Kamis, 30 November 2023

Sepuluh Tahun Merajut


Merajut dulu identik dengan kegiatan para nenek, tapi kekinian merajut bisa untuk segala usia, bahkan tidak harus kaum hawa saja,. Di Youtube banyak channel mereka kaum adam juga menyukai dunia rajutan.

Bercerita tentang rajut - merajut serasa tak akan ada habisnya. Untuk prakarya / swakriya berjenis merajut benar - benar awam, saya lebih familiar dengan menyulam. Otodidak, modal nekat dan ingin bisa tanpa berasa sudah sepuluh tahun berjalan. Dimulai dari bulan kesebelas pada tahun 2013 lalu, pasca terbitnya buku kumpulan cerpen  'Dandelion dalam Rindu", pada 8 November 2013.

Hasrat hati ingin mengikuti kursus merajut namun terlalu banyak kendala. Berbekal searching di Google perlahan tapi pasti menjelajahi toko benang dan beberapa toko menawarkan tutorial gratis cukup dengan membeli benang disana. Pembelian nominal sekian rupiah mendapatkan tutorial gratis bisa versi merajut satu jarum atau merajut dua jarum disebut Knitting.

Meski sebentar bagi saya sangatlah berharga. Waktu itu belum banyak tutorial di Youtube seperti saat ini. Menimba ilmu merajut dari berbagai media baik yang online atau pun hanya berbagi pola merajut 

Dari yang nggak bisa membaca pola / diagram / pattren hingga bisa menciptakan jurusan sendiri. Jurus merajut versi saya tentunya dengan pemahaman yang mudah, karena pada dasarnya saya buta membaca pola merajut.

Saya lebih menikmati tutorial di Youtube dengan berbagai versi bahasa manca negara. Beberapa video sengaja didonlot untuk lebih fokus memperhatikan step by step.

Selama kurun waktu sepuluh tahun berkarya sudah tak terhitung berapa banyak yang terlahirkan rajutan karya Yoando Crochet by Arie Rachmawati. Ada bros bunga, dompet kain, tas selempang, taplak vas, sarung bantal, scrunchie (ikat rambut), syal, topi, peci sholat dll.

Alhamdulillah³ Tabarakallah dengan merajut mendapat kenikmatan kesabaran menghadapi kesulitan misal benang ruwet terbelit - belit, atau salah menghitung rujukan jarum karena tidak fokus merajut. Lebih dari itu saya mendapat pelajaran menambah ilmu lewat  mendengarkan tausiah / kajian baik dari radio maupun Youtube. Kenikmatan lagi dengan merajut bisa mengoptimalkan dzikiran dan sholawatan.






Ini cerita tentang syal yang diawali merajut 21 September 2015 ketika saya pertama kali pergi ke Jepang. Selama merajut itu dikhususkan dengan bersholawat kepada Rasulullah SAW. 

Qadarullah seperti kebetulan pada bulan September 2022 lalu, putra pertama mendapat tugas selama dua minggu, kemudian disusul oleh putra bungsu juga ditugaskan ke Jepang. Di kota Odaiba mereka berjumpa, tanpa izin - Nya peristiwa tsb tak akan terjadi.Bersyukur sekali saya bisa menitipkan syal tsb untuk ikut melancong bersama mereka. Dari Jepang kembali ke Jepang. 



Beda ceritanya dengan rajutan dalam kolase ini adalah souvenir untuk bestie di Jerman, yaitu Axel Weiss seorang musisi, pelukis dan dosen filsafat.

Pertemanan lintas negara yang masih tetap terjalin meski saya sudah tak aktif lagi di facebook awal kenal dengannya.

Menulis tentang rajutan takkan ada hentinya. Bahkan untuk rajutan pembangkit kotak tisu telah lahir berepisode, bak cerita sinetron puluhan episode. Saya membuatnya satu episode berisi dua belas rajutan kotisjut (tak tisu rajutan) diawali saat pandemi Mei 2020 hingga kini telah mencapai Episode 14.


Alhamdulillah³ Tabarakallah saya telah diberi kemampuan untuk bergelut dengan rajutan, diberi nikmat membuat rangkaian rajutan dalam slideshow videoklip dan ditambah lagi dengan kenikmatan menulis ini di blog yang sempat mati suri.

Fa Bi Ayyi Aalaa'i Rabbikumaa Tukadzdzibaan


Terima Kasih

Kamis, 19 Oktober 2023

Perjalanan Hidupku Masih Panjang



Alhamdulillah³ saya menulis kembali dengan judul, "Perjalanan Hidupku Masih Panjang", melanjutkan cerita sebelumnya, "Mandi Yuk".

