Selasa, 15 Februari 2011

Fariz Roestam Moenaf

Lima Satu Lima Satu Untuk Fariz RM
by Arie Rachmawati on Thursday, January 21, 2010 at 1:27am





Dear temans,
Maaf bila pada hari ini,aku baru bisa menampilkan Note ULTAH FARIZ RM,setelah hari melangkah kedepan enam belas hari dari hari ultahnya yang jatuh 5 Januari 2010 lalu.
Tak apalah, kita kembali merunut kejadian itu. Yang mempertemukan kita para fans Fariz RM berakrab ria di inbox seolah-olah kita sudah saling mengenal pribadi masing-masing. Kemudian atas dasar niat maka kita semua dapat berkumpul bersama Idola kita, mengenal lebih dekat seorang Fariz RM.



*Lima Satu Lima Satu*


Pada hari ke 5 bulan ke 1 usiamu 51
Serangkai Matematika yang indah bukan?
Dan hanya terjadi tahun ini
Hidup pun tak seakurasi aritmatika
Dengan cinta para sahabat, warna-warni dunia
menghiasi usiamu
Kami jadi saksi cinta dan harapanmu
sejak "Nada Cinta" sampai "Your Smile"
Takkan terlupa hingga usia tua
Cintalah yang memelihara keindahan rasa
Tiada duka tanpa ujung selama ada cinta
Cinta membuat kita tak sendirian
Tak luput pula pada hari bahagiamu
Pada hari ke 5 bulan ke 1 hanya di almanak
kini usiamu 51,
Kami yang hadir atau yang terpaut jarak
berdoa untukmu dengan rasa cinta :
Selamat Ulang Tahun Fariz RM

Itu Puisi dari Kurnia Effendi yang dititipkan kepadaku untuk Fariz RM sebagai kado ultahnya ke 51. Sore itu sehari sebelum perayaan ulang tahun idola kami, Kef menghubungiku untuk menitipkan kado. karena ia tak bisa hadir. "Maaf,aku ada acara di Kedailalang" katanya.
Ia bertanya padaku, "Faiz ultah ke berapa,Rie?"  "Ia lahir 5 Januari dan ultah ke 51." jawabku.
Fariz RM membaca Puisi 5151 Karya Kef

Sebuah kado disertai selembar kertas merah jambu berisi puisi terbungkus dalam balutan kertas krep setrip hijau-putih berhias pita kuning emas. Kadoku dengan corak yang berbeda,kertas biru tua berhias daun berwarna perak dan daun itu berserakan. Yang membuat tampil beda dibanding kado ultah untuk Fariz RM sebelumnya (aku pernah diundang di Ambara Hotel Jakarta,Sabtu 07.01.2006 lalu)

"Sakura" tembang pembuka saat ULTAH Fariz RM ke 47 thn di Arios,Ambhara Hotel Jkt
adalah: aku mempersiapkan cerpen POPICE. Tidak ada yang istimewa hanya sebuah cerpen sederhana. Dan yang membuat nilai lebih saat aku memberikan padanya,ia berkata,"Terima Kasih Arie,tak banyak orang sepertimu menangkap sisi lain yang tidak diperhatikan orang lain"

Sabtu 9 Januari 2010, lalu bersama kami penggemar beratnya yang rata-rata tak berusia muda lagi namun tetap berjiwa muda. Semuda percikan Cakrawala Senja lagu pertamanya yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Keenan Nasution dalam album.“Di Batas Angan-Angan”. Itulah awal berkecimpungnya seorang Fariz RM remaja saat bergabung di Badai Band. Kemudian,lahirlah album perdana "Selangkah Ke Seberang" dengan sampul kaset yang menarik dan suara syahdu penyanyi Iis Sugianto turut mewarnai album itu. Sentuhan aransemen untuk dekade itu adalah terobosan baru.

Ah...,bicara tentang bermusik seorang Fariz RM tak pernah habis untuk diulas. Aku hanya penikmat musik sejati tak pandai mengulas sedetail para pengamat musik.Yang akan kuhadirkan disini adalah campur tanganku tanpa sengaja membuat jalinan pertemanan,persudaraan sesama fans beratnya dengan beliau yang membuat sebagian penggemarnya merasa bahagia. Berbagi bahagia terlebih di hari jadinya di usia 51.

Sebuah ulang tahun yang tak biasa untuk Sang Maestro yang tak pernah berhenti menciptakan nuansa bermusik dengan berbagai macam kolaborasi berbagai generasi. Inovasi dan kreativitasnya terus tumbuh seiring waktu berjalan.

Dalam kesempatan itu Fariz RM, banyak bercerita yang tidak diulas oleh para pemburu berita atau luput dari incaran infotaiment. Antara lain perjalanan spirutualnya,bermusiknya bahkan kesediaan waktunya 24 jam untuk para penggemarnya. Sesekali matanya tertuju kearahku. Empat mata itu sempat beradu menyisakan degup di jantung. Ah..

Demikianlah, sepenggal cerita yang langkah di hari ulang tahun Fariz RM ke 51, tanpa alunan musik, tanpa nyanyian Selamat Ulang Tahun atau Panjang Umurnya, tanpa pernak-pernik kaum selebritis, tanpa liputan khusus Infotaiment..namun hanya rinai gerimis di luar dinding berkaca itu. Bahkan ada selingan jerit tangisan balita seorang putra fans kita Beng-Beng yang menyempatkan diri datang dari Bandung. Ada pula seorang fotografer dari kota Semarang. Hanya ngobrol bersama,foto bersama dan berpelukan menambah keakraban diri. Terima Kasih.


Salam
arie rachmawati


Catatan :
Cerpen POPICE adalah Cerpen tentang kehidupan seekor kucing kampung yang secara kebetulan 'nyasar' dan di pelihara oleh si Kembar putri Fariz RM. Popice memiliki 3 buah hati yang bernama Ampy,Owy dan Iggy (nama panggilan)..sederhana saja tapi serruuuu juga lho..?!!

Jakarta Dalam Balutan Rock & Blues


Jakarta Dalam Balutan Rock & Blues
by Arie Rachmawati on Sunday, October 31, 2010 at 2:45pm

Oktober 2010 baru berlalu, penuh semarak musik diawali dengan irama musik cadas full rocker menggementam Carnaval Beach Ancol,Jakarta. Jakarta tiga hari berturut-turut, jum'at sabtu dan minggu di pekan kedua Oktober, tepatnya 8,9 dan 10 Oktober lalu para penikmat musik sehati ini seperti mendapat suguhan mengasyikkan saat bertabur bintang rock musisi kelas dunia dan Tanah Air. Hujan yang mengguyur Jakarta tepatnya lokasi pertunjukkan tak menghalangi mereka untuk menyaksikan para rockers itu bersatu semarakkan Jakarta. Sebuah harian Koran Jakarta menyoroti bahwa musik cadas itu memang tidak ada matinya, meski industri musik didominasi band-band yang lagunya mendayu-dayu, dan musiknya serbaragam. Dalam tajuk "Metamorfosis Musik Cadas" diulas habis.

Hari itu saya batal hadir dikarenakan faktor cuaca yang tak bersahabat. Gagal melihat performance MONTECRISTO sebuah band lokal yang beraliran rock progressive, mereka boleh dibilang bersyukur baru meramaikan permusikan Indonesia langsung larut dalam gemerlap Java Rockin'Land 2010.

MONTECRISTO,bukan karena ini album pertama dan obsesi aja, tapi lebih daripada itu; (1) harus fresh, (2) nggak perlu beda2 amat, (3) musiknya apresiatif (more than entertaining) tapi (4) message...itulah petikan obrolan singkat dengan Fadhil Indra, pianis MC dan KJP, melalui wall to wall, dengan saya. Kebetulan kedua grup band itu mengisi acara JRL di hari terakhir dengan waktu yang hampir bersamaan. KJP (Kadri Jimmo the Prinzes of Rhythym) lebih dulu melempar hits-nya "Indonesia Hebat" ke pasar industri musik. Sedangkan MONTECRISTO membawa bendera "Life In Never Ending Poem" belum berasa sebagai sesuatu rasa yang beda, walau secara lirik dan musiknya patut diperhitungkan nantinya. Mereka jelas tenggelam di antara nama-nama pendahulunya seperti Slank, /rif,Koil dan sederet nama band rock Indonesia. Biarlah waktu yang akan berbicara akankah mereka bisa sejajar dengan seniornya.

Bahkan sebuah majalah wanita ibukota, femina, turut menyoroti pesta rocker itu dengan menurunkan judul "Gemuruh ROCK Di Pantai" yaitu selebrasi musik rock kelas dunia makin mengembangkan sayapnya. Hampir semua harian ibukota beramai-ramai mengupas habis taburan bintang itu di pantai Ancol, Jakarta. Dan dalam waktu selang seminggu kembali Jakarta dalam balutan musik, kali ini festival blues gempitakan Istora Senayan. Jakarta Blues Festival 2010

Dua malam dalam balutan Blues, jum'at dan sabtu 15-16 Oktober 2010 lalu, untuk ketiga kalinya Festival Blues Internasional menyambangi ibukota Indonesia. Istora menjadi saksi keterlibatan beberapa musisi mancanegara.

Jum'at sore saat pintu masuk dibuka pada jam 14:00 para penukmat musik sehati perlahan memadati area Istora Senayan, yang terbagi dalam empat stage, yaitu : Black Stage, Green Stage, Blue Stage dan Red Stage. Di mana setiap stage menampilan performance terbaiknya selama dua hari berturut-turut. Black Stage mengawali pentas dengan penampilan "Lenny The Police" disusul tiga puluh menit berikutnya oleh "The Listener" semua daftar pengisi acara sudah terpampang rapi pada katalog dan sebuah papan pengumuman yang terletak di pintu masuk area dalam Istora.

Dua stage terletak di luar ruangan (Black Stage dan Red Stage) dan dua lagi terletak di dalam ruangan (Green Stage dan Blue Stage). Sore itu untuk performance pembuka di Green Stage adalah Kevin Borich. dengan aksi gayanya yang amat nyantai, gitaris asal Australia itu membiarkan kancing-kancing kemejanya terbuka.

Kevin Borich termasuk legendaris dalam sejarah musik rock Australia. Pada tahun 1995 Kevin pernah meliris "Live di Big Kahuna" bersama dengan rekan-rekannya di Kevin Borich Express dan memenangkan Penghargaan Heritage dalam festival Musik Blues Australia 1999. *

Untuk panggung di dalam atau Blue Stage penampilan perdana adalah Kim Mok Kyung, gitaris blues asala Korea ini juga seorang vokalis. dan dia adalah salah satu gitaris blues-rock terbaik di Asia. Musik yang ia mainkan didasari pada bentuk blues tradisional dengan berbagai elemen dari rock dan musik country. Pada bulan Mei 2003 lalu, Kim Mok Kyung diundang untuk tampil selama tiga hari dari Beale Street Musik Festival, Memphis TN. Pada festival itu, ia menyuguhkan penampilan terbaiknya bersama musisi kelas dunia, seperti Joe Cocker, Willie Nelson, Bob Margolin, Steve Winwood dan Sheryl Crow. *

Bersamaan itu hadir perdana di Red Stage adalah Kartika Wede. Para penikmat musik sehati pun terpencar menuju masing-masing stage yang menawarkan performance terbaiknya. Semua penampilan mereka sebagai penghangat suasana, karena acara resminya belum dibuka yang menunggu kehadirannya bapak Gubenur Jakarta yaitu Bapak Fauzi Bowo beserta rombongannya. Yang memasuki ruang gedung di Blue Stage setengah sholat magrib berlalu. Bapak berkumis lebat itu setelah membuka acara yang ditandai dengan pemukulan gong-nya maka resmilah acara The Jakarta Bleus Festival 2010 itu dibuka dengan penampilan Mahagenta. Dalam festival ini selain menampilan musisi blues terbaik Internasional, panitia juga memberi kesempatan kepada para generasi muda yang bergeliat dalam irama blues memalui ajang kompetisi yang diadakan di tiga kota besar Jakarta, Bandung dan Jogja.* 

Malam itu InaBlues yang dipimpin oleh Oding Nasution, dengan personel gaek yang tak diragukan lagi kemampuannya dalam bermusik di jamannya seperti Raidy Noor (bass), pemain suling dari Chaseiro's Edwin Hudioro, Herman Gelly (keyboard) dan Uce Haryono (drum), dengan seorang penyayi muda cantik dan ekspesif yaitu Riffy Putri Utami. Kemudian hadir bintang tamu sebuah grup band berasal dari Jogjakarta bernama Fonticello. **

Keunikannya mereka lebih didominan alat musik Cello. Ini adalah satu-satunya band cello di Indonesia dan Asia Tenggara sejak mereka dibentuk pada tahun 2005. Formasi ini terdiri atas 4 pemain cello dan 1 drummer. Dengan formasi yang rada unik ini Fonticello berhak untuk mengklaim musik mereka sendiri sebagai "Cello Rock".

