Rabu, 05 Juli 2017

P u i s i k u :


Puisi Puisi by NK
(ditulis kembali oleh Arie Rachmawati)



Aku dan Layang-layang
by NK *16 -Oktober-2012

di ranting kering tersngkut layang-layang
benangnya berurai melilit dahan
terik mentari membuat tanahnya gersang
cinta dunia membuat cemburunya Tuhan
dihalaunya rasa itu membuatku tenang
hanya tersisa rinduku pada pencipta bintang
bagai layang-layang yang putus dari benang
kemana pun angin menerpa disitu aku senang
tak kusangka ada tangan lembut meraih benang
yang dulu gadis ayu berbaju putih biru
sambil meloncat kegirangan menggapai layang-layang
oh mungkin hentak ia mainkan
aku tatap ia dari kejauhan
disela-sela rel gerbang kereta
dibawanya layang-layang itu dalam pelukan
entah apa yang membuatnya sangat ceria
saat itu juga seolah Tuhan berbisik
janganlah kau jadi layang-layang
namun jadilah pembuat layang-layang
agar dapat membahagiakan semua orang
Tuhan, aku tahu dikotanya sering turun hujan
maka izinkanlah ku bawakan esok nanti
layang-layang berbalut plastik dengan warna ungu, berajut merah hati  



Setetes Virus Bersemi
by NK *6-Nov-2012

bias mentari smakin merah
menuntun perlahan senja tiba
tampak hati mulai gelisah
rasakan sunyi menyelimuti diri
karena kekasih telah jauh pergi
bila bulan telah tampil gemerlap
nuansa malam semakin gelap
bintang pun genit berkedip
tersibak jendela batin
jika terselip senyuman dimatamu berkedip
haruskah menangis bila hatiku rindu
haruskah menganis bila virusku kambuh
ingin rasanya kuulang kembali
masa-masa indah dua puluh delapan tahun lalu
namun semua khayalan itu tak akan mungkin terjadi
 jika kuingin sendiri
bukan berarti tak menyanyangi
maafkan bila melukai hati
dekaplah saja aku walau tak disini
masih tersisa setetes kristal asmara
di antara hujan badai menerpa
saat kasih sayang telah bersemi
takkan mungkin kutanam dilain hati
katakanlah duhai kekasih
tiada yang dapat mampu mengubah
meski pun sedikit saja
perjalanan nostalgia bahkan hanya titik dan koma
di dalam sebuah kisah cerita . . .   



Bogor - Bandung
by NK *10 Nov 2012

seruling rindu malam
gemilang seni pujaan
tarian penamu memberi kean
saat kubaca dalam perjalanan 
ujung jari kucium mesra
bagai ibu pada bayinya
kau memuja dalam mimpi
aku bahagia setengah mati
di taman khayalku
kau tabur permata biru
alirkan air sungai madu
demi kasih karya ceritaku
perjalanan bogor - bandung
melepas rindu himpitan mendung
bersama rindu aku kan bersenandung  


Virus Diatas Pelangi
by NK*1Nov 2012 -11:45wib
bagaimana mungkin,
aku yang hilang separuh ingatan
berenang sebrangi lautan tanpa ada nahkoda di buritan
bagaimana mungkin,
jiwa yang tertutup kini sedikit terbuka
hasil jerih payah sahabat lama
membawaku di alam maya
hingga tertular virusnya
bagaimana mungkin,
virus itu cepat menjalar 
sedang tubuhku sering di atas tikar
jika pun pagi aku cuci tembikar
dikolong gudang siangnya aku terbakar
bagaimana mungkin,
aku dapat nikmati indahnya dunia
dari baju rajutan benang laba-laba
makan minum harus kupetik kelapa
bagaimana mungkin,
virus ini dapat sembuh
tersusun kata indah tiap kali kambuh
sampai kapan aku akan berlabuh
melepas penat sekujur tubuh
bagaimana mungkin.
jemari ini berhenti menari
sementara bidadari mengajakku pergi
telusuri daun meniti anak tangga pelangi
demi keutuhan persahabatan sejati

Posting Komentar