Luth Pahlevi Gardityo disingkat LPG, familiar dengan panggilan LEVI adalah awal kisah proses penamaan untuknya. Unik. Waktu itu pertemuan calon ortu Levi karena almarhumah akan membuat tugas akhir (tesis)  tentang tabung gas LPG, kebetulan yang menangani tersebut adalah calon Ayahnya Levi. Terinsnspirasi tabung gas LPG itu maka nama Levi terpilih. Levi lahir di Cirebon, besar di Indramayu, lanjut di Cilacap dan kini berada di Bogor.



HUT Levi  ke 1
Levi untuk pertama dan terakhir kalinya merayakan hari ulang tahun yang pertama bersama Mamanya. Hari ulang tahun, Levi masih tinggal di Indramayu dan  ditengah kondisi pandemi Oktober 2020 yang lalu. Kami sebagai kakek dan neneknya Levi, cukup mendapat kiriman foto dan video saja. Sikon Pandemi Covid 19 yang mencekam dunia, memang tidak memungkinkan untuk hadir di Indramayu.


HUT Levi ke 2
Usia tujuh belas bulan Levi sudah piatu, Qadarullah Sang Mama kembali ke Rahmatullah karena sakit tapi bukan Covid 19. Levi merayakan ulang tahun keduanya berada di Cilacap. Kami berempat Kakek, Nenek, Om Ryan dan Om Edo  (adik-adik Ayahnya Levi) bersama hadir ke Cilacap memberi suasana happy untuk Levi yang kian gemol dan lucu.

Levi belum bisa mengucapkan kata -  kata, hanya bergumam tidak jelas. Kontak mata pun amat jarang dan bila dipanggil namanya tidak pernah menoleh, mencari arah panggilan.

Semula ada pendapat bahwa keterlambatannya Levi  berbicara karena ada mitos setempat bahwa ari-ari nya jauh di Cirebon. Dan ari - ari nya tidak ditanam / dikubur, tetapi digantung. 

Menurut saya hal itu tentu menggiring kesyirikan, karena mempercayai bahwa anak telat berbicara dikarenakan hal tsb. Cirebon, tempat kelahiran Levi yang akhirnya berpindah ke Cilacap.

Kemudian menjadi keputusan bersama untuk mengabaikan mitos tersebut, atas saran dokter specialis anak yaitu dr Nenden di RS Hermina Purwokerto, maka pengobatan medis menjadi solusi terbaik. Levi mulai menjalani terapi wicara sebagai langkah awal.

Saya beserta kakek baru ikut berpartisipasi menemani Levi sejak 11 Desember 2021. Semula kami diminta menjaga Levi untuk beberapa hari saja, namun cerita berubah dan demi keberlangsungan Levi dengan terapi - terapinya, kami menerima keputusan itu.

Mula - mula saya berpikir segala keterlambatan Levi berinteraksi dikarena proses peralihan pengasuhan pasca Mamanya wafat, kepada keluarga almarhumah di Cilacap.

Namun setelah beberapa kali turut menemani Levi terapi. Saya amati sambil menunggu di koridor Rumah Sakit Pertamina Cilacap, membaur dengan para ibu yang juga menunggu proses terapi, mereka adalah para orang tua lengkap. Hanya Levi tanpa pendamping seorang ibu.

Di hari selasa adalah proses terapi wicara oleh Bu Anwar, menjadi proses kesabaran baik oleh terapisnya dan saya juga kakek. Levi belum menampakan tanda -tanda perubahan. Bahasa Planet Pluto diselingi gumaman seakan menjadi keasikan di dunianya sendiri. 

Setelah beberapa kali terapi wicara (tw) maka diilanjut dengan okupansi terapi (ot). Dua hal baru bagi saya, tentang apa itu TW dan OT. Jadwal terapi pun dari senin, rabu dan kamis jadwal untuk okupansi terapi yang diasuh para terapis Bu Yuyun dan Mbak Dhika.

Disini ada kelas bersama atau kelas sosialita, dimana empat anak dikumpulkan satu kelas. Biasanya berdasarkan random, kadang sesama anak yang usia sebaya. Kadang sesama anak yang dilihat dari berat badannya. Hal ini bertujuan agar si anak bisa dilihat dalam berinteraksi dengan temannya untuk melaksanakan tugas.