Sesuatu yang langkah bila seorang pemain cello bernyanyi, dia adalah Angga dan beberpa temannya Alex, Madey, dan Taufan. Mereka menyihir penonton yang masih betah di bangku Blue Stage.

Kemudian Oding dan teman terus bermain lagi di panggung lain beberapa jam setelah itu, yang menampilkan seorang anggota Chaseiro, Rizali Indrakesuma. Mereka membawa 6 lagu, termasuk "Hidup di Masa Lalu", "Cross Eyed Mary", "Tidak ada Else Matter" Metallica dan Jethro Tull's "Ya Tuhan".**

Inablues mengakhiri performance-nya dengan gemertak tepukan meriah. Lalu dilanjut dengan performance ESQIEF Syaharani featuring Donny Suhendra dan Didit Saad, yang banyak dibidik kamera dan mewarnai beberapa headlines media Ibukota. Syaharani yang malam itu tampil lincah seperti biasa dengan tataan rambut yang selalu berubah-ubah, selalu kelihatan menarik. Terakhir saya melihatnya saat di Jazz Craft Vaganza di Bale Pare, Padalaranng Mei lalu, dengan rambut ala Bob klasik sangat energik sekali. Malam itu semakin cantik dengan balutan blus hijau toska bercelana ala 1001 Malam. Obralan pengantar keakraban antara Syaharani dengan host acara, bahwa sebelum terjun ke jazz, irama blues-lah yang digeluti.

Blue Stage masih menampilkan Syaharanil di sisi lain Red Stagemenampilkan grup band asal India yang disebut-sebut sebagai bintang tamu yang paling dinantikan yaitu Soulmate adalah band blues yang musiknya terinspirasi oleh suara akar dan alur The Blues, Blues-rock, Soul, Rock n 'Roll, Funk dan R&B.

Soulmate terutama terdiri dari Rudy Wallang (gitaris/vokalis/songwriter) dan 'TIPS' Tipriti Kharbangar (vokalis/gitaris). Pada bulan Februari 2007, Soulmate bersama 150 musisi blues dari seluruh dunia tampil pada acara "Internasional Blues Challeng", yang diselenggarakan oleh The Blues Foundation Amerika Serikat. Hingga kini, Soulmate telah merilis dua album, "Shillong" dan "Moving On" (juni 2008). Pada tahun 2009 Tips terpilih sebagai "Best Female Vocalis", sedangkan Rudy terpilih sebagai "Best Guitarist Player" dalam Jack Daniels Rock Award.*


Beberapa pendukung acara dibalik kesuksessan Jakarta Blues Festival 2010 adalah :

* Matt Schofield (United Kingdom)
* Ana Povovic (Yugoslavia)
* Kevin Borich (Australia)
* Kara Grainger (Australia)
* Gary Clark Jr. (United States)
* Soulmate (India)
* Kim Mok Kyung (Korea)
* Oding Nasution and InaBlues Band
* Gugun Blues Shelter
* Rama Satria & The ELectric Mojos with Lance Lopez (United States, TX)
* Endah N Rhesa
* Abdee Slank & Friends feat Candil
* John Paul Ivan
* ESQIEF Syaharani feat Donny Suhendra
* Oppie Andaresta
* Adrian Adieoetomo
* Andre Harihandoyo & Sonic People
* The S.I.G.I.T
* Tjahjo Wisanggeni


Dll TOR-ORE-The Blacksuit-SnR Band-Noor Bersaudara,Yopie Item-Yuyun George & The Jazmint Big Band, Fonticello, Yeah Yeah Boys, Hello Mister, Jakarta Blues Brothers, River Blues, No Generation Gaps, Alligator, Foxy Train, Kartika Wede, The Trees & The Wild.

Usai Rock dan Blues membalut Jakarta pada minggu kedua dan ketiga bulan Oktober,kini giliran Java Soulnation Festival 2010 melilitkan satu gulungan pamungkas sentuhan musik di tubuh Jakarta setelah alunan musik ala David Foster memoleskan suguhan terbaiknya di Ritz Carlton,Pasific Place Rabu minggu terakhir Oktober. Lengkaplah sudah penikmat musik sehati yang berada di kota Jakarta dan sekitarnya larut dalam gemerlap berbagai macam jenis musik. Dan suguhan saya ini sebagai cerita penutup Oktober buat teman-teman di daerah yang jarang sekali menikmati gemerlap lampu beriringan dengan alunan nada gemerancang hingga panggung redup.

Terima kasih banyak buat mas Riandy Kurniawan,yang mengizinkan untuk menyalin hasil reportasenya ke dalam bahasa Indonesia, melengkapi catatan saya. Terima kasih juga kepada mas Unggul Tw, jurnalis musik situs online yang memberi saya setumpuk file tentang JakBluesFest 2010. Tanpa bantuan mereka saya belum tentu dapat menuntaskan catatan ini. Selamat membaca.


Catatan Data Referensi
* Koran Jakarta, Sabtu 16 Oktober 2010
* Kompas, Minggu 17 Oktober
* femina, no 41/XXXVIII-23 s/d 29 Oktober 2010
* www.jazzuality.com
* Reportase Riandy Kurniawan**
* File dari Unggul Tw*

Salam
arie rachmawati

Jumat, 11 Februari 2011

Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm




TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
by Arie Rachmawati on Sunday, September 5, 2010 at 12:56pm

K J P (Kadri Jimmo the Prinzes of Rhythm ) sudah mengibarkan bendera di blantika musik Indonesia, melejit dengan "INDONESIA MEMANG HEBAT". Bermula dari suatu malam menemani sahabat untuk menonton konser musik di Salihara, hampir setahun yang lalu. Benar-benar saya tak tahu siapa mereka. Seperti kata pepatah berkata,"Tak kenal maka tak sayang."

Berjalannya waktu alunan lagu itu terus berdendang menyapa daun telinga hingga lirik demi lirik pun dari sebelas lagu dalam CD KJP serasa melagutkan hati larut dalam sepenggal cerita setiap judul lagunya.

Saat pertama kali saya mendengar lagu kedua dalam konser pertama KJP di gedung Teater Salihara, saya merasa ada sesuatu chemistry dari lagu tsb. Waktu itu saya benar-benar tidak memperhatikan saat pembawa acara bang Denny Sakri membacakan list lagu. Di belakang panggung, saat bertemu vokalis yang jangkung itu saya langsung bilang,

"Aku suka lagu yang nomor dua tadi,judulnya apa yah?"
Diantara bisingnya sound musik dan setengah berbisik, ia menjawab,"Symphony Hati."
"Oh..," ujarku serasa aku menemukan sesuatu yang hilang.

Di dinding facebook milik K J P, saya pernah menuliskan komentar bahwa hentakan drumer berparas ganteng itu (Iyun) itu sebagai pembuka lagu (intro) sangat menggebrak suasana, menghantarkan irama untuk menghentakkan kaki beradu dengan lantai. Entah kebetulan atau tidak, lagu pencuri hati dan pilihan saya itu selalu menjadi lagu pembuka setiap performance KJP On The Stage dalam setiap event.

# SYMPHONY HATI #

Music?Lyric : Siham Fikri
(Minor Edited By Fadhil and Kadri)

Kutatap mega dia lebih tinggi
Tapi dia tak setinggi hatimu juwitaku
meski tiada cinta seputih mega
Suara jiwaku lantunkan symphony
Biar cinta menggetarkan hatimu yang beku
Tuk rasakan cinta kasih
Bukan cantik tubuhmu relakan untuknya
Kuletakkan hatimu di atas bumi ini
Dan dengarlah cinta semuanya
Relakan untuknya
Kuletakkan hatimu di atas bumi in
Dengarlah cinta semuanya semu, keluu...


Kembali suasana digiring dalam lagu senada seirama lagu pembuka itu, hadirlah lagu kedua adalah "Sorry To Say."
Lagu itu dalam CD-nya menduduki urutan keempat adalah garapan si Kapten Kadri Mohamad sendiri musik dan liriknya. Intro dibuka dengan permainan gitaris Rifki dan Fadhil, kemudian begitu masuk pada lagu ada ilustrasi dentingan piano khas-nya Fadhil yang memiliki wajah berkarakter keras dan tegas, namun hatinya selembut gerai rambutnya yang panjang menyibak punggungnya. Simak Kapten Kadri mengungkapkan sesuatu...tentang kesalahannya, hingga tali kasih bersama tambatan hatinya tak sejalan lagi.


# SORRY TO SAY #
Music/Lyric : Kadri
Jimmo Putra Petir


Ku rasakan itu pahit
Namun tak kuasa menahannya
Ini sudah takdir sang Kuasa tak seorang pun dapat menghalangi jalan ceritanya I'm sorry to say
Ku akui mungkin ini semua jadi kesalahanku
Namun ku perlu menjelaskan, tak ada maksud
Yang tak lain ungkapan cinta kasih, kita berdua (kita berdua0
Rasa sayang masih ada
Seringkali kau unjukkan meski kini dirimu
Tak bebas lagi, namun cinta kita tak akan padam...ohh (itu jadi kesalahan ku...sorry to say)..
Bukan itu maksud hati ku...sorry to say
Oh...sorry to say...(2x)...we're not meant to be


Kini audience hanyut dalam irama mellow dengan sentuhan romantic rock progressive.
Lirik lagunya sederhana dan pendek ditulis oleh Jimmo vokalis termuda dalam duet itu yang memiliki suara sengau. Lagu itu bercerita tentang tentang perasaan seseorang kepada seorang kekasihnya yang amat dicintai arti ketulusan perasaan, disajikan dengan kesan penuturan yang amat dalam banget. Lagu "Semua Perasaanku". itu selalu terletak pada urutan tengah setelah dua buah lagu sebelumnya mengajak untuk menggoyangkan kepala. Lebih-lebih petikan gitaris Rifki di interlude lagu ini nyaris hati pun ikut tergerus.


# SEMUA PERASAANKU #
Music/Lyric : Jimmo

Pernahkah kau bertanya tentang semua perasaanku
Perasaanku padamu dan ketulusanaku hatiku
Tidakkah kau melihat semua perasaan hatiku
Semua yang aku punya hanyalah bagimu saja
Aku bisa mencintaimu untuk selamanya, slalu saja mencintaimu untuk selamanya...
Sebelum aku mati, jasadku tak berarti, hanyalah cinta ini yang akan tetap abadi
(dan tak akan pernah hilang semua cinta)


Lagu berikutnya tak jauh beda, senada dengan Semua Perasaanku, masih bergelut dengan suasana mellow romantis, dengan sisipan beberapa lirik berbahasa Perancis menambah puitisnya sebuah lagu berjudul "BERTIGA". Serasa menerbangkan angan untuk bercinta dengan balutan salju dan segelas anggur menghangatkan tubuh dibawah suasana panorama La Tour Eiffel dimanjakan oleh sentuhan syahdu accordion-nya Riza Arshad, hingga diakhir lagu. Bertiga menghanyutkan kisah persahabatan yang dilingkari cerita percintaan segitiga.

