Kamis, 26 April 2012

NONTON FILM (bag.3)


¤ Saya dan Film-Film Favorit ¤
Oleh Arie Rachmawati - 26 April 2012 - 16:13 wib
 ·


Cerita menonton film masih berlanjut. Kali ini saya akan menulis tentang beberapa film favorit baik produksi anak negeri, film besutan barat (baca : Hollywood) atau film made in Korea.
Semuanya itu adalah sharing saja, mungkin di antaranya ada yang menjadi salah satu film favoritmu juga temans! Urutan dibawa ini berdasarkan selera saya, jadi bagi pembaca dilarang protes yah? Karena bukan berdasarkan hasil survey masyarakat luas, jadi sah-sah saja. Yang penting mari kita simak bersama, ulasan saya.




¤ 5 Film Drama Hollywood versi Rie :

1.You've Got A Mail
2.Girl With A Pearl Earring
3.Little Woman
4.Nothing Hill
5.Serendipity


¤ 5 Film Drama Musikal versi Rie :
  1. Street Of Fire 
  2. La Vie En Rose
  3. Moulin Rouge
  4. The Sound of Music
  5. The Phantom of the Opera, 

¤ 5 Film Drama Indonesia versi Rie :

1.Cinta Pertama (1974)
2.Badai Pasti Berlalu (1976)
3.Ranjau Ranjau Cinta (1984)
4.Ada Apa Dengan Cinta (2001)
5........

¤ 5 Film drama Korea versi Rie :


1.I'm Sorry I Love You
2.Winter Sonata
3.All In
4.Now and Forever
5........








¤ YOU'VE GOT A MAIL ¤

  Film ini diperankan oleh Meg Ryan dan Tom Hanks. Saya suka banget, kenapa? Pertama film tsb telah menjawab pertanyaan saya tentang nikmatnya mendapat surat elektronik atau e-mail dan chatting. Karena film tsb, tulisan saya tentang chat, pertama kali dimuat di situs wanita dan masuk 5 besar, urutan ke 3, pada 22.April 2002 lalu, berjudul "Chatting".

Peran Meg Ryan sbg Kathleen dan Tom Hanks sbg Joe Fox. Bercerita tentang perseteruan di dunia nyata antara dua pemilik toko buku tetapi di dunia maya mereka ternyata menjadi teman sharing bahkan telah menumbuhkan bunga-bunga asmara lantaran tingginya intensitas komunikasi via e-mail. Saya suka tertawa sendiri saat adegan 'blind date' dimana Kathleen menunggu kehadiran Joe Fox.

Yang menarik lagi, menurut saya lho adalah saat Kathleen mempertahan warisan toko bukunya. Cara dia menyediakan waktu untuk mendongeng buat anak-anak kecil yang singgah di toko bukunya itu, dan harus mengelus dadanya saat anak-anak tsb lebih memilih toko buku dept store yang lebih luas dan lengkap dengan menyediakan fasilitas pelayanan yang lebih menggiurkan. Dia mengakui kekurangan, kekalahan dalam bersaing yang ternyata adalah teman sharing di dunia maya.   Meski ending nya sangat romantis dengan ilustrasi lagu lawas Over of Rainbow, pertemuan di taman bunga, airmata ini akhirnya menitik juga...so sweet! 


¤GIRL WITH A PEARL EARRING¤
 
Pemeran film ini adalah Scarlett Johanson dan Collin Firth. Alur cerita film ini agak lamban, banyak dialoq, tetapi dari segi  fotografinya bagus. Meski saya bukan seorang fotografer, tapi saya menikmati suguhan scene per scene. Film ini bercerita tentang si Griet seorang gadis desa dipaksa bekerja menjadi pelayan rumah tangga di rumah pelukis Johannes Vermeer. Kalau kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino. Didalam sinopsis novel tertulis sbb. Ketika ayahnya mengalami kecelakaan dan tidak bisa bekerja lagi, Griet terpaksa menjadi pelayan di rumah keluarga pelukis terkenal, Johanes Vermer. 

Di rumah itu, dia harus menghadapi anak-anak keluarga Vermer yang nakal dan tugas-tugas yang berat. Tapi tantangan terbesar baginya adalah Catherina, istri Vermeer yang pencuriga dan pencemburu.

Meskupun demikian, Griet sangat mengagumi Vermeer. Dia terpesona pada karisma pria itu dab caranya melukis. Perlahan tumbuh cinta di hatinya. Cintanya begitu halus, dan ia berusaha menyimpan serta tidak mengakui perasaan itu.

Tak dinyana, sang majikan pun tertarik padanya. Suatu hari Johanes Vermeer memutuskan melukis Griet. Tapi pria itu menginginkan satu hal, dia mau pelayan bermata besar itu mengenakan anting-anting mutiara Catharina. Griet tahu Catharina akan sangat marah bila melihat anting-anting itu dikenakan seorang pelayan, tetapi dia tidak sanggup menolak permintaan pria yang dikasihinya, ketika cinta di antara mereka mungkin bersemi....(so sweet)



LITTLE WOMAN


Film ini bercerita tentang empat dara bersaudara dari seorang ibu yang sangat mencintai keluargnya. Fim tsb diadaptasi dari novel karya Louisa May Alcott, yang berlatar New England abad ke-19 menjadi buku laris selama puluhan tahun. Berdasarkan sinopsis novelnya dengan penerbit Serambi sbb. Penulisnya menciptakan empat sosok perempuan yang paling dicintai dalam sastra Amerika. Mereka adalah Meg yang cantik dan tertib, Jo yang penuh semangat dan susah diatur, Beth yang pendiam dan baik hati, serta si bungsu Amy yang berdarah seni dan kekanak-kanakan. Keempat dara ini tinggal bersama ibu mereka, sementara sang bapak bertempur dalam perang saudara.