Belajar sabar, super sabar terlebih dengan keadaan si anak disaat tantrum. Hal baru yang belum familiar untuk kami. Begitu juga cara penanganinya.

Serasa kembali ke titik nol untuk bisa memahami pola Levi dengan setumpuk hal baru. Berjalannya waktu ada yang menyarankan untuk menjalani tes bera sebagai bentuk kepastian apakah Levi mempunyai kelainan terhadap pendengarannya.

Bulan Mei 2022, pasca lebaran kami pun berangkat ke RS dr Sardjito Yogyakarta. Dilanjut dengan dokter anak tumbuh kembang, atas saran dokter specialis anak dr. Krisna Handayani Sp.A di RS Pertamina Cilacap.

Proses untuk tes bera, Levi harus dibius. Masya Allah proses yang sulit, mengingat Levi adalah balita susah memulai tidur. Hari pertama gagal, diulang hari kedua Alhamdulillah sukses.
Untuk hasilnya masih menunggu waktu. Dan ketika tiba mendapat hasil dari penjelasan dr Ashadi Sp.THT, Levi dinyatakan pendengarannya bagus, meski ada salah satu telinga yang belum maksimal 100% tapi tak perlu dikhawatirkan karena Levi masih proses tumbuh kembang, dan tak perlu diulang.

Langkah selanjutnya ketika proses konsultasi dengan dokter tumbuh kembang anak. Saya nggak pernah menyangka bahwa saya-lah yang akan diintetview / dimintai pendapat tentang Levi. Kegiatan sehari - hari di rumah (apartement).

Nampak jelas pengaruh handphone terhadap Levi. Gerak-gerik anak selama proses konsultasi sangat diperhatikan. Sebelum menyimpulkan diagnosa, apakah anak autism dll. Kami disuruh kembali konsultasi, untuk tiga bulan kedepan.

Berikutnya kami kembali menghadap dr. Andit sebagai dokter tumbuh kembang anak. Pertemuan kedua ini, pengaruh handphone mulai berkurang. Alhamdulillah diberi kemudahan untuk proses tersebut. Kami yang terdiri dari Pak Ayah, Kakek dan Nenek sepakat tidak bermain HP didepan Levi, per 16 Juni 2022. Setiap seminggu kami melaporkan hal tsb kepada terapis setempat.

Anjuran berikutnya melepas ketergantungan terhadap televisi. Bukan hal mudah, kalau handphone masih bisa disembunyikan , sementara televisi adalah hiburan utama di kamar 604 Apartement.

Tarik ulur mengatasi hal ini. Berbagai cara pengalihan supaya mengurangi nonton televisi, yaitu dengan mengajak anak bermain outdoor dan untuk indoor kami harus lebih kreatif, karena Levi termasuk cepat bosan. Kami team work yang solid meski banyak gagalnya bila tantrumnya datang tiba-tiba mengacaukan suasana.

Teori dan prakteknya sangat berlawanan. Lelah, capek, kadang emosi karena saya dan kakek sering berbeda pendapat, lebih - lebih mengantuk menjadi sajian biasa sehari-hari. Bukan hal mudah mengatasi anak rewel,  anak tantrum dan anak super aktif, disaat kami (kakek & nenek) telah berusia diatas kepala lima dan enam.


Ikhtiar dan doa, tanpa doa pastilah kami semakin lemah. Ikhtiar lewat proses medis. Doa proses ridho keputusan Allah, menerima amanah ini. Hingga kami lambat laun jarang pulang ke Bogor. Terlebih saya harus LDR dengan benang - benang rajut. Lewat doa - doa itulah satu persatu doa diijabah. Pak Ayah menemukan jodohnya.

HUT Levi ke 3
Ulang tahun ketiga masih seputar keluarga walau tanpa kehadiran kedua Om-Om nya. Namun kini bergabungannya mas Ayin adalah sepupunya Levi, menjadi suasana jadi ramai.

Sementara kado terindah dari Allah Subhanallah wata'ala untuk Levi adalah Ibu baru (ibu sambung) yang akan dipanggilnya Bunda. Bunda banyak berperan meski baru bergabung dalam keluarga kecil, memilihkan baju dan celana. Sosok 'mommy' yang mungkin dicari Levi selama ini. Karena saya pernah dipanggil 'mommy' tapi saya segera memperkenalkan diri sebagai neneknya Levi.