# BERTIGA #
Music : Kadri/Jimmo/Fadhil
Lyric : Jimmo/Kadri (Translated To French by Dini Shanti)

Katanlah...lah kepadaku
Tentang semua
Cinta yang engkau rasa
Kali bertemu, mata bercumbu
Segelas beaujolais nouveau
Dibalut salju les deax magots
Kau melangkahlah denganku
Mungkinkah ak
Yang selalu kau tunggu
Mungkinkah kita, akan selalu slamanya
Bertiga...
Bercinta denganku saja
Walau rentang dari waktu, akan sa...kit memisah
Est-ce qu'il est possible un parmi nous (Mungkin diantara kamu)
Serala personne que j'attends (Yang selalu kutunggu)
Est-ce qu'il est possible un parmi nous les trois d'etre ensemble pour toujours
(Mungkinkah kita akan se...lalu...selamanya bertiga)
Les trios (Bertiga)


Kini tibalah pada lagu pertama diurutan CD list menjadi pamungkas dalam setiap ujung performance K J P adalah tembang andalan bercerita seseorang yang ingin bercita-cita sebagai Presiden Indonesia. Energik sekali, baik sebagai penyemangat gairah generasi muda yang mulai tak percaya lagi akan kehebatan seorang presiden kita, siapa pun dia. Miris pandangan terhadap pemimpin negeri ini yang kaya hasil bumi namun tak pandai mengolahnya. Dan lagu ini Indonesia Memang Hebat tepat sekali didengungkan dalam situasi hubungan antara Indonesia dengan negara tetangga yang kian penyulut emosi. Lagu ini menyiratkan pesan siapa pun menjadi presiden haruslah bisa mengatasi persoalan dalam dan luar negeri dengan adil dan bijaksana.


# INDONESIA MEMANG HEBAT #

Music/Lyric : Kadri


Bila...kau pergi menjauh, berpaling dariku dan niscaya hidupmu akan merugi
Kar'na aku ini baik dan selalu beruntung, coba saja lihat garis tanganku
Katanya kau siap setia, k a t a n y a kau mau berkorban
Dan katanya aku calon pemimpin...tetaplah disini, kar'na aku...terbaik untukmu...wo..wo (na na na na)
Hapuslah air matamu, karena itu palsu, namun ,aaf telah kuberikan
Bila kau mau bersabar, yakinlah pada ku masa depan ada di tanganku
Katanya bangsa kita hebat,
Katanya negeri kita kaya
Dan katanya Presiden kita bijak, cobalah hargai...pemimpinmu...
Cintai aku...kar'na akupun calon Presiden...


Setiap event selepas penampilan KJP bersama The Legends : Debby Nasution,Keenan Nasution,Fariz RM dan Eet Syahrani di dua tempat Salihara/Jakarta dan Bumi Sangkuriang/Bandung, saya mengamati mereka KJP tetap mempertahankan aksi panggung yang prima dan vokal yang nggak asal-asalan. Lepas dari itu dalam event kecil atau besar bahkan pertunjukkan bertiket atau konser gratis ala acara pameran di JCC/ 26 Juni 2010 dan di Balairung Ui-Depok di pengujung bulan Juli 2010lalu. Dan sayang ada beberapa performance K J P yang terlewati karena keterbatasan waktu, tapi saya yakin KJP tetaplah HEBAT yang mendahulukan kreativitas dalam bermusik.

Selain lima lagu wajib itu, ada beberapa lagu seperti Ocean Half di mana permainan betotan Ken Bass lebih ngejazzy. Yang berbeda menurut saya adalah selama penampilan KJP di dua tempat bersama para The Legends itu, selalu didampingi pemain keyboards yang tidak terdapat dalam formasi KJP yaiitu Krisna Prameswara kini digantikan oleh seorang keyboardist berkacamata minus asal Malang bernama Popo Fauza. Saya melihat tiga kali penampilan anggota baru KJP itu sejak performance di FX.

Senyum ramah kera ngalam itu membuat saya merasa akrab walau keakraban yang terjalin dengan mereka itu baru berjalan hampir setahun terakhir ini. Tak menampik peranan facebook sangat berpengaruh dalam menjalin pertemanan. Sebut saja vokalis bersuara serak dan berat juga sebagai pencetus terbentuknya KJP itu lebih akrab dengan panggilan Kapten Kadri. Saya menyebutnya demikian dengan satu alasan bahwa Kadri Mohamad adalah seperti kapten pilot dalam suatu penerbangan pesawat terbang (KJP), yang akan menerbangkan sayapnya meluas menjelajahi lapisan masyarakat penikmat musik sehati satu selera, dengan dibantu co-pilot Jimmo Putra Petir beserta awak pesawatnya dan para pramugranya : si pianis berambut panjang menjuntai Fadhil Indra, si putra Matahari Terbit Ken Bass, si penabuh drum ganteng Hayunaji, si kalem Rifki Rachmat dan si senyum ramah Popo Fauza.


Sukses selalu buat KJP...Indonesia Hebat harus benar-benar HEBAT bukan hanya katanya...katanya.


Salam,
arie rachmawati

G a m e r 1999

Pertama Mengenal Playstation
Oleh Arie Rachmawati



by Arie Rachmawati on Thursday, February 10, 2011 at 1:25am

Prolog
SILENT HILL ini adalah game playstation pertama (PS1) yang saya tamatkan dengan rating lumayan pada tahun 1998-1999, dan saya mulai memainkan setelah ketiga anak saya (YoAnDo) pergi tidur hingga larut malam. Saya sebenarnya sangat takut memainkan game produksi Konami ini, karena ilustrasi musiknya sangat mencekam apalagi ujuq-ujuq datang monster berbagai bentuk dengan suasana kota yang berkaratan. Tentu saja membuat debaran adrenalie saya sedikit terpacu. Selain itu situasi waktu itu dampak pasca REFORMASI dengan keadaan lingkungan yang tak aman, sedang suami menyelesaikan pendidikan di Bandung dan saya beserta anak-anak tinggal di Jambi.

Silent Hill hadir sebagai sahabat yang setia menemani saya untuk menjaga anak-anak yang masih kecil sekalian beronda. Dan akhirnya tamat setelah menempuh waktu hampir dua minggu, hingga berniat membuat ketikan berdasarkan buku waltrough dan cheat dari majalah GameStation.


Harry Mason terbangun dalam jip-nya dan melihat bahwa putrinya tak ada lagi disitu. Dia berdiri dan berjalan ke tengah jalan kota Silent Hill. Saat itu kabut dan salju sedang turun. Kini kamu memulai pengendalian. Bergeraklah terus sampai kalian melihat bayangan di kejauhan. Bila kamu mencoba masuk toko, komputer akan mengambil alih kontrol dan membawa kamu menuju arah yang benar. Kamu akan melihat Cheryl, namun ia akan lari. Kalian mengikutinya, menuruni jalan kecil. Suasana makin gelap. Harry menyalahkan korek api dan terus berlari. Kemudian akan terlihat sesosok mayat yang membusuk, lalu dua child zombi muncul dan menikammu sampai kau pingsan. Kamu terbangun (lagi…) dalam sebuah café dan melihat Cybil Bennet, Polisi dari Brahrns, kota tetangga. Ia akan menanyakan keadaanmu dan menjelaskan keanehan di Silent Hill. Ia memberimu sebuah pistol dan petualangan yang sebenarnya dimulai.

* LEVEL 1

Scene 1 : Café

Health 2x, Pisau, Peta, Senter, Radio kecil, Notepad (Save Game)

Kamu tak bisa mendapat radio kecil samapai kalian meninggalkan café. Saat mengambil peta, kamu akan menyadari bahwa kalian harus mengquip pistol sebelum pergi (bidik dgn R2, X utk menembak). Setelah mencoba meninggalkan Café maka radio akan berfungsi.

Scene 2 : Diluar Café

Ambil Handgun Bullets di kursi. Periksa gang, lihat peta dengan menekan tombol segitiga. Ikutilah arah panah merah yang mengarah ke Cheryl.

Scene 3 : Gang di Finney St

Handgun Bullets x2, Pipe, Cheryl’s Sketcthbook.

Ada sebuah gang yang tertutup namun kamu dapat mengambil item-nya. Ambillah Sketchbook yang akan memberimu petunjuk untuk menuju sekolah

Scene 4 : Menuju Sekolah

Semua jalan menuju ke sekolah sudah tertutup. Pergilah ke gang di belakang café di Bachman Road. Masuk ke dalam pagar yang bertuliskan “ off limits “ dan kalian di lapangan basket.

Lapangan Basket kecil :

Health Key of Woodman.

Gang Kecil :

sebelah kanan Ponsion Market di Bachman Street ( jalan terus di gang belakang café ) : Handgun Bullets x2. Teruskan ke jembatan rusak (dipeta, dekat huruf N Kompas), kamu sampai di mobil polisi rusak.

Mobil Polisi :

Handgun Bullets Key of Lion. Bersiap karena kalian akan diserang oleh 2 ekor WB (Winged Beastie). Teruskan menuju Eltroy Street. Dekat rumah, terdapat jembatan kayu yg harus dilewati untuk mengambil item tersebut.

Rumah dgn palang kayu :

Health, Key of Scarecrow. Setelah mendapatkan semua 3 kunci pergilah menuju Matheson Street dan teruskan menuju Dog House di Levin St, setelah mendapatkan petunjuk. Ingat kamu harus terlebih dahulu mendapatkan petunjuk sebelum pergi kesana.

Matheson Street

Lihat pada peta, dekat huruf L dari Old Silent Hill, ada sebuah rumah ada Health.

Bachman Road

Pergilah ke sebelah atas untuk menemukan jip-nya Harry, kmdn masuklah ke dalam Convenience Store : Health x4, First Aid.

Scene 5 : Dog House

Dog House dan sebuah rumah, ada House Key, First Aid Kit, Handgun Bullets x2, Health, Save Game. Masuklah dan carilah pintu belakang di dekat dapur. Perhatikan peta yg terdapat di tembok agar kamu dapat mrnambah kelengkapan petamu. Bukalah pintu itu dengan menggunakan kunci. Halaman belakang : Health x2. Masukkalh ke dalam pintu tsb. Keadaan semakin gelap, maka Harry menyalahkan senternya. Kau dapat mematikannya dgn menekan tombol O, lewati gerbang, maka kamu akan berada dijalanan lagi.

Scene 6 : Jalan Raya

Jalan layang yg rusak : diatas Midwich Street : Health, Handgun Bullets

Gang kecil : dekat huruf O pada Silent Hill : Health, Handgun Bullets

Gang di Bradbury Street : temukan garasi dgn darah pintunya, terdapat tulisan ‘K Gordon’. Ikuti gang ini sampai di suatu tempat maka tidak ditemukan apa-apa.

Bus Sekolah : dibagian bawah peta dekat sekolah : Health x2, Save Game.

Scene 7 : Midwich Elementary School

Lewati anjing – anjing yang ada dan buka pintu, maka akan berada di dalam Lobby sekolahan.

Lobby : Peta Sekolah.

Infirmary : First Aid Kit, Health, Save Game.

Reception : Buku Guru (terdapat 3 petunjuk, harus dibaca untuk meneruskan permainan)

Ruangan dibelakang Reception : Handgun Bullets


10:00 “Alchemy Laboratory ” : Gold in an Old Man’s Palm The Future hidden in this first Exchange for sage’s water.

12:00 ” A Place with Song and Sound ” : A silver guide post is untapped in lost tongues, awakening at the ordained order.

05:00 ” Darkness that brings the choking heat “ : Flames render the silence awakening the hungry beast. Open time’s door to beckon pray.


Memecahkan Teka Teki :

10:00 : Larilah melewati halaman, hindari beberapa Child Zombie, tmukan Menara Lonceng. Jamnya menunjukkan 10:00, naik ke tingkat 2, masuklah ke Lab Equip Room. Ada Chemical Hudrochloric Acid, Glucose, Distilled Water. Ambil bahan kimia tsb kmd pergilah menuju Chemistry Lab. Disana ada Handgun Bullets, Statue of Hand. Tuangkan bahan kimia pada Statue of Hand untuk mendapatkan Gold Medalition. Kamu baru bisa mendapatkan Silver Medalion setelah meletakkan medalion ini pada menara lonceng di halaman untuk mendapatkan Golden Sun. Setelah itu, jam berubah menjadi jam 12:00

12:00 : Pergilah menuju Music Room dilantai 2. bacalah petunjuknya, lalu ceklah piano yg ada. Semua tuts piano tersebut bernomor dari kiri ke kanan. Tuts 2,3,8,10,11 tidak berfungsi.


Petunjuk :
Burung yg dimaksud adalah tuts piano. Judul puisi tsb menyempitkan kemungkinan tuts yg harus di tekan menjadi 5 buah. Kodenya : 3,10,11,8,2 maka akan mendapatkan Silver Medallion. Kembali lagi ke halaman dan letakkan di tempatnya. Setelah itu jam akan berubah 05:00

Item – Item yg ada di sekolah :

Lantai 1
WC Pria : Child Zombie
WC Wanita : Kosong
Ruang Guru : Terkunci
Kelas di kanan bawah : Kosong
Kelas di kanan atas : Handgun Bullets
Storage Room/Gudang : Rusak
Hall : Rusak
Ruangan antara Gudang dan Hall : Handgun Bullets.

