dan ultah ke 51." jawabku.
Fariz RM membaca Puisi 5151 Karya Kef

Sebuah kado disertai selembar kertas merah jambu berisi puisi terbungkus dalam balutan kertas krep setrip hijau-putih berhias pita kuning emas. Kadoku dengan corak yang berbeda,kertas biru tua berhias daun berwarna perak dan daun itu berserakan. Yang membuat tampil beda dibanding kado ultah untuk Fariz RM sebelumnya (aku pernah diundang di Ambara Hotel Jakarta,Sabtu 07.01.2006 lalu)

"Sakura" tembang pembuka saat ULTAH Fariz RM ke 47 thn di Arios,Ambhara Hotel Jkt
adalah: aku mempersiapkan cerpen POPICE. Tidak ada yang istimewa hanya sebuah cerpen sederhana. Dan yang membuat nilai lebih saat aku memberikan padanya,ia berkata,"Terima Kasih Arie,tak banyak orang sepertimu menangkap sisi lain yang tidak diperhatikan orang lain"

Sabtu 9 Januari 2010, lalu bersama kami penggemar beratnya yang rata-rata tak berusia muda lagi namun tetap berjiwa muda. Semuda percikan Cakrawala Senja lagu pertamanya yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Keenan Nasution dalam album.“Di Batas Angan-Angan”. Itulah awal berkecimpungnya seorang Fariz RM remaja saat bergabung di Badai Band. Kemudian,lahirlah album perdana "Selangkah Ke Seberang" dengan sampul kaset yang menarik dan suara syahdu penyanyi Iis Sugianto turut mewarnai album itu. Sentuhan aransemen untuk dekade itu adalah terobosan baru.

Ah...,bicara tentang bermusik seorang Fariz RM tak pernah habis untuk diulas. Aku hanya penikmat musik sejati tak pandai mengulas sedetail para pengamat musik.Yang akan kuhadirkan disini adalah campur tanganku tanpa sengaja membuat jalinan pertemanan,persudaraan sesama fans beratnya dengan beliau yang membuat sebagian penggemarnya merasa bahagia. Berbagi bahagia terlebih di hari jadinya di usia 51.

Sebuah ulang tahun yang tak biasa untuk Sang Maestro yang tak pernah berhenti menciptakan nuansa bermusik dengan berbagai macam kolaborasi berbagai generasi. Inovasi dan kreativitasnya terus tumbuh seiring waktu berjalan.

Dalam kesempatan itu Fariz RM, banyak bercerita yang tidak diulas oleh para pemburu berita atau luput dari incaran infotaiment. Antara lain perjalanan spirutualnya,bermusiknya bahkan kesediaan waktunya 24 jam untuk para penggemarnya. Sesekali matanya tertuju kearahku. Empat mata itu sempat beradu menyisakan degup di jantung. Ah..

Demikianlah, sepenggal cerita yang langkah di hari ulang tahun Fariz RM ke 51, tanpa alunan musik, tanpa nyanyian Selamat Ulang Tahun atau Panjang Umurnya, tanpa pernak-pernik kaum selebritis, tanpa liputan khusus Infotaiment..namun hanya rinai gerimis di luar dinding berkaca itu. Bahkan ada selingan jerit tangisan balita seorang putra fans kita Beng-Beng yang menyempatkan diri datang dari Bandung. Ada pula seorang fotografer dari kota Semarang. Hanya ngobrol bersama,foto bersama dan berpelukan menambah keakraban diri. Terima Kasih.


Salam
arie rachmawati


Catatan :
Cerpen POPICE adalah Cerpen tentang kehidupan seekor kucing kampung yang secara kebetulan 'nyasar' dan di pelihara oleh si Kembar putri Fariz RM. Popice memiliki 3 buah hati yang bernama Ampy,Owy dan Iggy (nama panggilan)..sederhana saja tapi serruuuu juga lho..?!!
Posting Komentar