Atas saran dokter anak yang di RS Hermina Purwokerto, kami untuk konsultasi menemui dr Purboyo Solek. Juga dalam proses reservasi untuk antrian ke dr Purboyo Solek di RS Melinda 2 di Bandung, karena Bunda bekerja di salah satu perbankkan di Bandung. Hal ini cukup lama, dari pendaftaran dibulan Agustus 2022 baru terpanggil 9 Mei 2023. 

Hal ini terjadi karena ketika dipanggil untuk hadir, banyak kendala. Kadang kami siap belum ada pemanggilan, ketika kami tidak ada kesiapan, ada hari yang dijadwalkan. Tidak pas sikonnya sampai hari itu tiba 9 Mei 2023,  pasca lebaran kami bisa lega, mendengar penjelasan beliau.

Mula - mula Levi harus sendiri masuk kedalam ruangan. Disana ada beliau didampingi tiga assistennya. Proses berlangsung selama tiga puluh menit. Setelah itu Levi diajak ke ruang lain, dan kami selaku orang tua dipersilahkan memasuki ruang kerja dr. Purboyo Solek. Beliau menuturkan bahwa Levi bukan autism, bukan ADHD dan juga bukan speak delay.

Anak autism dan ADHD itu bila memasuki suatu ruangan baru ada rasa ketakutan dan akan menyari sudut ruangan yang dirasa nyaman dan aman. Berdiam disana tanpa ada keinginan pergerakan. Sementara Levi begitu masuk ruangan baru, semua dilihat, semua dipegang dan segera duduk tanpa harus disuruh duduk. Bahkan mengenal empat sosok baru pun tak membuatnya takut untuk berinteraksi.

Kemudian Levi juga bukan speak delay, karena pengertian untuk speak delay itu benar - benar tidak bersuara alias diam. Sementara Levi suka bergumam maka tidak dimasukkan golongan speak delay. Apalagi ditambah dari penuturan saya, Levi lebih tertarik dengan nada dan irama, maka menurut beliau benar - benar bukan speak delay dimana banyak pendapat umum bila anak telat berbicara (ngomong) dikategorikan speak delay.

Dalam obrolan tersebut dengan durasi kurang lebih dua jam, dimana kami awal obrolan diminta keterangan sehari - harinya Levi, serta tindakan - tindakan medis yang dilakukan untuk Levi, misal tes bera. Serta tindakan sehari - hari seperti menyembunyikan handphone, dan pengurangan nonton televisi. 

Pengalihan bermain seperti membuat terowongan dari prolon pvc (talang) apapun yang sifatnya bergerak aktif untuk mengurangi energinya yang teramat berlebih. Hal tersebut termasuk bagus meski eksplorasi untuk dunia bermainnya masih kurang. Menurut beliau, anak seperti Levi itu tingkat kecerdasannya tinggi, diatas rata - rata anak sebaya seusianya. Hal itu terjadi ketika di observasi tadi, Levi bisa berhitung satu sampai sepuluh bahasa Indonesia dan Inggris. Levi lancar penyebutan alfabet dalam kondisi runut maupun acak. Bisa menyebutkan nama buah, nama jenis alat transportasi tetap dengan dua bahasa. Bisa menyusun puzzle dan membongkar mainan tanpa harus merasa takut karena diawasi. Santai dan cuek. Levi adalah anak istimewa berkebutuhan khusus yang harus ditangani dengan baik, lewat program terapi - terapi.

Sebelum meneruskan obrolan beliau sempat berpikir bisa jadi gen dari Ayah banyak andil dalam pembentukan Levi ini. Tetapi karena Ayah Levi menuturkan dengan runut maka beliau berpikir ada kemungkinan dari pihak Ibu berperan banyak.
Setelah itu beliau menanyakan tentang keberadaan Ibu, misal ketika masa kehamilan itu mengkonsumsi apa saja. Tentu hal ini cukup sulit dijawab karena sudah wafat. Dan Pak Ayah sebagai suami tidak mengontrol apa -apa saja yang dikonsumsikan. Belum ada satu kepastian penyebabnya. Segala faktor bisa menjadi pendukung terjadinya sosok Levi kini. 

Kecerdasan orang tua bisa juga menjadi faktor pendukung yang menurut beliau, anak seusia Levi kecerdasannya itu untuk anak usia 6-7 tahun. Kecerdasan ini akan berlangsung hingga mencapai 8 - 10 tahun, namun bila tidak diarahkan bisa jadi berakibat sebaliknya. Yaitu kondisi yang tadinya cerdas akan berubah menjadi dungu dan berakibat si anak cenderung menyalahkan dirinya sendiri dengan melukai dan nampak aneh.