Lantai 2
Kelasdi kiri atas : Chlid zombiex2, Health
Kelas di kiri bawah : Kosong
WC Pria : Suara Tangisan anak kecil
WC Wanita : Child Zombie x2, Handgun Bullets
Locker Room : Kucing dlm locker, ketika akan keluar ruangan ketemu CZ.
Kelas di kanan bawah : CZ x2, Handgun Bullets
Ruangan sebelahnya : CZ
Perpustakaan : BBGx4, First Aid Kit

Pada jam 05:00

Masuklah ke dalam Boiler Room di ruangan bawah tanah. Save gamelah dulu permainan lalu nyalahkan Boiler, lalu kembali ke Menara Lonceng. Masuklah ke dlm pintu. Ikuti arah ke bawah, maka akan ditemukan botol obat kosong di dasar. Keluarlah dan liatlah animasi yang ada. Harry kembali berada di halaman, namun kini ada simbol misterius di tengahnya. Kembalilah ke gudang/Storage Room disekolah.

Storage Room : Rubber Ball
Ruangan antara Storage Room dan Hall : Hundgun Bullets, First Aid Kit
Kelas dikanan atas : Yellow Picture Card
Gang dekat kelas kanan bawah : Health
Infirmary : First Aid Kit, Health, Save game
Kursi roda di Lobby : Ampoule (Pain Reilever)
Ruangan di belakang Reception : Handgun Bullets

Pergilah ke ruangan belakang Reception dan letakkan Yellow Card di pintu, maka akan muncul di WC Wanita di lantai 1, lalu akan muncul di luar pintu WC wanita lantai 2.
WC pria lantai 2 : Handgun Bullets, Shotgun Bullets.
Kembalilah ke WC Wanita dan kamu muncul di WC wanita lantai 1. Pada WC pria lantai 1: Buka pintu dan lihatlah gadis berpakaian bunga-bunga. Ambil Shougun, lalu pergilah ke ruang guru di kiri atas, ambillah Handgun Bullets. Tinggalkan ruangan, telepon akan berdering. Kembali ke lantai 2.
Kelas Kiri atas : Child Zombie x3, Handgun Bullets.
Kelas Kiri bawah : Shotgun Shells.
Lab.Equip Room/Chemist Room/Library : Rusak.
Gang di sebelah kelas kiri : Health
Masuk ke Locker Room, lihat kucing yg terjepit. Tinggalkan locker maka kamu menemukan kunci ke Library Reserve.
Library Reserve Room : First Aid Kit
Library : Handgun Bullets

Baca buku yg terbuka di ruangan Library, pergilah ke atap. Ada 2 buah lubang air di sudut kanan atas. Masukkan Rubber Ball di salah satu lubang. Periksa lubang yg satu lagi dan kamu akan melihat sebuah kunci. Putarlah keran air, maka air akan mendorong kunci itu jatuh. Turun ke halaman , ambil kunci tsb. Pergilah ke lantai 2, buka kelas kelas disudut kanan atas. Lawanlah 3 Child Zombie. Diruangan berikutnya, ambillah Health. Pergilah ke lantai 1 dan buka pintu panggangan. Savelah di Infirmary, bersiaplah menghadapi Boss 1. Pergilah ke Basement.

Storange Room : Shotgun Shells dan Ampoule.
BoLler Room : Putar Kran kanan ke kiri 2x, Putar Kran kiri ke kanan 1x.

Tembak Boss 1 saat ia membuka mulutnya dengan menggunakan Shotgun. Lihat filmnya,maka akan terlihat gadis yg berbaju bunga-bunga, lalu kamu akan berada di Silent Hill yg sebenarnya. Terdengar bunyi bel gereja, ambillah Kunci K.Gordon. Selesailah Level 1 ini.

* LEVEL 2

Scene 1 : Gordon House

Sebelum meninggalkan sekolah, periksa daftar guru di Reception Desk agar rumah K.Gordon ditandai di peta. Pergi terus ke bagian bawah peta hingga mencapai retakan besar. Belok kiri dan naik dalam gang maka akan sampai di rumah dengan garasi berdarah dan dijaga oleh seekor anjing. Masuk, save dan ambil item yg ada lalu keluarlah melalui pintu belakang.
Retakan Levin Street< Dirumah akhir kanan ada Health.
Bradbury Street diatas kursi sebelum gang taman : Health.
Gang di sebelah kiri Cut Rite Chainsaw : Handgun Bullets.

Gas Station : Handgun Bullets,Engine,Gasoline (Hard Mode),Save Point.

Gunakan Gasoline untuk mengambil Cut Rite Chainsaw atau Rock Drill di Bridge Control Room.

Periksa Weapon Guide untuk memastikan item yg ada. Dibelakang Gas Station : VOWO Truck ada Handgun Bullets, Shotgun Shell.

Scene 2 : Gereja

Ada item Flauros, Drawbridge Key,Health,Save Point. Ketika memasuki gereja akan berjumpa dengan seorang wanita tua yang mencurigakan dan terus mengoceh bahwa ia tahu tentang kedatanganmu. Tinggalkan gereja lalu pergilah ke Bridge Control Room di Bloch Street.

Tangga ke bawah sisi kanan sungai : First Aid Kit, Shotgun Shell.

Bridge Control Room : Rock Drill (perlu Gasoline/Hard Mode, Shopping District Map, Health. Naik ke atas masuklah Drawbridge Key di Kontrol Panel. Lewati jembatan tsb. Tanggak ke bawah disisi kana jembatan : Handgun Bullets. Pergilah ke rumah sakit setelah kalian tak bisa keluar.

Scene 3 : Rumah Sakit

Pergi ke kiri, lewati telepon, pintu pertama di sebelah kiri maka akan bertemu dgn Dr.Michael Kaufmann. Ikuti ceritanya. Pergilah ke rak biru abu-abu, buka pintu kanan, ikuti terus ke pintu berikutnya. Ambillah Map Of Hospital, First Aid Kit.

Doctor’s Office : Map of Basement.
Conference Room : Basement Key.
Dapur : Plastic Bottle, Health.

Director’s Office : Obat berserakan di lantai, gunakan Plastic Bottle untuk mengambil sedikit. Pergilah ke Basement. Masuklah ke Genetaror Room dan aktifkan. Ambillah Hammer, kemudian ke lift dan pergi kelantai 3. Lakukan hal yg sama. Maka akan muncul tombol menuju lantai 4. Gadis itu akan terlihat lagi. Larilah lewat pintu ganda di sisi kana bawah. Turuni tangga. Keluarlah ke koridor maka akan bertemu dgn Nurse Monster yg berpunuk ia akan berlari ke arahmu maka habisi dgn Shotgun dari jarak dekat. Untuk membuka pintu di nurse Center harus memiliki 4 buah item.

WC Pria : Blue Square Plate of Turtle.
Kamar 302 : Video Tape Machine (Blm berguna)
Kamar 304 : Steel Plate Health (jgn disentuh dulu)
Kamar 306 : Yellow Square Plate of Cat
Storage Room : Blood Pack, Handgun Bullets, First Aid Kit.
Vending Machine :Health x3
Director’s Office : Red Square Plate of Queen, Save Game
Dapur : Health
Office : Handgun Bullets.
Pergi ke Level 3 melalui lift, lalu ke level 2 melalui tangga.
Kamar 201 : Lighter
Kamar 204 : Green Square of Mad Hatter, Empty Salte.

Ular tertarik pada darah. Dekati lalu beri mereka Blood Plate. Maka Plate tsb bisa diamabil. Pergilah ke Nurse Center, bacalah petunjuk di pojok tembok. Berjalanlah menuju pintu yang terkunci dan letakakan : Biru dikanan atas, Hijau dikanan bawah, Kuning di kiri bawah, Merah di kiri atas.

Bersiaplah dgn Shotgun karena di dalam pintu tsb banyak Nurse Monters.
Operating Room : Basement StoreRoom Key
Intensive Care Room : Disinfecting Alcohol
Kamar 206 : First Aid Kit
Mourge : Ampoule, health
Basement Store Room : Shotgun Shells.

Doronglah lemari untuk menemukan sebuah pintu. Masuk dan gunakan Alcohol dan Lighter pada tanaman merambat di lantai. Turunlah> Masuk ke pintu di sebelah kanan, temukan Video Tape. Pergi ke pintu yg agak jauh disebelah kiri. Ambillah Examination Room Key. Gadis kecil yg bernama Alessa. Ada bukti yg menunjukkan bahwa dia atau temannya adalah pasien mental di rumah sakit ini. Kembali ke kamar 302 dan gunakan Video Tape. Akan kau temukan Shotgun Shells di kasur di belakang.

Pergilah ke Examination Room, maka akan bertemu dgn Lisa Gariand. Spt Dr Kaufmann ia juga tertidur dan tak tahu apa yg terjadi. Mendadak kamu akan menderita sakit kepala dan pingsan. Ketika terbangun akan melihat wanita tua yang mengakui bernama Dahlia Gilespie. Ternyata lambang samual berada ada di seluruh kota dan kamu harus pergi ke gereja “yang lain”. Dia meninggalakan Antique Shop Key di meja dan pergilah ke sana.

Scene 4 : Antique Shop

Police Station : Handgun Bullets x3, Shotgun Shells x2, Memo, Save Game. Bacalah papan tulis, kemudian pergi Ke Antique Shop berada diatas Simons Street. Ketika berada di Antique Shop doronglah lemari coklat maka akan bertemu dgn Cybil. Periksalah lubang yang ada di tembok. Ikuti arahnya untuk melihat gereja yg lain. Ambil Axe pergilah ke tombol dekat pintu maka altarnya akan terbakar dan Cheryl akan datang untuk mencarimu dan kamu telah menghilang. Harry terbangun bersama Lisa. Lisa mengatakan bahwa ia mengantuk dan bermimpi buruk. Ikuti ceritanya, kemudian saat kamu pergi, ternyata kamu akan berada di Antique Shop. Naik ke atas untuk melihat bahwa kamu telah berada di Silent Hill yang lain.

Scene 5 : Silent Hill Town Centre

Berjalanlah menuju Silent Hill Town Centre. Terlihat sebuah Shopping Mall. Naik lift, tontonlah adegan TV, naik lift lagi. Saat ini, radio akan berbunyi jika ada musuh mendekat. Berjalanlah disebelah kiri dan masuk ke pintu sisi kiri jalan. Ambillah Rifle Bullets x2, First Aid Kit dan save permainan. Lewati mayat lalu hadapi Boss Dune Larvae. Tembaklah saat monters tsb dgn Hunting Rifle sebanyak 5 tembakan. Setelah di lumpuhkan maka akan membentuk bola kemudian membuat lubang di belakang Silent Hill Town Centre.
ÿ Scene 7 :Kembali ke Rumah Sakit

Pergilah ke Sagan St, semua jalan ke luar di tutup hingga kamupergi ke Chrichton St. Dlm perjalanan mampirlah ke Police Station untuk mengambil Rifle Bullets x2, First Aid Kit. Jalan masuknya di Sagan St. Pergilah ke Rumah Sakit masuk ke dalam dan bicaralah dgn Lisa. Lisa akan memberitahukan bahwa untuk sampai ke sungai harus melewati terowongan di Waterworks dekat Midwich Elementary Sshool. Saat meninggalkan rumah sakit kamu akan melihat bahwa semua jalan keluartelah tertutup maka harus menaiki tangga langsung depan Post Office dan siaplah menghadapi Boss Mothra. Yaitu Dune Larvae yg telah berubah menjadi Ngengat raksasa. Setelah monters tsb mati maka suasana akan kembali ke Normal Silent Hill namun masih bersalju.

* LEVEL 3

Scene 1 : Istirahat…

Turuni tangga maka tiba di Rumah Sakit. Di Koontz St, dekat huruf L dari Hospital dipeta, terdapat sebuah gang dgn Handgun Bullets dan Health. Dipersimpangan antara Koontz dan Simmons terdapat sebuah meja café dgn sebuah health. Pergilah ke jembatan sebrangilah maka sampai pada Waterworks. Tekan X untuk menuruni terowongan.