Sebagai saudari, mereka saling mencnitai, saling membenci, dan bertengkar satu sama lain. Mereka juga saling memuji dan mengejek. Namun, mereka tetap saling melindungi karena menyadari kehadiran saudari mereka lebih berharga dibanding dengan apa pun. Sementara itu, kehadiran Laurie, cucu laki-laki tetangga mereka, memberikan warna tersendiri dalam kehidupan keempat gadis ini.

Dibumbui cerita cinta pertama yang dialami Meg, kesedihan ketika Beth terserang penyakit mematikan, kerinduan kepada sosok bapak, novel ini menyajikan ombang-ambing kehidupan yang dialami keluarga March dalam kesederhanaan. Isu feminisme juga diangkat memalui sosok Jo yang selalu menentang aturan yang membatasi kebebasan perempuan.

Novel yang berlatar belakang New England abad ke-19 ini menjadi buku laris selama puluhan tahun. selain itu, sejak terbit pertama kali pada 1868 hingga sekarang, buku ini tetap dibaca dan dikagumi banyak orang dari generasi ke generasi. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika Little Women telah 14 kali diadaptasi kedalam film. Novel ini juga dipentaskan dalam panggung opera dan bahkan beberapa kali dibuatkan versi anime-nya.

Versi filmnya, bertaburan bintang aktris/aktor Hollywod seperti Winona Ryder (Jo), Susan Sarandon (Marmi), Trini Alvarados (Meg), Claire Danes  (Beth), Kirsten Dunst (Amy), Christian Bale (Lorry), Gabriel Bryne (Frederick), Mary Wickes (Aunt March), Eric Stolte (John Brooke). Disini sosok Ibu sangat pas sekali diperankan oleh Susan Sarandon. Terlebih tokoh sentral si Jo oleh Winina Ryder. 

 Little Women, disutradarai oleh Gillian Armstrong, dan dirilis di seluruh dunia pada 25 Desember 1994, oleh Columbia Pictures. Meski termasuk film lama, saya nggak pernah bosan memutar ulang filmnya. 






Nothing HillSerendipity, City of Angle, Sleepless In Seattle atau beberapa film drama lainnya, yang diperankan oleh Meg Ryan, Nicole Kidman, Julia Roberts, juga wajah kharismanya Richard Gere, wajah gantengnya John Cusack pasti saya akan duduk manis menikmati tayangan film-film tsb. Di antara film-film itu ada film yang berkisah nyata tentang perjuangan seorang ayah yang diperankan oleh Pierce Brosnan sangat touching di filmEvelyn  Agen 007 itu keluar dari tokoh yang melambungkan namanya sebagai seorang ayah dengan gigihnya untuk mendapatkan hak asuh anak-anaknya."The story of father's love that changed a nation,"begitu tulisan yang tertera di cover film VCD milik saya.

Perhatian saya pun tertuju pada sosok Sean Penn saat memerankan sosok seorang ayah yang mengalami keterbelakangan mental untuk berjuang meraih hak asuhnya atas putri semata wayangnya diperankan oleh si mungil Dakota Fanning, di film I am Sam. Dua aktor tsb dapat memerankan tokoh dalam film drama itu dengan apik dan menjiwai sekali hingga  menghipnotis saya, meski saya bukan pengamat film, hanya sebagai penikmat film.

Selain film drama, film musikal pasti tak luput dari inceran saya. Sebut saja, Street of Fire, Moulin RougeLa Vie En RoseThe Phantom of the Opera, atau The Sound of Musicsudah nggak terhitung lagi diputar, tetap menarik dan tidak membosankan. Ada beberapa film kelas Oscar yang menemani waktu luang saya, sambil menyerumput secangkir teh hangat, antara lain The PianisThe English Patient,  Shakespeare In Love dan Life is Beautuful. Nah yang terakhir itu sangat menyentuh hati dimana seorang ayah Guido (diperankan oleh Roberto Benigni) selalu berusaha ceria di depan anak semata wayangnya Joshua (diperankan oleh Giorgio Cantarini), walau kehidupan yang dijalani sangat menyusahkan, menyedihkan di dalam kancah peperangan. Menurut saya hidup itu memang indah, sesulit apapun hanya kita sendiri yang bisa membuat hidup ini indah. Suka dan duka dalam kehidupan itu hal yang wajar, tapi bagaimana cara kita mengatasi kesulitan tanpa menunjukkan pada dunia bahwa kita tengah bersedih, jadi sekali lagi Life is Beutiful, hidup itu indah. Bravo!

Sementara sekian dulu tulisan saya ini. sekiranya ada kesalahan, nanti akan saya revisi. Selebihnya ini hanya catatan biasa yang saya ketik di saat ada sisa waktu luang dengan kembali merewind daya ingat. Syukur-syukur bila berkenan buat teman fesbukers.


Selamat membaca, selamat menonton.

Salam,

Arie Rachmawati


Film-Film Favoritku :
Keterangan Foto/gambar diambil dari Google dan koleksi film pribadi.








Posting Komentar