Kesimpulannya Levi adalah anak Gifted dan GBE (gangguan berbahasa ekspresif). Jadi anak seperti Levi membutuhkan 12 jam untuk terapi, dengan pembagian enam jam bersama terapis di tempat terapi dan enam jam bersama keluarga di rumah.

Penjelasan tersebut menjadi info berharga untuk bisa disampaikan kepada Keluarga di Cilacap selaku Opa Oma nya Levi. Mereka berpendapat nanti usia masuk sekolah dasar akan sembuh dengan sendirinya.

Pendapat dari dr Purboyo Solek bukan pendapat pertama yang saya dengar, rata - rata para medis baik dokter dan terapis berpendapat yang sama. Anak berkebutuhan khusus itu tetap didampingi terapis untuk melanjutkan  terapi - terapi meski memulai pendidikan akademik. Yang jelas kehadiran Bunda menjadi sosok penguat Pak Ayah setelah sembilan belas bulan tanpa pendamping hidup.


HUT Levi ke 4
Perpindahan tugas Pak Ayah dari Cilacap ke Jakarta, tugas Levi masih melanjutkan sesi terapi - terapinya, malah kami berupaya menambah kegiatan untuk kelas terapi perilaku, namun belum terwujud.

Jelang usia ke empat Levi mendapat kado dari Allah Subhanallah wata'ala yaitu seorang adik laki-laki diberi nama Byantara Ravindra Ibrahim yang dipanggil Dik Byan. Levi menyapanya, "Hai Baby."  

Dik Byan lahir di Solo. Bunda dan dik Byan masih dalam proses cuti melahirkan. Insyaallah kedepannya formasi keluarga kecil akan menjadi komplit, keluarga  samawa.

Keluarga kecil terdiri dari Pak Ayah, Bunda, Levi dan Adik Byan. Semoga kedepannya Levi menjadi sosok kakak yang kuat,  sholeh dan sehat lahir batin. Bisa beradaptasi dengan baik, mandiri baik kekurangan dan kelebihannya

"Perjalanan Hidupku Masih Panjang", menjadi judul tulisan saya melanjutan cerita sebelumnya, "Mandi Yuk".

Semangat buat teman - teman sebaya usia Levi, yang senasib seperjuangan. Jangan menyerah para ortu, tetap semangat meski banyak kendala. Yakinlah bahwa kita mendapat ujian masing - masing menuju ridho Nya.

Setiap anak mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing tanpa harus dibandingkan. Boleh jadi justru dari kekurangan layanan itu menjadi suatu kelebihan bagi anak tersebut.

Terima kasih.

♡ ♡ ♡

Selasa, 10 Oktober 2023

MANDI YUK!



    Pak Ayah & Levi / fotograger by Bunda


Mandi Yuk!", ujar Levi penuh semangat, bila bertemu dengan orang baru. Tegur sapa  untuk membuka percakapan atau menghindari jawaban dari pertanyaan yang membingungkan. Contoh, Levi dihadapan dua pilihan / pertanyaan untuk memilih satu dari dua, padahal dua-duanya sangat diinginkannya. Untuk memutskan pilihan maka dikeluarkan kalimat (dua kata) pamungkas terfavorit yaitu, "Mandi Yuk!". 


Narasi diatas adalah pembuka cerita tentang balita berusia empat tahun ditanggal 9 Oktober 2023.  Luth Pahlevi Gardityo disingkat LPG, familiar dengan panggilan LEVI  sudah banyak berceloteh, bermain kata - kata,  menirukan apa - apa yang didengar dan bisa memerintah juga bernyanyi.

"Nenek sholat, Kakek duduk, Pak Ayah pipis, Telepon Bunda, Bibi pulang", katanya sambil memerintah. "TV matikan, TV sudah bobo". "HP matikan, batrei habis, waktunya istirahat". Masih banyak lagi, sudah terlihat cerewet dan suka menghapal nama jalan yang ada di komplek perumahan kami.

Levi yang semula gemol dan mager terbiasa minum susu botol 120 ml sebanyak 8-9 kali dan 240 ml sebanyak 1-3 kali,  harus merubah porsi minum menjadi 150 ml sebanyak 4-5 kali, terhitung dari bangun tidur hingga jelang tidur, Kini  ia lebih terlihat tinggi 110 meter dengan berat badan 17,2 kg termasuk diatas normal 16 kg untuk anak seusia Levi. Hal tersebut disampaikan oleh dr R Herman Waluya Sp.A. Beberapa saran oleh dokter rehab medik dr Hendriko untuk mengurangi keaktifannya perbanyak berolah raga  yaitu nge-gym.ala anak - anak. Perubahan Levi dari gemol menjadi tinggi dikarenakan lemak-lemaknya berubah menjadi otot dengan aktivitas yang super aktif. Kesukaan Levi adalah loncat-loncat diatas tempat tidur seperti diatas trampolin dan Levi mahir berkoprol.