Scene 2 : Terowongan Monster

Siapkan Pipe (Pipa), tetap waspadalah karena radio tidak berfungsi disini. Diperjalanan ini akan bertemu dgn makhluk baru “Mutant Turtles” . Ikuti arah terowongan, belok kiri di persimpangan jalan. Kiri berikutnya akan membawamu, bertemu dgn monster tsb. Ambillah Rifle Shells. Berputarlah dan lurus pergi ke sisi satunya untuk mengamabil Health, Shotgun Shells dan Handgun Bullets. Kemudian berputarlah, lurus ambil sisi kiri, masuk ke dalam pintu bertuliskan “Keep Out”. Teruskan sampai ke ruangan yg menyimpan Sewer Key,Sewer Map dan Save Game. Kuncinya agak tersembunyi. Teruskan masuk ke dalam pintu Keep Out beerikutnya dan berikutnya lagi. Belok kiri di peta dan ikuti arah berputar hingga turun di bagisn peta. Terus terun dan bukalah pintu dengan Sewer Key.

Kanan Bawah jalur ini mengarah ke First Aid Kit.
Kiri Bawah Jalur ini mengarah ke tangga.

Naiki tangga tsb. Lihat pada peta. Bergeraklah memutar mengambil semua item disana. Pada sudut kana atas terdapat Handgun Bullets dan Health. Sudut kiri bawah ada Sewer Exit Key (periksa darah yg ada di sana). Kembali ke sudut kana bawah untuk mendapatkan Save Game dan tangga keluar.

* LEVEL 4

ÿ Scene 1 : Menikmati Dunia Luar Lagi
Sekeluarnya dari Sewer tsb maka kamu akan bisa menghirup udara segar kembali. Berjalanlah ke Annie’s Bar ambillah : Kaufmann’s Receipt + Key, Health x2, Save Game. Temuilah Dr. Kaufmann. Baca tulisannya lalu kombinasikan untuk masuk ke dalam Indian Runner. Passwordnya : 0473

Dalam Indian Runneer Convenience Store : Safe Key, Safe, Rifle Shells, Health, Drug. Periksa lemari dekat meja. Baca catatannya. Baca tulisan di tembok. Periksa peti besi. Ingatlah kombinasi pintu belakang untuk ke Norman Young’s Motel. Lalu pergilah ke Haerby Inn. Gunakan kombinasi 0886 untuk masuk ke Reception. Di Nourman’s Motel ( Hearby Inn Reception ) : Shoutgun Shell, Health, Magnet, Save Game, lalu buka pintu depan. Pergilah ke Apartment 3 dan gunakan Kaufmann’S Key.

Di ruang ini atau Kaufmann’s Room : Health, Motorcycle Key (dibawah lemari). Dorong lemari untuk mengambil kunci tsb, gunakan magnet. Ambil kuncinya kembalilah ke Nourman’s Motel. Pergilah ke ruang belakang dan gunakan pada Motorcycle Key pada motor tsb. Temukan botol kecil, tapi Kaufmann akan muncul dan mengambilnya. Tinggalkan tempat tsb lalu pergilah ke huruf F di Sanford St dlm peta dimana terdapat Rifle Shell dan Health. Saat melewati S di Sanford St maka terjadilah perubahan Silent Hill menjadi Alternate Silent Hill.

Scene 2 : Alternate Silent Hill 1977

Pergilah menuju Lighthouse, selama perjalan banyak ditemui jalan buntu. Peergilah ke kiri menuruni tangga dan masuk ke sebuah kapal. Ada item : Health, Handgun Bullets, Rifle Shells, Save Game. Cybill ada disini, tiba-tiba Dahlia mendadak muncul dan mengatakan sesuatu. Tinggalkan kapal melalui pintu yg dilalui Dahlia dan pergilah menuju ke Lighthouse.

Scene 3 : Lighthouse

Pergi ke Lighthouse, bicaralah dgn Alessa. Kembali ke bawah dan lari maju, kembali ke kapal. Cybill belum kembali. Pergi ke Amusement Park ( Timur ).

Awalan Menuju Bencana

Antara West Sanford dan Sanford St terdapat sebuah gang menuju utara. Diatas akan ditemukan Health dan Shotgun Shell. Pergi ke timur di West Sanford dan masuklah ke sewer. Jalan masuknya ada di utara dimana rute timur terhalang. Larilah melewati sewer dan naiki tangga ke Amusement Park. Berhentilah hingga di tempat penjual Ice Cream, terdapat save point. Temui Cybill maka akan mendapatkan 3 Ending.

1. Menyelamatkan Cybill atau Tidak …?
2. Membunuh Cybill dan Mendapatkan Good Ending.
3. Menyelamatkan Cybill dan Mendapatkan Good+Ending

1. Menyelamatkan Cybill atau Tidak..?

Cybill akan berjalan mendekatimu, menamparmu dan hendak menembakmu. Dia hanya perlu satu tembakan tak terhalang untuk membunuhmu.

2. Untuk Membunuh Cybill dan Mendapatkan Good Ending

Berputarlah mengelilingi Cybill dalam sauatu lingkaran kecil. Dia akan menembak sekitar 10 kali, lalu kehabisan peluru. Lari mengelilingi permainan dan tekan L1+L2 kmdn L2 untuk membidik dan menembaknya sebelum ia mencoba mencekikmu sampai mati. Saat inilah ia akan mengatakan sesuatu yg berhubungan dengan darah di punggungnya. Hal ini berhubungan dgn adegan CG yg lalu dan botol plastic di dapur Rumah Sakit.

3. Untuk Menyelamatkan Cybil dan Mendapatakan Good+Ending

Tunggu sampai ia kehabisan peluru, lalu berlarilah ke punggungnya (atau tunggu saat ia mendekatimu) dan tekan Select untuk menggunakan Plastic Bottle. Kamu akan mendapatkan adegan tambahan di mana Harry sedang menjelaskan bahwa Cheryl bukan putri aslinya ketika Alessa mendadak muncul. Bertengkar lalu Flauros tiba – tiba aktif dengan sendirinya danm membuatnya pingsan. Dahlia muncul dan memutar balikkan cerita hingga menjadi lebih buruk. Kamu terbangun bersama Lisa yang hendak mengatakan sesuatu padamu.



* LEVEL : NECRONOMICON REFERENCES

Door of Hagith

|

|

|à Basement Door

|

|àX

|

|à Door of Ophiel

|

|à Warp 2 (buka dari dalam)

|

|

Faucet |

| |

Start------------------------à Antique Room

| |

Birdcage Phaleg



Pintu pertama di kiri : Key of Ophiel ( di Faucet – gunakan Pilers)

Pintu pertama di kanan : Kunci di Bridcage gunakan Birdcage Key

Pintu kedua dikanan : Door of Phaleq

Pintu di depannya : Save Game,First Aid Kit, Shougun Shells.

Double Door : Terkunci (hingga dibuka dari lantai 2)

Directors Door : Door of Ophiel

Elevator : Door of Hiaght

Basement Door : Mengarah ke Classroom.



Bacalah tulisan dimeja dan pergi melalui pintu kedua, Ini mengarah ke Screwdriver dan Pliers.

Room of Ophiel

X--------------- |

|

X----------------|

|

X----------------|----------------X

|

Puzzle 1------ |---------------- X

|

X----------------|--------------- Puzzle 2

| |

Start X

Constellation Puzzle :

Libra = 2
Pisces = 0
CanCer = 10
Aries = 4

What doesn’t ! Pisces have ? Arms of Legs
Sagitarius = 6
Taurus = 4
Gemini = 8

Kumpulkan Plate Menuju Puzzle 2

Grim Reapers List Puzzle
35 Lidya Findly
60 Trevor F White
18 Albert Lords
14 Roberta T Morgan
38 Edward C Briggs

Ketiklah inisialnya secara berurutan. Pergi ke Morgue dan ambillah Amulet of Solomon. Ketika kamu pergi kamu akan melihat Lisa sekali lagi. Letakkan Plate pada jam di Antique Room untuk mendapat Key of Hagith. Naiklah ke lantai 2.

X

|

----------------------------------- Warp 1

| |

| X

Jewerly Shop

|

|

X

|

X Catatan : di Jewerly Shop banyak item

|

|

Start

Warp 2 X X X Steel Plate Room

| | | | |

--------------------------------------------

| |

X--------- | Nurse Center

|

X--------- |

|

Warp 1


Nurse Center : Camera
Steel Plate Room : Gunakan Srewdriver untuk mengambil Key of Aratron
Naik ke lantai 3 : Other Church ( gereja yg lain ) api di altar Puzzle ?
Ambil kamera dan berpura – puralah seperti turis.
Pintu kiri : Birdcage Key
Pintu Kanan : Health.

Room Of Phaleg
Pintu pertama di kanan : Door of Bethor
Jangan sentuh lemari dengan pisau hingga kamu menggunakan Ring Of Contract. Gunakan cincin itu dan ambillah Dagger of Melchior.

Pintu kedua di kiri : Kumpulan Ankh
Pintu kedua di kanan : Ambil Health dan buka Jelly Beans untuk mengambil Key of Bethor. Periksa ruangan satunya untuk melihat video tape. Masuk ke dalam Door of Rethor untuk mematikan Generator. Ambillah Key of Aratron. Pintu ketiga di kanan : Door of Aratron. Masuk untuk mengambil Disc of Ouroboros. Pintu ketiga kiri : Child’s Room, Save Game, Level Exil

Letakkan semua item mistik di pintu untuk membukanya. Masuk dan turuni tangga. Tontonlah intronya dan persiapkan dirimu menghadapi FINAL BOSS Dia akan melayang sambil melemparkan Energi Petir. Petir itu akan menyambar 4 – 5 kali. Bila terkena lebih dari 2 petir, tekan Select dan ambil Health. Lalu maju danseranglah. Dalam Hard Mode, sebaiknya kamu memeriksa energimu setiap terkena serangannya. Untuk mempercepat pembicaraan sebelum melawan Boss, tekan Start. Berjuanglah dengan energi semaksimal mungkin..!!! Good Luck…!!!

GAME OVER :
Untuk mendapatkan Good+Ending kamu harus menyelamatkan Cheryl. Kalau kamu mendapatkan Good atau Good+Ending bersantailah dulu dan tonton CG-nya.

Epilog
Dan, kini hanya tinggal kenangan dan efek positifnya adalah bermain game sejenis adventure akan membuat otak berpikir untuk memecahkan macam-macam puzzle untuk menuju level berikutnya hingga ending masuk rating seusai melawan Big Boss. Kemudian SILENT HILL sequelnya banyak dirilis di PS2, dengan tampilan gambar 3D nyaris nyata. Bahkan sempat dirilis film layar lebarnya dengan judul yang sama, dan menurut saya tidak seperti dalam cerita game playstation. Namun kesannya tak sedahsyat yang pertama. Awal kisah saya menjadi pemain game playstation dan mengetahui game-game yang baik untuk tingkatan umur anak-anak kala itu, tidak sekedar membeli dan memainkan. Bermain dan belajar.

Daftar Pustaka
1. Buku Walthrough Silent Hill
2. Cheat dan walthrough Silent Hill dari majalah GameStation edisi tahun 1999
3. Gambar-gambar dari Google Search silent hill ps1


                                               

Sabtu, 22 Januari 2011

Montecristo Band


Tatkala Puisi Bersenandung
by Arie Rachmawati on Saturday, January 22, 2011 at 5:58pm





Pertama kali saya mendengar nama MONTECRISTO dan diajak bergabung oleh pianis KJP (Fadhil Indra) sebagai penggemar di group fesbuk sekitar Maret 2010 lalu, benar-benar belum paham apa dan siapa itu Montecristo. Hingga tiga bulan berikutnya nama itu menjadi akrab semenjak mengenal salah satu gitarisnya yang lebih beken dengan nama Keith. Montecristo semakin familiar kala saya menerima kiriman compact disc itu, sekitar pertengahan Agustus 2010 lalu.

Ketika saya membuka cd yang berisi booklet itu, saya sudah jatuh hati pada design grafisnya juga ilustrasi gambarnya yang menarik perhatian saya ketika pertama kali mas Fadhil Indra memamerkan pada saya, bertepatan dengan performance KJP di Balirung UI-Depok, akhir Juli 2010. Entah kenapa saya langsung memesan cd berwarna kuning keemasan itu. Kemudian Keith memperkenalkan saya kepada pak Riza Novara, untuk urusan pemesanan cd Montecristo. Perlahan pertemanan pun terjalin, saya berkenalan pula dengan vokalisnya pak Eric Martoyo, waktu itu Montecristo mengisi acara Solidarity of Rock II di MU Cafe, 7 November 2010. Itulah sepengagal cerita tentang mereka sebagai bentuk proses perkenalan dengan Montecristo.