     Bersama Terapis di Shesha Kids
     Nasi Tumpeng ala Bibi Aan

          Levi 4 thn Mandi Yuk 

"Mandi Yuk!" adalah jargon andalan Levi saat berinteraksi menjadi pilihan utama untuk judul tulisan saya kali ini dan ndilalah Bunda-nya pun yang berada di Solo mengirim kado kue tart dengan sisipan kata "Mandi Yuk". 

Levi yang kini adalah berkat ketulusan para terapis baik yang di RS Pertamina Cilacap disambung di RS Hermina Bogor, di Shesha Kids dan team work keluarga serta doa - doa. Cerita kilas balik tentang urusan terapi, pembaca bisa menyimak tulisan saya berikutnya dengan judul, "Perjalanan Hidupku Masih Panjang." Disana saya runut menceritakan perihal terapi sebagai bentuk ikhtiar dan doa sebagai bentuk proses ridho menerima 'anak istimewa' berkebutuhan khusus adalah anak titipan Allah Subhanallah wata'ala.

Terima Kasih Pembaca telah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya, 


Arie Rachmawati 
Neneknya Levi.

Kamis, 31 Agustus 2023

Teman Ngeteh & Ngopi


Berawal dari tester kue yang berada di ruang tamu, sepuluh pastel isi ayam & telur. Enak, tapi nggak ngeh itu dari mana, eh ternyata kiriman paket, yang bikin mantan tetangga.

Namanya Mbak Ria dulu tetangga sebelah rumah (kontrakan) kini berjualan kue - kue siap saji. Bila teman² mengikuti perjalanan status WA nya pasti ada update kue - kue yang bisa dipesan kondisi frozen dan yang ready. Dan semuanya buatan tangan sendiri aliaa home made.

Ada pun ragam kue - kue yang di produksinya antara lain :
▪︎ Bitterballen Mozza isi 10 / 45 ribu.
▪︎ Pukis tanpa toping isi 10 / 40 ribu.
▪︎ Pukis + toping isi 10 / 55 ribu
▪︎ Pastel Daging Wortel isi 10 / 40 ribu.
▪︎Tahu Bangsawan isi 8 / 48 ribu
▪︎Tahu Bangsawan Pedas isi 8 / 48 ribu.
▪︎ Rogut Ayam isi 8 /48 ribu
▪︎ Risoles Ayam Keju isi 8 / 48 ribi.
▪︎ Risoles Bolognese Keju isi 8 / 48 ribu.

Bukan promosi tapi ini adalah tulisan saya sebagai penikmat kue - kue produksi Mbak Ria. Pembayarannya bisa tunai atau lewat transferan. Tetapi sebelumnya monggo disimpan nomor kontak +62 878-7077-7747 mbak Ria yang bernama Churiiyah Umarani (Ria).

Ada pun penampakan gambar yang menggoda selera & menggoyangkan lidah sbb :

     Pukis dengan Toping.

    Pastel 

Selain buatan mbak Ria, ada pula titipan teman sehobi yaitu 
▪︎Donat isi 10 / 38 ribu, 
▪︎Martabak Kari Atam isi 8 / 48 ribu
▪︎Mac n Cheese Ball isi 10 / 40 ribu
▪︎Risoles Mayo isi 8 / 48 ribu.

Akhir cerita semoga bermanfaat untuk ibu² yang membutuhkan rekomendasi jajanan sebagai teman ngeteh & ngopi atau pun untuk arisan serta oleh - oleh intuk teman / famili kita. Dan selamat mencoba dijamin ketagihan deh👌

Terima kasih.

Minggu, 28 Mei 2023

Shuka Grill (Shabu, BBQ Agemono) Bogor

Sharing Pengalaman Makan di
 Shuka Grill di Bogor

Rasa ingin yang terpendam baru terealisasi kemarin sore, Sabtu 27 Mei 2023 bersama keluarga dalam rangka makan malam disorein 😊

Alhamdulillah³ setelah dicermati itu bisa jadi kado dari keluarga untuk hut yang terlewati tepat ditanggal yang sama, dibulan April.

Kembali kesini, sebagai orang awam dan sedikit udik.Saya benar² takut, takut membayarnya melebihi isi dompet.Dan ternyata harga bisa disesuaikan karena tersedia empat paket pilihan. Selain itu pengunjung muslim tak perlu ragu karena disini telah mendapatkan sertifikat HALAL daru MUI. Hal ini terlihat jelas dipintu masuk Shuka Grill Bogor

Cerita berlanjut suasana sangat nyaman, suhu ruangan pun cukup dingin sejuk dan karena ini bukan sebuah cafe atau rumah makan, dimana pengunjung dilayani dengan sajian buku menu  maka kita lebih swalayan. Bila dibutuhkan  ada juga pelayan yang membantu kita untuk proses memasak.

Nampak setiap meja yang tersedia terbagi 3 bagian untuk kuah (Shabu), untuk pembakaran (Grill) dan untuk penggorengan (Agemono).


Ada 4 pilihan menu, antara lain : 
▪︎Paket Special
▪︎Paket Epic
▪︎Paket Premium
▪︎Paket Ultimate

Untuk penjelasannya sbb :
*▪︎Paket Special*
Dibagi dalam dua golongan yaitu _harga dewasa_ Rp 159.000,- ++ dan _harga senior_ Rp 139.000,- ++

*▪︎Paket Epic*
Dibagi dua golongan yaitu _harga dewasa_ Rp 179.000,- ++ dan _harga senior_ Rp 149.000,-++

*▪︎Paket Premium*
Dibagi dua golongan yaitu _harga dewasa_ Rp 199.000,-++ dan _harga senior_ Rp 159.000,-++

*▪︎Paket Ultimate*
Dibagi dua golongan yaitu _harga dewasa_ Rp 249.000,-++ dan _harga senior_ Rp 159.000,- ++

Untuk Pilihan Soup terdiri dari 4 rasa :
▪︎ Konbu
▪︎ Tom Yum
▪︎Japanese Spicy
▪︎ Collagen
(maksimal 2 pilihan)

Hal ini bisa dipilih sesuai _budget_ dan makan disini sistem nya makan sepuasnya, yang membedakan penyajian item² seperti daging, seafood nya disesuaian dengan pilihan paket menu yang tertera di samping kasir.

Sekarang saya tahu, nanti² saya bisa mengulang makan disini lagi ah! Karena saya bukan hanya suka kuah soup collagen tetapi sajian dessert lainnya seperti salad, bubur ketan hitam, puding, es campur dsb.
Semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat untuk orang² awam se-generasi yang ingin mencoba makan di SHUKA GRILL Jln KH R Abdullah Bin Nuh Bogor. Jam operasional : 10:00 wib sd 22:00 wib.

Noted :
Gerai Shuka Grill terbaru telah dibuka di Cibinong City Mall Bogor, dan total ada 18 cabang tersebar se-Jabodetabek antara lain :
▪︎ Shukaku (Shabu, BBQ & Agemono) di Cempaka Putih Jakarta.
▪︎ Shukaku (Shabu, BBQ & Agemono) di Jln Bulevar Selatan CBD Bekasi.
▪︎ Shukaku (Shabu, BBQ & Agemino) di Alam Sutra Tangsel. 
▪︎Shuka Grill Cireundeu



Terima Kasih
Arigato gosaimas 🎎

Senin, 26 Maret 2018

M u s i s i k u :




Kumpulan Melodi Terbaik 
Tono Supartono
Oleh Arie Rachmawati




Kiriman paket berupa CD karya musik yang tak biasa berjudul Kumpulan Melodi Terbaik dari Mr. Tono Supartono dan Dimas Supartono Presents, telah saya terima dengan senang hati. CD ini berisi tujuh buah lagu dan boleh dibilang mewah. Sebagaian besar lagu - lagu tsb sudah akrab di telinga saya, lewat album Moving On karya Tono Supartono. Lagu Jujur Saja berada di urutan pertama, sebelumnya lagu ini pernah dilantunkan oleh Ira Batti, sekarang didendangkan kembali lewat suara indah Nania. Keduanya  masing - masing mempunyai pesona suara, yang membedakan sentuhan aransemen-nya, disini terdengar lebih nge-pop dibandingkan di album Moving On.

Lagu Seandainya dinyanyikan oleh tiga ibu - ibu muda bersuara emas, mereka BE3 adalah Nola-Chyntia-Widi. Sentuhan aransemen terkini menjadikan lagu ini lebih nge-beat sehingga keceriaan BE3 tergambar dalam lagu ini serasa menjadi lagu baru karena bisa keluar dari lagu Seandainya di album Moving On yang dinyanyikan oleh Wisha Sofia-Ira Batti-Annisa Pantja, nada irama-nya lebih slowly.