MONTECRISTO dengan semboyan Life is never ending poem mulai memenuhi pikiran saya, lebih-lebih setelah saya simak lirik untuk Forbidden Song & Garden of Hope bukan karena karya Rustam Effendy atau Keith Rustam yang sangat humoris dan telah menginspirasikan saya untuk menjadikannya sebagai salah satu tokoh cerpen. Tetapi benar, saya merasa kesulitan menterjemahkan lirik berbahasa Inggris itu ke bahasa Indonesia, sungguh My English is Bad. tanpa harus menghilangkan unsur puisinya. Saya mulai mengakrabkan diri dengan kamus, dan berpikir ada semacam pesan yang disampaikan bukan untuk penikmat musik rock saja namun menurut saya pesan untuk negeri kita tercinta ini. "Gilaaa...dan kereen itu orang," gumam saya dalam hati.

Rustam Effendy (gitar) dan Fadhil Indra (piano, keyboards) adalah dua personel di mana saya merasa akrab, di antara para personel Montecriisto lainnya yang terdiri dari Eric Martoyo (vokal),
Alvian Anggakusuma (gitar, backing vokal), Haposan Panggaribuan (bass) dan Keda Panjaitan (drum).

Dalam suatu obrolan thread notes yang ditulis oleh musisi senior yang menjadi pengarah musik Montecristo, saya pernah menulis bahwa Montecristo dari lagu, lirik sangat keren dan berani menyuguhkan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa tetapi tetap bagi saya yang seorang ibu rumah tangga biasa terasa berat. Untuk menemukan chemistry dalam hati memaknai arti lirik yang tersirat dibalik kepuitisannya dan di antara sengauan suara vokalisnya membuat saya harus memutar ulang kali. Kerap kali diputar menemani saya saat mengetik, barulah saya mendapatkan soul lagu suguhan Montecristo yang berisi 9 lagu antara lain sebagai berikut :

* Antestral Land
* About Us
* A Romance of Serendipity
* Garden of Hope
* Celebration of Birth
* In Touch With You
* Crash
* Forbidden song
* Clean

Ketika para 6 musisi itu berkumpul memainkan semua alat musik, mengharmonikan semua bunyi-bunyian hingga membentuk setuhan progesif rock dengan bertutur cerita kehidupan yang terjadi dalam bentuk puisi membuat saya yang kebetulan suka menulis cerpen lebih tertarik satu demi satu arti lagu dalam setiap untaian katanya. Illustrasi gambar menuntun untuk lebih mudah menyimpulkan. Mereka sangat inspiratif hingga saya berimajinasi dari dua lagu Forbidden Song dan Garden of Hope itu menjadi satu judul cerpen. Bahkan saat otak saya mulai berloading muncul keselarasan dari sembilan judul lagu yang ditawarkan itu ada benang merahnya. Mereka berani memberikan warna yang berbeda untuk kancah musik Indonesia. Hingga mas Yockie Suryo Prayogo pun dalam catatan fesbuknya pernah menurunkan tulisan berjudul, "Montecristo...mantafjek!" Dan saya membaca promo iklannya di majalah Rolling Stone Indonesia, para musisi dan penulis senior memberi endorsement-nya.

Kemudian majalah RSI pada edisi berikutnya no. 66 Novemeber 2010 menampilkan tulisan bang Denny Sakri mengulasnya dengan judul, "Montecristo, Tak Sekedar Musik Rock" Sebelum itu saya pernah membaca di harian Koran Tempo, 26 Agustus 2010 menurunkan judul, "Sebuah Nama tentang Musik dan Kehidupan" dilengkapi sebuah inteview perdana di gelombang frekwensi 89,2 FM Green Radio pada 18 Agustus 2010, menjadi tumpukan refersensi mengenal lebih dalam tentang Montecristo.

Tentu saja saya tidak akan meningkahi para senior yang saya kagumi itu, karena saya bukan pengamat musik hanya sebagai penikmat musik sehati. Kembali pada niatan semula dua lagu yang membuat saya tertarik. Sebuah lagu terlarang yang dinyanyikan pada taman harapan, serasa sebuah impian yang indah yang dimiliki sepasang kekasih pada masa yang lalu.

Forbidden Song
Word & Music by Rustam Effendy
Arr. by Fadhil Indra


When the clouds are followed by the rain
We feel the pain
When the night is followed by the dawn
We're broken
I miss your smiling face
In the summer breeze with the smell of roses
We've been through all the beautiful day
now they're gone
a lot of laughs along the way
miss the one
there's so much left behind
it made us insane, we'd crossed the borderline
we just turned around
we're not looking vack in the tunnel of time
We should have known this before
but still we've played it for more
and for more...
We were blind to sing along
wouldn't care too much to known
It was just a forbidden song
When the blue goes away
disappears
I could give up all my life
For all of moments we had
For your misery kiss
You just stood around
With your empty heart
With sadness in your face
We should have known this before
but still we've played it for more
and for more
We were blind to sing along
wouldn't care too much to know
It was just a forbidden song
Don't let the love turn to hate
If I an right or if I am wrong
It was just a forbidden song
nothing's wrong...


Lagu Terlarang. Tatkala awan berarak kemudian hujan turun, saat itu kita merasakan luka (pedih).
Ketika malam datang menjelang, sementara fajar menanti menyambut pagi, saat itu cerita kita berakhir.
Aku merindukan wajahmu yang senantiasa tersenyum, terutama pada musim panas di mana hembusan angin meniupkan aroma mawar. Kita telah bersama-sama melewati sepanjang hari yang indah. sekarang semuanya telah berlalu, menjadi kenangan. Mengenang canda tawa sepanjang jalan itu. Aku rindu tawa itu.
Terlalu banyak kenangan yang tertinggal dan itu telah membuat kita semakin gila. Kita bukan memutar balikan waktu hanya sejenak melewati kembali lorong waktu. Seharusnya kita sudah mengetahuinya namun kita tetap masih ingin bermain lagi dan lagi. Saat kita tidak bisa bernyanyi dengan merdu, namun kita tetap saja bernyanyi lagu terlarang itu. Lalu langit biru menghilang dalam gelap. Aku pasrah akan hidupku untuk semua kenangan kita, yang kita miliki. Untuk kelembutan sentuhan bibirmu itu. Tetapi kamu hanya mematung (berdiri tegak) dengan hati yang kosong serta seraut wajah sedih. Aku berharap jangan biarkan cinta itu berubah menjadi benci. Tak peduli benar atau salah ini adalah persembahan sebuah lagu terlarang dan itu tak ada yang salah.

Tentang lagu yang menyimpan kenangan lama penuh romantisme dilatarbelakangi alam yang menggiring pada kisah percintaan yang indah. Saat menulis ini terlintas wajah penulis liriknya yang sehari-hari lebih berasa ngocol namun dibalik itu ternyata ia seorang yang sangat puitis. Mereka adalah pujangga rocker milinium. Dengan kekompakan bersama dalam bermusik maka Forbidden Song hadir sebagai lagu syarat kenangan cinta yang indah tanpa melupakan desiran rocknya.

Berbeda dengan karya berikutnya yaitu Garden of Hope, memotret kehidupan negeri kita sangat pas dengan situasi yang berlaku. Mungkin semacam protes berselubung lewat barisan kata berpuisi yang dikemas dengan sentuhan musik lebih slowly. Berawal dari intro bongo dan konggo menyapa di antara gemerencik perkusi sebagai pembuka lagu.

Garden of Hope
Words & Music by Keith Rustam Effendy
Arr. by Fadhil Indra & Alvin Anggakusuma


It's not all about giving up
It''s not all about surrender
It's not all about losing hope
It's not about feeling hunger
Do not listen to a lunch of those politicians
Who promise everything but give you nothing
Just don't care any dirty game they play
Let us be united just to get away
We are living together in
a garden oh hope hand in hand
The sun is shining and giving us life
Stand up no surrender never give up get it up
Because we are living in land of love
No regret...Not Sadness
Looking up the sky and bright sunny day
Garden of hope is living for us
Let's kick the worries and light for
The best..and get it up
Let us be visited and we light survive
We are living together in a garden of hope
The sun in shining and giving us life
Because we're living in a land of love
Stand up no surrender never give up lets us it up
Because we are living in a garden of hope


Taman Harapan. Ini adalah sebuah cerita tentang taman yang memberi harapan untuk penghuninya.

Taman yang berisi tangan-tangan pantang menyerah untuk kehidupan. Bukan sekedar membicarakan perasaan lapar ditengah kemiskinan yang serasa menjadi tirai yang mampu disibakkan oleh para penguasa negeri. Kalangan diatas sekan mengemban amanah seperti memainkan sebuah permainan yang dengan mudahnya dikendalikan sesuai hasratnya. Ini negeri kita banyak tangan-tangan kecil menggapai untuk kemakmuran hidup.

Biarkan mereka begitu? Dan kita harus bersatu untuk menendang mereka yang hanya mementingkan isi perutnya sendiri. Kita hidup bersama dalam sebuah taman harapan. Mengharap tangan tetap diatas memberi, seperti matahari yang bersinar untuk kehidupan kita. Kita harus tetap tegar berdiri dan harus meraihnya karena kita hidup dengan cinta. Jangan ada kesedihan, jangan ada penyesalan.

Tetap menengadah lah ke langit yang cerah secerah hari penuh harapan. Taman harapan untuk kita. Marilah kita mengusir kekhawatiran itu dan mendapatkan yang terbaik. Marilah tetap bersatu, saling menyapa seperti cahaya yang selalu bertahan terangnya, karena kita hidup bersama di sebuah taman harapan.


Dari 9 lagu saya hanya mampu mengupas 2 lagu saja, selebihnya masih menarik dibahas dengan cara saya sendiri sebagai penikmat musik. Walaupun suguhan lagu "Celebration of Birth" sebagai lagu andalan sempat mengusik saya, namun saya merasa kurang mampu menterjemahkan lagu itu.

Hidup tidak pernah berakhir seperti puisi, hidup ini terasa indah bila semua bisa disyairkan seperti puisi dengan cinta maka dunia bisa dalam genggaman damai.
Untuk Montecristo, tetaplah berpuisi, tetaplah bermusik sentuh penghuni dunia dengan iramamu.
Tatkala puisi bersenandung maka Montecristo siap melangkah menggeridipkan blantika musik Indonesia.


Salam rOck On,

Arie Rachmawati

Selasa, 18 Januari 2011

HUT KPMI ke 5


Jakarta, Sabtu 18 Desember 2010.
Bertempat Manchester United Cafe di gedung Sarinah Lt2,Jl.MH Thamrin no :11 Jakarta Pusat, siang itu cafe yang identik dengan gambar-gambar pesepakbola MU kini disulap dengan berbagai poster dan display piringan hitam dari kumpulan lagu-lagu masa lalu era 60-an,70-an dan 80-an. Bukan saja poster dan display PH namun berserakan pula kaset-kaset dibawah tangga stage. Semarak suasana seakan membawa kenangan kita kembali jayanya lagu karya anak negeri Indonesia.

dr. Rudi Pekerti
Hari itu KPMI punya gawe, merayakan hari jadinya yang ke lima. Masih tergolong balita, atau seusia taman-kanak-kanak, namun langkah yang berjalan tak sebalita usianya. KPMI adalah wadah komunitas yang terbentuk karena seringnya nongkrong sesama pecinta musik Indonesia. Bermula dari obrolan ringan hingga menjadi ajang serius bagaimana menyelamatkan kejayaan lagu-lagu karya musisi/penyanyi/pencipta lagu yang saat itu sangat populer se-Nusantara dan negara tetangga.

KPMI semakin hari semakin banyak anggotanya yang masuk ikut menggabungkan diri ke wadah tersebut. Semula hanya penikmat musik yang usianya diatas 40-50 tahunan sekarang merambah kepada usia dibawah itu. Sayang ketika acara berlangsung banyak anggotanya yang berhalangan hadir,disebabkan berbagai kendala menjelang HUT KPMI ke 5.

Setelah menerbitkan dua buku Musisiku1 dan Musisiku 2 sebagai ajang barometer para musisi yang berkiprah tanah air sejak tahun 1960an hingga 1980an.Kini langkah selanjutnya kiprah KPMI dalam kancah sebuah komunitas di tanah air tepatnya di kota Jakarta pacut diperhitungkan. Semenjak awal tahun 2010 KPMI bekerja sama dengan SCTV dalam program acara " HARMONI" yang ditayangkan setiap tanggal 20 setiap bulannya. Langkah selanjutnya adalah bulan Maret 2010, KPMI digaet oleh panitia Penyelengara Grand Final Indonesia Song Festival 2010, yang diadakan di Ballroom (Ex Djakarta Theater) Jln. MH. Thamrin Jakarta Pusat.

Keberadaan KPMI dalam deretan komunitas yang paling banyak memiliki koleksi kaset atau piringan hitam terbanyak.

Alhamdulillah,Display KPMI tadi malam di acara Indonesia Song Festival,mendapat respon yang baik dari tamu undangan yang hadir..Bahkan Menteri Pariwisata & Kebudayaan,Bpk Jero Wacik memberikan apresiasi terhadap KPMI. (ini dari thread inbox oleh pak Gatot Triyono)

Sudah waktunya kebersamaan itu kian merapat dan bersahabat menyapa jajaran-jajaran lain agar KPMI semakin kian dikenal masyarakat luas bukan hanya sebagian para musisi saja, tetapi jejaringan luas para penikmat musik tanah air. Kini tibalah perayaan Ulang Tahun KPMI digelar. Bahagia sekali saat satu persatu tamu berdatangan dimulai dari seorang pencipta lagu Merantau dan Kerinduan yaitu bapak Jasir Sjam beserta ibu dan cucunya. Tak lama kemudian menyusul si Arsitek Musik begitu sebutan untuk mas Yockie Suryo Prayogo. Semakina bergulirnya waktu semakin membaur musisi,penyanyi dan pencipta lagu dari era 60-an,70-an dan 80-an. Begitu pula para sahabat KPMI dan beberapa teman infotaiment dan media massa lainnya.

Acara dibuka dengan "Basmallah" oleh bapak Gatot Triyono,kemudian diteruskan sambutan oleh mas Andrio Reza Andrio Reza(Ketua Panitia HUT KPMI ke 5) sebagai ketua panitia ulang tahun KPMI ke 5 ini, dan menyusul mas Didik Siswanto
Gatot Triyono
sebagai ketua KPMI turut memberi sambutan dan terakhir mewakili sahabat KPMI yang hadir diwakili oleh bapak dokter Rudi Pekerti. Beliau ini dikenal sebagai penulis lirik lagu dan sahabat,kerabat Nasution dan khususnya Gang Pengangsaan. Lalu dilanjutkan dengan makan siang bersama yang telah disiapkan untuk menjamu para undangan yang hadir diringi musik oleh Audensi Band. Semilir alunan lagu lawas menggiring para tamu disela menikmati hidangan dengan membawa kembali kenangan lama untuk dikuak kembali. Acara selanjutnya adalah memotongan tumpeng sebagai simbol syukur berjalannya KPMI selama lima tahun ini.

Ujung nasi tumpeng pertama diberikan kepada mantan drumer Makara Band yaitu bang Andy Julias,oleh mas Didik Siswanto. Kemudian diteruskan oleh Andrio Reza memberi potongan nasi tumpeng kepada bang Ilham Affan dan diakhiri potongan nasi tumpeng oleh Jose Choa Linge kepada ibu Neneng Salmiah (The Singers).

Tak lama kemudian, penyanyi wanita Arie Koesmiran yang berasal dari kota Sidoarjo Jawa Timur, membawa para undangan kembali mengenang kejayaan lagu-lagunya, disamping itu beliau sangat terperanjat bahwa KPMI masih memiliki/menyimpan poster pertamanya saat usia 12 tahun, dengan gaya remaja memakai rok mini dan gerai rambut hitamnya. Kemudian beliau menghadiahkan tiga lagu berturut-turut, sesekali diselingi canda tawa di antara obrolannya. John yang diciptakan oleh bapak Adriadie, dan kebetulan beliau pun hadir.


JOHN

Cipt : Adriadie


John..John..
Kau bagai gelombang
Ku diam kau datang
Ku kejar kau hilang
Hai..John..John
Daku wanita
Terjatuh kau cumbu rayu 
John..John..
Kejamnya hatimu
Ku diam kau benci
Ku sapa kau benci
Oh John..John...
Tiada satu pun pemuda yang sepertimu
Engkau segala gelombang
Bila ku abaikan dirimu
Engkau menyakitikan hati
Bila Kuharapkan dirimu
Apakah yang engkau inginkan
Apakah yang engkau harapkan dariku...katakanlah.


Arie Koesmiran & Adriadie
Usai lagu John, masih dalam alunan slowly lagu Di Balik Tirai Penjara semakin melarutkan suasana semakin melankolis. Ternyata lantunan lagu Sungai Babylon membuat MU Cafe nampak semarak apalagi mbak Arie Koesmiran menghidupkan suasana cafe dengan mengajak para tamu turut melantai dengan goyangan poco-poco, berakhir dalam tepukan tangan.

Pembawa acara David Tarigan memberi kesempatan pada Geronimo generasi baru yang membawakan beberapa lagu karya bapak Anton Issoedibjo. Mereka adalah Edo Geronimo dan Azrah Anton Iss, usai anak-anak muda yang memberi warna lain perayaan KPMI itu. Kini seorang tamu pertama dan beliau adalah pencipta lagu "Merantau" yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi Titiek Sandhora dan diaur ulang oleh Dina Mariana. Beliau adalah Jasir Sjam seorang pencipta lagu dan khusus lagu-lagu Padang, kini
Jasir Sjam melagukan lagunya, dan beliau memperkenalkan diri bahwa istri beliau adalah penulis lirik untuk lagu "Kerinduan" yang pernah di populerkan oleh Bob Tutupoli. Gilir mengilir turut meramaikan suasana ulang tahun adalah sebuah grup band yang sangat mengidolakan KOES PLUS dan KOES BERSAUDARA, mereka adalah B-Flat membawakan lagu-lagu di antaranya adalah "Mari - Mari", "Muda Mudi" membuat para tamu turut bernyanyi bersama.

Macan panggung festival adalah julukan untuk penyanyi bersuara dahsyat yaitu mbak Zwesty Wirabuana hanya menyumbang satu lagu Indonesia dan satunya lagi adalah request dari tamu undangan yaitu lagu milik Diana Ross "When You Tell Me That You Love Me" sangat menggelegarkan ruangan. Disusul kemudian oleh vokalis group band D'LLOYD yaitu bapak Syamsuar Hasyim. Beliau dengan flamboyan-nya memberi suguhan 3 lagu medley Mengapa Harus Jumpa - Titik Noda - Apa Salah dan Dosaku. Penampilan beliau yang masih mempunyai kharismatik membuat para tamu larut dalam lagu-lagu yang dibawakan siang itu.

TITIK NODA

Cipt : Bartje Van Houten


Sore itu langit menjadi gelap
Mendung pun kian merebah
Terdengar tetesan air hujan
Semua menambah kepedihan 
Hujan pun turun semakin deras
Begitu juga air matanya
Dia menangis mengenangkan dirinya yang ditinggalkan 
Kasihnya telah pergi
Meninggalkan titik noda
Tinggalkan dia kini
dengan hati yang kecewa
Hapuslah air matamu
Jangan ditangisi kisah yang lalu
sudah suratan ini terjadi
Jangan sesalkan lagi


Sam D'Llyod
Benny Panbres
Riuh tepukan membuat suasana pun semakin gempita, bahkan bang Oetje F Tekol dan bang Jelly Tobing ikut koor bersama para tamu. Begitu pula saya yang hadir sebagai generasi kedua sempat akrab dengan lagu-lagu tersebut karena seringnya diputar oleh orang tua saya kala itu. Di antara tamu hadir tamu sahabat KPMI yaitu bang , walau dalam masa pemulihan dari sakit dan berada diatas kursi roda tak menyulutkan semangat ikut meramaikan ulang tahun KPMI kali ini. Tamu undangan yang didaulat untuk menyumbangkan suara indahnya adalah penyanyi era 80-an yaitu Dian Pisesha dengan wajah ayunya, menghadirkan lagu ciptaan (alm) Pance Pondaan "Tak Ingin Sendiri" dan "Engkaulah Segalanya Bagiku". Kemudian dilanjutkan oleh seseorang yang lebih dikenal sebagai pencipta lagu era duet maut penyanyi Dewi Yull dan Broery Pesulima, yaitu bang Amin Ivo's (Ivo's Group) Benny Panjaitan (PANBERS)
Eddy Silitonga

Amin Ivo's menampilkan lagu "Bukan Dirimu" dengan arragement reggea yang berbeda dari versi lagu yang dipopulerkan oleh Dewi Yull. Penyanyi berikutnya yang dipanggil oleh David Tarigan sebagai pembawa acara adalah bang "Biarlah Sendiri" ternyata David Tarigan sangat paham dan fasih satu per satu lagu-lagu jaman dulu, bila menilik usianya mungkin belum merasakan ketenaran lagu-lagu yang hadir penyemarak ulang tahun siang itu. Tak ketinggalan pula bang Ade Anwar (PSP/The Crabs) dan disambung dengan penampilan Debby Nasution yang berencana akan membawakan lagu Angin Malam bersama Once terpaksa batal dan digantikan oleh bang Harry Sabar. Penyanyi berambut putih dan masih tangguh vokalnya, saya mengenalnya saat lagu Bayang Pesona merajai tangga lagu di radio saat itu. Waktu kian merambah hingga di ujung acara di meriahkan oleh sentuhan musik rock yang pernah hit dengan lagunya "Semut Hitam" dan "Kehidupan". Masih banyak lagu-lagu dari GODBLESS yang akrab ditelinga para tamu undangan namun cukup dua lagu itu mampu menyihir dan membuat para chief MU Cafe pada keluar dari sarangnya ikut menikmati teriakan bang Jelly Tobing yang menggantikan kehadiran vokalis utamanya bang Iyek atau Achmad Albar. Gebukan pada drum dengan semangat membuat suasana kembali pada masa Godbless merajai panggung konser pagelaran rock tanah air.
Eddy Silitonga membawakan lagu

Keenan Nasution
Mereka adalah Abadi Soesman (keyboard), Teddy Sujaya(drum), Ian Antono (guitars) dan Jelly Tobing (vokal/bass) salah satu wakil undangan dalam bentuk group band yang meramaikan sabtu ceria itu. Dan ditutup oleh penampilan solo dari bang Keenan Nasution yang melantukan lagu "Chopin Larung" ver.2010, sangat santai sekali sambil menyanyi juga diselingi ngobrol dengan sesama musisi seangkatannya.

Benar-benar seperti satu rangkaian pertunjukkan melihat scene demi scene perjalanan panjang lagu-lagu jadul berjaya menggulirkan waktu masa demi masanya. Serasa seperti tak ingin berakhir dan segala puji syukur kehadirat Allah SWT kian bertambah karena acara ulang tahun berlangsung dengan lancar, meriah dan sukses. Bersama untuk ulang tahun KPMI kali ini semoga terulang kembali untuk ulang tahun berikutnya, tentunya dengan banyaknya para penggiat seni yang berpartisipasi. Harapan dan doa senantiasa dipanjatkan semoga kedepannya komunitas ini lebih banyak para pelaku seni khususnya dibidang musik melebur dalam wadah penuh persaudaraan.

Terima Kasih kepada Audiensi Band sebagai band pendukung, para tamu undangan mereka musisi/penyanyi/pencipta lagu juga para sahabat KPMI, para panitia penyenggra yang terkait dan semua anggota KPMI tanpa kerja samanya tak akan mendulang kesuksesan ini.