Urutan lagu ketiga ditempati Kau dan Aku Satu dihadirkan dengan suara khas Sammy Simorangkir. Penyanyi ini pernah sukses membawakan lagu Kau Seputih Melati featuring dengan Dian Pramana Putra di album "Fariz RM & Dian PP IN Collaboration With" kini ia mendapat kepercayaan dari penulis dan komposer lagu tsb yaitu Bapak Tono Supartono. Bicara lagu Kau dan Aku Satu, beberapa tahun kebelakang lagu ini sangat akrab ditelinga saya lewat lantunan suara merdu (klasik) Keenan Nasution. Versi pertama dan versi ini jelas berbeda terutama pada intro lagu dan nada irama-nya lebih syahdu disusul lengkingan Sammy. Selanjutnya mulai berasa kesamaan nada seperti yang versi pertama yang sudah dirasakan sedari intro lagu disusul suara penyanyi latarnya. Nada - nada ceria dari awal hingga akhir serasa menyatakan senandung kebahagiaan.  Menurut saya lagu ini berisi pesan kebaikkan untuk pasangan yang membuka lembaran baru dalam pernikahan, dan pas sekali menjadi CD souvenir pernikahan saat putri beliau menikah. Lagu ini pun ditulis dengan lirik romantis dan komposisi aransemen ulang oleh Magenta Orchestra tetap asyik didengarkan dan menenpati urutan teratas versi saya. Di ujung album ini dapat didengarkan kembali sebagai track bonus.

Lagu keempat Perjalanan dan lagu ketujuh Pergilah dinyanyikan oleh Dendy Miles, ia mempunyai suara rocker menjadi pemanis mewakili pengisi album ini. Menurut saya benar - benar terdengar baru, baik lagunya maupun penyanyinya. Berbeda dengan lagu kelima yaitu Keagungan Tuhan ini pada jaman now dipercayakan kepada pemilik suara lembut Wisha Sofia. Di album Moving On ia ditunjukkan membawakan lagu Kata Hati Seandainya. Menurut sejarah permusikan tanah air yang saya ketahui dari beliau adalah lagu ini pernah dibawakan oleh (Alm) Eddy Silitonnga dalam ajang LCLR sekitar empat puluh tahun yang silam. Lagu bertutur tentang keindahan alam semesta sebagai Maha Karya Sang Khaliq - Allah SWT, sangat tertata apik pada liriknya. 

Lengkaplah sudah suguhan lagu - lagu album ini dengan hadirnya lagu keenam berjudul Berharap dinyanyikan sendiri oleh Bapak Tono Supartono. Lagu berkisah perjuangan seseorang yang tengah melawan penyakitnya dan didalam deritanya  ia pun mengharapkan sebuah harapan baru untuk masa depannya.


BERHARAP
By Tono Supartono

Setelah sekian lama aku sendiri
Menyelusuri jalan hidupku
Terasa lelah kurasakan

Sampai kapankah aku harus begini
Perasaan ku terasa senyap
Salah aku bila berharap

Reff : Seorang yang dapat mengerti akan diriku
Yang selalu dapat mengisi hari-hariku
Membuat ku bahagia dalam kehidupanku
dengan segala kekurangan yang ada padaku

Yang selalu setia ...
Sampai akhir hidupku ...


Kehadirnya putra beliau Dimas Supartono dalam project ini menjadi pelengkap pendengar mewakili kawula muda era kekinian untuk sebuah compact disc terkemas cantik patutlah diacungi dua jempol terbaik. Namun menurut saya yang perlu disimak adalah tulisan lirik lagu dalam booklet tsb kurang terang dan tebal. Secara keseluruhan suguhan ini sangat special. Tujuh lagu dinyanyikan oleh  barisan penyanyi - penyanyi tanah air, ditambah dengan sentuhan aransemen baru oleh Magenta Orchestra (Andy Rianto) adalah sebuah Kumpulan Melodi Terbaik yang saya terima.

Terima kasih atas kepercayaan Bapak Tono Supartono yang berkenan mengirimkan CD ini sehingga saya pun ikut menikmati kumpulan melodi terbaik-nya dalam bermusik. Sukses selalu untuk kedepannya.




Salam, Bogor 26 Maret 2018
Arie Rachmawati