Salam,
Arie Rachmawati




DAFTAR TAMU YANG HADIR :


- Neneng Salmiah (The Singers)

- Arie Koesmiran

- Dian Pisesha

- Zwesty Wirabuana

- Maya Angela

- Helly Gaos

- Waty Siregar

- Uce Anwar

- Dina Mariana

- Dotty Amalia

- Nuning & Yayuk ( Nidya Sister )

- Yockie Suryo Prayogo

- Oetje F Tekol

- Harry Sabar

- Ian Antono

- Jelly Tobing

- Teddy Sujaya

- Amin Ivo's

- Erwin Harahap (The Mercy's)

- Ade Anwar (PSP/The Crab)

- Benny Panjaitan (Panbers)

- Syam D'lloyd

- Andy Julias Makara

- Debby Nasution

- Abadi Soesman

- Keenan Nasution

- Ronny Harahap (Guruh Gipsy)

- Darma Purba (Rhtym Kings)

- Maxi Mamiri

- Jasir Sjam

- Rudi Pekerti

- Adriadie

- B'Plus

- Gatot The Disc

- Edo Geronimo - Azrah Anton Iss.

Minggu, 16 Januari 2011

Ulang Tahun Edo


Lucunya YoAnDo
by Arie Rachmawati on Monday, January 17, 2011 at 7:50pm



Jambi, 16 Januari 1994 (23:30 wib)

Saat pertama mengetahui saya hamil anak ketiga benar-benar tidak merasakan rasa ngidam seperti saat mengandung dua anak sebelumnya yaitu Ryo dan Ryan. Selama mengandung sembilan bulan itu dalam bermunajah doa selalu saya panjatkan semoga bayi dalam kandungan ini kelak lahir seorang bayi laki-laki. Meski hasil USG menyatakan akan lahir seorang budak betino (putri) bukan seorang budak jantan (putra), tetapi saya lebih yakin pilihan Allah adalah yang terbaik, yang penting lahir dengan selamat,lancar, dan sehat.

Seperti 17 tahun yang lalu, hari itu Minggu siang seusai menikmati lezatnya buah durian pada musim durian, rasa perut mules pun menggoda dan setelah tiba di rumah sakit bersalin St.Theresia Jambi, ternyata rasa sakit itu berlalu seakan larut dalam kelelahan tiada tara. Seharian yang melelahkan dimana pagi itu Ryan baru bisa berjalan sendiri masuk usia 15 bulan dan kakaknya Ryo ( 4thn,1bulan) sudah duduk di bangku sekolah dasar di daerah The Hok Jambi. Kehadiran Edo atau Ardianto Ridho Putra menjelang pergantian waktu tanggal 17 Januari adalah pelengkap keceriaan tawa-tangis anak-anak dalam rumah nan jauh dari sanak saudara di pulau Jawa. Kehadiran Ridho/Edo melengkapi angan dan harapan memiliki tiga putra dan timbul inspirasi menyebut ketiganya dengan sebutan YOANDO

Tidak seperti Ryan semasa bayi yang susah tidur, Edo bayi lebih tenang cukup diputarkan musik pengantar tidur maka larutlah ia dalam mimpi. Itu cerita semasa bayi hingga mulai belajar berjalan dari merangkak ia tergolong paling aktif atau bahasa Jambi-nya adalah lasak nian itu budak. Benar Edo yang semula bayi tenang, tidak rewel meski pernah keliru memberi sebotol susu yang semestinya untuk kakaknya malah ia tidak mengalami sesuatu yang dikhawatirkan, seperti murus atau rewel. Edo kecil malah seperti tersihir dan lelap dalam tidur yang mengasyikkan. Namun beberapa tahun setelah mulai mengenal sekolah tepatnya taman kanak-kanak, mulailah banyak cakap, protes dan rada cererwet.
Umur 5 tahun udah berani di sunat lho...
Dari YoAnDo yang tampil berani untuk urusan khitan, Edo-lah yang mendapat Award. Pada usia 5 tahun masih di taman kanak-kanak, saat liburan sekolah minta di khitan. Tanpa ditemani saya yang kali itu harus mengurusi dua kakaknya, Edo berdua saja dengan papanya melakukan perjalanan ke Bandung, tempat khitan di jalan.By Pass Soekarno Hatta Bandung. Ia berharap setelah itu akan mendapatkan sepeda beroda tiga.

Itulah Edo kecil tumbuh sehat, berkulit agak gelap dari kedua kakaknya tetapi pemberani. Nah, mulailah ia banyak beraksi dengan sebagai pecundang mengganggu kedua kakaknya yang tampil rada kalem. Lebih-lebih Kak Yo sering dibuatnya menangis,tentunya banyak mendapat marahan dari saya. Meski terlahir sebagi anak bontot alias bungsu namun keadilan saya tegakkan. Setiap sesuatu baik makanan atau mainan selalu mendapat porsi yang sama. Siapa yang nakal, usil akan mendapat hukuman, terutama bagi YoAnDo yang tidak mematuhi peraturan yang telah saya buat seperti jadwal bermain game, mencuci sepatu, mencuci tas sekolah bila hari minggu tiba. Mengenai hukuman untuk anak-anak bukan hukuman fisik melainkan terkurangnya jatah waktu untuk bermain game PS (one) atau berkurangnya uang saku yang menjadi ladang untuk menabung dan mereka akan membeli sesuatu yang telah diinginkan.

Mereka pun hadir sebagai anak yang patuh bila tiba saatnya mengaji tiba selalu duduk manis walau kadang seraut wajah lelah hadir menyelinap. Lebih-lebih kala bulan Ramadhan datang untuk berpuasa juga tadarusan, menjadi ajang yang ditunggu karena siapa yang rajin datang dan mengaji tadarusan akan memperoleh bonus dari bapak DKM masjid. Bersyukur masa kecil mereka hidup di Jambi yang jauh dari hingar bingar namun akrab dengan surau menjadi bekal yang Insya Allah akan berguna saat ini juga mendatang. Percakapan ala Upin dan Ipin membuat anak-anak suka bernostaligia saat tinggal di Sumatra.

Bertambah usia, Edo pun sudah tidak mengganggu kakak-kakaknya lagi. Ia lebih suka membaca Doraemon, Detektif Conan, bahkan buku favorit bersama yaitu Tiga Anak Babi pun dibaca sendiri sambil senyum-senyum sendiri. Kak Yo dan Edo hampir memilki kesamaan dalam hobby, mungkin dalam naungan zodiak yang sama Capricornus. Lebih banyak mengaluangkan waktu di dalam rumah. Dan sangat berbeda dengan Ryan seiring waktu berjalan, Ryan yang semula pendiam sekarang malah sering melakukan aktivitas di luar rumah bergabung dengan beberapa teman barunya setelah kami berpindah tempat menempati rumah sendiri di daerah Sipin (STM Atas).

Sejak masih di Jambi minat akan urusan dapur pun sudah nampak sejak menginjak bangku sekolah dasar, mungkin sebagai anak bungsu yang sering banyak waktu bersama saya di dapur akhirnya sedikit demi sedikit paham urusan dapur. Edo bisa membuat dadar telur dan pisang goreng makanan favoritnya bisa melakukannya sendiri. Suatu hari saat saya asyik mencuci pakaian dengan tenaga manual, Edo kecil dengan sepeda kesayangannya bergegas menghampiri saya, seraya berkata,"Ma cepetan ke rumah Bu Hakim ada Ibu-ibu pada ngumpul, ada panci ajaib, Ma."

Katanya lagi panci itu bisa bikin kue, bisa bikin masakan, enak cepat dan ajaib. Selain itu bila Edo diberi tugas yang berhubungan dengan rumah tangga lebih tanggap dibanding dengan kedua kakaknya. Saya pun merasa tenang saat meninggalkan rumah bila ada Edo di rumah, pasti sebagian pekerjaan rumah tangga seperti mengangkati jemuran atau menyapu pasti beres. Bukan berarti kedua kakaknya tidak peduli. Mereka peduli dan perhatian pada porsinya masing-masing. Itulah YoAnDo harus tahu apa yang akan dikerjakan bila saya jatuh sakit. Mereka saling berbagi walau kadang terdengar suara-suara kecil ribut memilih pekerjaan teringan. Setiap anak memilki karakter yang berbeda meski dilahirkan dari satu rahim yang sama.

Bertambah umur, ternyata Edo tidak begitu sehat seperti perkiraan semula. Dari YoAnDo ternyata Edo-lah yang mewarisi penyakit asma saya, selain itu sekitar 2006-2007 Edo menjadi pasien RS.Harapan Kita karena ada masalah dengan jantungnya yang baru diketahui setelah duduk di bangku sekolah menengah pertama di Bogor. Bukan kami berduka namun malah bersyukur bahwa penyakit itu cepat diketahui dan segera diatasi dengan berobat berjalan setiap hari Selasa selalu kontrol ke Jakarta.

Banyak pengalaman yang didapat dari belajar sabar saat kemacetan atau menunggu antrian panggilan yang ternyata banyak sekali anak-anak dibawah usia Edo yang menderita penyakit jantung lebih berat.Meski Edo sudah SMP tapi masih digolongkan usia anak-anak.
Wajah-wajah mungil pias tanpa warna kulit yang cerah menghiasi ruang tunggu.
Wajah-wajah pucat pasi itu ada yang berceloteh, ada pula yang larut dalam rintihan karena mengalami beberapa kali operasi sejak dilahirkan. Bertukar cerita sesama orang tua mengurangi beban bathin dan menjadi ladang inspirasi untuk saya. Kadang kami bertemu kembali dengan pasien yang senasib itu-itu juga, hingga seperti jumpa kawan lama dan tentunya menanyakan kondisi masing-masing hasil dari pengobatan berjalan.

Waktu itu ibu dokter yang menanggani bernama dr.Poopy tiba-tiba dikunjungannya yang sekian kali menyatakan Edo sudah baik dari semula, dan kontrol bisa dilanjutkan dengan dokter setempat. Alhamdulillah. Hikmah dan kaya pengalaman yang pastinya dan Edo bukan tipe anak yang berkecil hati karena selama dalam perjalanan tempuh Bogor-Jakarta kami berdua selalu tak lepas dari gelak ketawa. Ia selalu bilang pada saya bahwa," Mama itu lucu."

Begitu pula saat beberapa waktu lalu Edo mengalami musibah terjatuh dari motor dan mengalami beberapa luka dan memar dan sempat ada jahitan di dahi kirinya. Melihat kondisinya yang sangat berbeda sekali dengan Edo kecil gemuk dan nggemesin, Edo remaja kurus dan nyaris tulang belulang saja dengan banyaknya luka di sana-sini, sangat memprihatinkan. Namun sekali lagi two thumbs buatnya karena tak nampak wajah sedih. Saya pun selalu mengingatkan bahwa rejeki dan musibah itu datangnya dari Allah dan kita tidak boleh berburuk sangka kepada-Nya. Bila kita berserah diri dan ikhlas semua akan cepat berlalu dan dalam sakit pun tak lepas dari senyum dan tawa. Berbahagia-lah Edo yang banyak memiliki banyak teman, dua kakak yang sangat sangat sayang dan humoris, karena hidup tanpa saudara dan teman adalah sepi dan gersang.

Walau tanpa kue tart, tanpa kado, dan pernak-pernik ulang tahun serta seremonial seperti waktu tinggal di Jambi dulu, namun setiap hari tetap sebaris doa mengalir. Kemarin, hanya nasi gemuk (uduk) dan lauk pauk sederhana dan es coktail cukup meramaikan jadwal les private yang kebetulan bertepatan dengan ulang tahunnya, saya rasa cukup menghibur.

Hanya kepada-Nya kita panjatkan segala pinta dan semoga ulang tahun kali lebih banyak bermunajah mengingat ujian demi ujian sudah diambang pintu. Dan kenangan meniup lilin bersama YoAnDo seperti tahun-tahun yang berlalu tinggallah cerita yang akan menjadi kenangan berharga. Saya bersyukur memilki anak-anak yang kadang waktu menjadi teman bicara seperti sahabat, tanpa mengurangi kadar jalinan seorang ibu kepada anak-anaknya. Mereka adalah anak-anak yang dengan lucu dan kenakalannya masing-masing dan kini menjadi kenangan indahnya masa kanak-kanak itu. Sekarang ketiganya pada proses mencari jati diri. Dua kakaknya tengah menimba ilmu di perantauan, menyusul Edo nantinya. Berjuang meraih cita-cita untuk bekal menyosong masa depan yang gemilang. Semoga...

Sekali lagi buat Edo anak bujel-ku :

Selamat Ulang Tahun
SmOga menjadi anak yang sholeh,
sehat dan selalu dalam lindungan Allah
Jangan lupa bersyukur dalam keadaan lapang dan sempit. dalam suka dan duka
Dan..smOga tercapai segala angan,cita dan mimpi-mu
PF : 16 Januari 1994-2011


Salam,
mOther